--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> 
> Assalamualikum Wr. Wb
> 
> Ima, mengenai ortu yang punya anak banyak ada yang
> penurut dan pelawan rasanya
> lumrah ya, asal gak kelewatan aja pelawannya (hehe).
>  Kakak Ima anak kedua
> bukan?? Soalnya kata orang-orang anak kedua biasanya
> lebih nakal dr yang lain n
> kata para psikolog Second Child Syndrome itu biasa.

Iraf,..untuk yg ini Iraf salah.Kakak saya itu anak
pertama.Justru,sgt dimanja,oleh Almarhum Ayah
saya.Wajahnya,..lumayan cantik(Sdh lihat foto saya
kan,..jauh beda,spi skrg wajahnya msh cantik,padahal
anak2nya sdh dewasa semua ),sehingga ia termasuk salah
seorang bintang dikampung saya,dan dikejar2
cowok,nah,..Ayah saya sgt keras dlm masalah ini.

Tak satupun diantara kami boleh pacaran.Tapi kakak ini
membandel,..terkadang,..hari ini dtg lelaki
lain,..besoknya lain lagi yg datang,..sementara Ayah
saya dikampung itu termasuk org yg di segani(Kepala
kantor Kehutanan  Sumatera,dulunya),wajar klu beliau
hrs menjaga nama baik beliau,Dan ngak ingin anaknya
hamil sblm nikah,krn lelaki yg jadi pacarnya itu ngak
disukai oleh ayah saya,..suka main dukun,dan terbukti
setelah kakak saya menikah ,ia menikah dgn wanita
lain,yg wanita itu hasil dari dukunannya,rumah
tangganya berantakan,nah,..bagaimana klu hal itu
terjadi pd kakak saya,wajar kan klu ayah saya melarang
keras,,itu yg di takuti beliau,melihat anaknya
pacaran.

Alhamdulillah kakak itu sadar setelah ia mempunyai
anak,yg kebetulan sgt2 cantiknya,ketika salah seorg
anaknya saya bawa ke kairo,saya juga kerepotan
menjaganya ,tentu byk lelaki yg menggoda kan,..terkena
skrg ke kakak saya itu,apa yg dialami oleh org tua
saya,ia kerepotan menjaga anak2nya.Anak2nya juga
melawan padanya,sbgmn ia melawan dulunya pd org
tua,..ank2nya msh juga tetap pacaran.

> Padahal kadang anak sulung
> atau anak bungsu malah lebih nakal daripada yang
> lainnya, ya nggak?? Tapi bukan
> berarti anak yang pelawan itu gak sayang sama orang
> tua kan???

 Plawan yg bagaimana yg Iraf maksudkan.Anak yg sayang
sama org tua,..ngak boleh melawan sama sekali
Iraf,..jgnkan melawan,..mengatakan "Ah,..cis,.."saja
ngak boleh,apapun alasannya.(Walaataqullahuma
Uffin,wala tanhar huma,waqullahuma
qaulankariimaa="janganlah kamu mengatakan pd dua org
tuamu ah,..cis,..jgn kamu hardik keduanya,..dan
katakanlah kpd kedua2nya perkataan yg baik2")Itu sdh
perintah agama Iraf.

Anak hanya bisa tdk mematuhi perintah org tuanya
bila,org tuanya menyuruh ia agar berbuat maksiat,atau
lari dr ajaran agama,krn Laataaatal makhluk fi
maksiatil khalik="Tidak ada ketaatan pd makhluk pd
maksiat pada Allah SWT".
> 
> Boleh juga kasih komentar mengenai hubungan pelawan
> dengan hidup tidak bahagia
> kan?? Memang yang selama ini kita lihat dan pelajari
> kualat sama ortu bisa
> membuat hidup tidak bahagia. Tapi sebaliknya ada
> juga anak yang sangat penurut
> dan sangat penyayang sama orang tuanya mengalami
> hidup yang sangat sulit.

Mungkin ia buat dosa dr sisi yg lain.Dan bisa jadi ada
anak yg pelawan pd ortunya hidupnya bahagia di
dunia,wallhu a'lam di akhirat kelak.Dan ada juga ank
yg penyayang dan tak pernah melawan pd ortunya
hidupnya melarat,bisa jadi kemelaratannya dr sisi
material,tapi hatinya bisa jadi tenang,..krn
bagaimanapun Allah pasti memberi imbalan sesuai dgn
amal seseorg.Terkadang ganjaran sesuatu itu di
tangguhkan oleh Allah,terkadang di percepatkan,tapi
tetap pasti ada ganjarannya.Kecuali bila ia cepat2
bertaubat,atas kesalahannya itu.

  Jadi
> kalau menurut saya, cobaan itu tidak selalu dalam
> bentuk yang
> menyulitkan/menyusahkan dech.  Saya sendiri
> kadang-kadang malah merasa sedang
> diuji jika sesuatu itu terlalu mudah. Mungkin
> Perasaan ini muncul dari melihat
> beberapa kejadian dan cerita-cerita terkait.
> Misalnya anak Oma malang yang saya
> ceritakan. Anak bungsunya itu kalo dilihat dari luar
> sepertinya memperoleh hidup
> yang cukup bahagia kok (sepertinya lho, saya tidak
> tahu persis di dalamnya dia
> bahagia apa enggak karena survey hanya berdasarkan
> pengamatan luar).  Secara
> materi dia lebih dari berkecukupan, mempunyai karir
> bagus dan mempunyai
> anak-anak yang bagus (saya tidak bilang baik --
> karena metode survey masih
> sama).

Seperti yg saya ungkapkan diatas,..bisa jadi
ganjarannya itu datangnya di kemudian hari,disaat ia
mau meninggal,klu persoalannya pd ibunya blm selesai
yakinlah saat sakratul maut,..ia akan merasakannya
juga.Ingat ngak kisah di zaman sahabat yg kaya
raya,tapi terhadap org tuanya ia tak baik,..memang
hidupnya senang,..punya anak yg berhasil,tapi di kala
ia mau mati,..minta mapun sulitnya,..sehingga di
panggillah ibunya tsb,..agar ibunya meridhoinya.

Yakinlah Iraf,..saya tetap berprinsip berbuat tdk baik
pada ortu,..pasti akan ada balasannya,cepat atau
lambat.Alhamdulillah,..satu ini selalu saya
pegang,..semenjak kecil lagi,melawan ortu dan suami
ngak boleh sama sekali,kecuali dlm masalah agama
saja.Lebih baik saya menangis sekuat tenaga
saya,ketimbang harus melawan ortu dan suami,..biar
beliau itu sadar,..bahwa hati saya lagi
kesal,menghadapi sikapnya pd saya,tapi saya tak bisa
melawan.Saking takutnya saya melawan.Kalu sdh menangis
begitu kan psti mrk tanya saya,dan sadar.Dan saya
terlepas dr sikap melawan itu.

Melawan yg dimaksudkan disini yg paling kecilnya
ekspresinya adalah "Bersuara keras,dr ortu,atau
suami,cemberut,alias muka masam saja",apalagi,klu
membantah,..dlsbgnya itu(Ingat iraf,kecuali masalah
agama).Kunci megespresikan ketidak senangan saya pd
ortu dan suami cuma menangis Iraf,..kalau sdh begitu
pasti saya di tanya dan di bujuk,..asyikkan,..kita
terhindar dr dosa melawan sama ortu dan
suami.(he..he..ini jurus,dan kunci kesuksesan wanita
Iraf,..didepan lelaki,..laki2 ngak bisa melihat air
mata berlinang,..wah,..ketahuan deh,..rahasia
wanita,ketahuan tuh sama rarachm..)  


Padahal kenyataannya gimana dia sama Ibunya?
> Begitu juga cerita Malin
> Kundang, menurut saya bukankah sebenarnya dia sedang
> dicoba dengan diberi
> kehidupan yang baik? tapi dia tidak menyadarinya
> hingga jadi lupa siapa dirinya.
> 
> Itu hanya contoh saja kenapa saya bilang bahwa
> cobaan tidak selalu harus dalam
> bentuk menyulitkan/menyusahkan.  Sebaliknya bukankah
> kata orang "siak"
> kesulitan/kesusahan tidak selalu merupakan hukuman,
> tapi sebuah proses promosi
> untuk menduduki posisi lebih tinggi dalam tangga
> karir keimanan seseorang?? Saya
> bukan ahli agama Ima, tapi begitulah yang saya
> rasakan.

Tapi kesusahan yg terus menerus berlanjut dlm hidup
kita,..hrs kita renungkan kembali dan kita intropeksi
diri sendiri.Benar ada Hadist,.."Kalau Allah mencintai
seorg hamba,maka Hambanya itu akan diberiNya cobaan".

Tapi kasih Allah itu juga berupa rahmat dan
RahimNya,..ketenangan bathin,meskipun hidup
berkekurangan,itu lebih berharga ketimbang hidup dlm
kemewahan,tapi hati selalu gundah gulana dan dlm
keadaan takut,dan was,..was,..


> 
> Oya Ima, jangan takut untuk terus berdakwah di Net
> ini. Kita senang dan memang
> masih membutuhkan dakwah kok, tapi kalau digurui
> mungkin memang ada orang yang
> tidak suka (eh bukan berarti saya bilang Ima
> menggurui lho, jangan salah paham
> yach).

Mau di bilang menggurui saya,..terserahlah,..yg jelas
memang profesi saya seorang guru(he..he..,tambah
awalan "meng"-dan akhiran "i")Yg penting saya
menyampaikan saja,diterima atau tak diterima itu
urusan Allah ta'ala.Mau saya diterima boleh,..di tolak
jangan.
> 
> Sekian dari saya, mohon maaf jika ada yang salah dan
> kurang berkenan.

Sekiannya berapa jumlahnya Iraf,..biar saya
hitung,..setiap kali Iraf mengatakan:

 "sekian dr saya",..ntar kalau kita ketemu saya
tagih,..jumlahnya,..diganti dgn duit,..lantas saya
berikan pada Rarchm,,duit itu,..dan di bagi2 kan pd
org yg membutuhkannya.Okay,..wow,..ayoh dek
rarachm,,banyak yg bersedekah di rantau Net ini,kita
buka proyek amal sholeh yah,..biar masuk Syorga semua.
> 
> Wassalam,
> Iraf
>Wassalam.Rahima 
> 
> 
> 
> Yenni,..kalau dipikir2 ada benarnya apa yg saudari
> katakan,tapi bagaimana dgn org tua yg punya anak
> banyak,..dr sekian banyak anaknya ada juga yg
> memperhatikannya bahkan menyayanginya sama
> sekali.Apakah dapat kita katakan juga,ini akibat dr
> perbuatannya terhadp org tuanya dahulu,..?Satu
> anaknya
> ada yg pelawan,satu lagi malah ngak pernah melawan
> sama sekali.sangat penurut.
> 
> Biasanya anak yg pelawan pd org tua hidupnya kurang
> bahagia,sementara anak yg tak pernah melawan org
> tuanya hidupnya selalu mendapat rahmat dari Allah
> SWT.Ini benar2 kenyataan yg ada didepan mata saya
> sendiri.Saya punya kakak kandung,..yg suka sekali
> melawan ibu saya.tapi memang pd akhirnya hidupnya
> sungguh sgt sulit,spi kakak saya tsb sadar.Ia
> sadar,.krn melihat kehidupan saya dr gadis,spi
> berumahtangga damai dan tenang saja,anak2 sayapun
> penurut,bahkan klu kami keluar rumah,yg membersihkan
> rumah justru anak2 saya yg msh sgt kecil2
> sekali,terkadang menyiapkan makan diatas
> meja,sehingga
> disaat kami pulang,saya dan suami tertawa
> sendiri.Lucu,..kayak ada Ultah saja,..makanan
> disusun
> rapi.
> 
> 
> 
> 
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika
> subscribe,
> anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
> 
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing
> List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> ===============================================


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Finance - Get real-time stock quotes
http://finance.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke