Assalamu'alaikum wr. wb,

Sambah disampaikan ka sagalo dunsanak nan ado.  Marumuskan visi Minang Inc.
hampia sarupo jo sibusu barasian, banyak nan takana, tapi indak takecekan.
Namun ambo cubo juo marangkai-rangkain pikiran surang ditambhan jo pikiran
urang lain a.l. Bpk. Iskandar Ali Syahbana, Taufik Abdullah, Toffler dll.
Jadinyo kok panjang, kok lai ado kamanakan nan amuah maminta jadi singkek,
silahkan awak diskusikan.

Salam


St. Bagindo Nagari


____________________________________________________________________________
_____


Visi Minang Inc.

Evolusi Budaya Masyarakat Global

Dalam suatu  struktur  masyarakat-tertutup  atau closed-society  sering
dibandingkan dengan suatu organic-society. Yaitu suatu struktur kerja sama
yang terdapat dalam suatu  sistem organik, yang misalnya terdiri dari
"kaki", "tangan", "badan" dan "kepala".   Semua   unsur   sistem   organik
tersebut, berkompetisi  dan  berkooperasi untuk mendapat bahan makanan dari
darah yang mengalir melaluinya, tetapi tidak  ada  keinginan  dan
kecenderungan   dari   unsur-unsur  "kaki"  atau  "tangan"  untuk mengambil
alih fungsi dari unsur "kepala" sistem  organic-society     tersebut.

Sebaliknya dalam suatu open-society,  pada  umumnya  banyak  para anggota
masyarakat   yang  berusaha  dan  bekerja  keras  untuk menaikkan statusnya
dalam masyarakat. Mereka bersaing dan bekerja sama  untuk  dapat naik ke
lapisan atas berikutnya, sesuai dengan sistem kompetisi dan kooperasi yang
sudah  dapat  diterima  oleh seluruh  masyarakat.  Dan,  usaha  pengembangan
diri ini dianggap sebagai suatu seleksi alami dari manusia-manusia  yang
mempunyai beraneka  ragam bakat, tersebar sesuai dengan statistik-acak-alam
bellcurve,  yang  berlaku  bagi  setiap  kelompok  manusia   atau
masyarakat.    Suatu   pemberdayaan   sumberdaya   manusia   yang
menyebabkan suatu social-upward-mobility, sesuai bakat yang serba bhineka
dari  anggota masyarakat, yang akan menaikkan ketahanan-masyarakat tersebut.
Hak turut partisipasi  dalam  social-upward-mobility   ini   mungkin
sekali  merupakan  suatu  bagian  yang terpenting dari hak asasi manusia.

Masyarakat Cina
    Banyak ahli Ilmu  Sosial  berpendapat  bahwa  sejarah  kebudayaan
bangsa-bangsa  Eropa  banyak  sekali  membawa korban manusia yang terutama
disebabkan oleh Perang-Dunia  I  dan  II,  Holocaust-nya Hitler,
pembantaian  dan  kelaparan yang disebabkan oleh Stalin. Akan  tetapi
rupanya  masyarakat  Cina  juga  mempunyai  sejarah perkembangan kebudayaan
yang tidak kalah mengerikan.

Pada tahun 1820 Cina kira-kira mempunyai penduduk 380 juta orang, Eropa
kira-kira  170  juta  orang. Oleh karena itu Cina-lah yang pada waktu
tersebut mempunyai ekonomi  yang  terbesar  di  dunia. Ekonomi  Amerika
menyusul kebesaran ekonomi Cina pada tahun 1890. Dengan  jumlah  penduduk
Cina  1.300  juta  sekarang,  dan  jika kecenderungan  pertumbuhan
ekonominya  dapat dipertahankan, maka ekonomi Cina akan menyusul kembali
besarnya ekonomi Amerika  pada kira-kira tahun 2015.

Pada masa sebelum tahun 1860, Jepang bersama dengan Cina  menutup negerinya
dari pengaruh dan informasi dari luar. Berlainan dengan Jepang,  Cina
dipimpin  oleh   penguasa-penguasa   yang   sangat birokrat,  otokratis  dan
secara  terpusat, yang secara langsung menutup  kemungkinan  munculnya  kaum
pedagang  atau  masyarakat wiraswasta.  Sesudah  1860  Jepang  memutuskan
membuka  diri dan mengambil alih unsur kebudayaan  Barat,  terutama
teknologi  dan ekonomi,   demi   dapat  menyusul  keterbelakangannya  dan
mampu mengembangkan kebudayaan modernnya. Sebaliknya Cina tetap menutup
daerahnya dari semua pengaruh dari luar.

Pemberdayaan manusia Cina dan  ketahanan  masyarakat  Cina  terus melemah.
Sebaliknya  negara  Jepang  bertambah kuat dan percaya diri. Cina  melarang
impor  teknologi  dan  melarang  komunikasi  dengan  luar. Kepastian hukum
tidak ada, demikian juga dengan hak pemilikan. Petani tidak diberi
kesempatan  mempunyai  uang  atau penghasilan  yang  wajar, sehingga mampu
membeli barang konsumsi, hasil produksi industri dalam negeri. Petani justru
secara  paksa diperas untuk mendukung proyek raksasa pemerintah pusat.

Perang lokal/daerah terjadi di mana-mana dalam periode 1895-1952. Jepang
menduduki  Taiwan  pada  tahun 1895 dan Manchuria Selatan diduduki Rusia
pada tahun 1905. Jepang menduduki Korea pada tahun 1910  dan  seluruh
Manchuria  pada  tahun  1931, sebelum memulai serangan invasi ke Cina pada
tahun 1937.  Kedua  tindakan  invasi  yang terakhir ini adalah pemicu
mulainya Perang Dunia II.

Perkiraan kasar korban invasi Jepang  tersebut  kira-kira  antara 1,5 juta -
6 juta manusia, ditambah dengan 10 jt - 15 jt. Manusia meninggal karena
kelaparan selama peperangan tersebut. Di samping itu,  Pemerintah  Cina,
yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek, telah menyebabkan  korban  kira-kira  10
juta  manusia   dalam   usaha mengembangkan/ mempertahankan kekuasaannya.

Latar belakang sejarah yang mengerikan ini, yang  membawa  partai komunis
Mao Zedong ke puncak kekuasaannya melalui Long March-nya, adalah  pergerakan
kemerdekaan  terhadap  penjajah  Jepang   dan keganasan  Pemerintah  Kuo
Min  Tang.  Beberapa  juta  bangsawan penguasa  tanah  dihukum  mati.
Demikian  juga,  berjuta  korban manusia  berjatuhan,  dalam  usaha
kolektivisasi pertanian Partai Komunis pada tahun 1950-an.  Puncak
kegagalan  Mao  Zedong  yang menyebabkan  jatuhnya  banyak korban, terutama
terjadi pada tahun 1958-1961; yaitu pada proyek yang dinamakan Great  Leap
Forward,  di  mana dilakukan mobilisasi massa secara paksa, untuk membangun
bendungan,  irigasi,  dan  infrastruktur  lainnya.  Semua  petani dipaksa
mengerjakan   infrastrukur   tersebut,  sehingga  hasil  pertanian
terbengkalai,  yang   mengakibatkan   banyak   terjadi kelaparan dengan
korban kira-kira 30 juta manusia.

Pada tahun 1966 Mao  menggerakkan  suatu  revolusi  yang  dikenal sebagai
Cultural Revolution, yang bertujuan menguatkan kedudukan partainya, yang
juga meminta korban satu juta manusia. Selama  30 tahun  Mao  memimpin,
kira-kira  sejumlah  total 35 juta manusia menjadi korban;  besarnya
kira-kira  enam  persen  dari  seluruh   jumlah penduduk yang jumlahnya pada
waktu itu 545 juta.

Pada tahun 1978, dua tahun sesudah Mao meninggal,  Deng  Xiaoping mengambil
alih pimpinan negara, dan segera mengintroduksi ekonomi pasar atau
capitalism. Setahap demi setahap Deng  mengaplikasikan cara bagaimana
seorang ahli ekonomi pasar memajukan ekonomi suatu negara miskin yang
sedang  berkembang.  Pertama-tama,  property-right  diintroduksi.  Deng
juga  mengintroduksi pengertian pasar bagi para petani, yang segera tidak
dapat  dipermainkan/dirugikan lagi oleh para tengkulak atau oleh pengaturan
harga yang terpusat pada birokrat. Segera para petani  yang  mempunyai  uang
lumayan dapat  membeli barang konsumsi dan alat produksi, yang diproduksi di
dalam negeri. Industri kecil  dan  industri  ringan  dipromosi
pendiriannya.  Hubungan  keluar  negeri  dibuka  sehingga  selain investasi
dapat masuk, juga teknologi dapat diimpor dan dikuasai. Socialism  with
Chinese characteristic adalah nama yang diberikan oleh mereka, dan kata-kata
atau nasihat yang terkenal  dari  Deng bagi  rakyatnya  adalah  to get rich
is glorious. Guna pengertian dan pengarahan perdebatan  mengenai  berbagai
sistem  pengaturan masyarakat yang lebih efisien, Deng Xiaoping
mensosialisasikannya dengan pepatah: "Selama si kucing masih memangsa tikus,
nama atau  warna  apa  pun yang dipunyai binatang tersebut, tidaklah menjadi
persoalan."

Hasil yang dicapai adalah  luar  biasa.  Pertumbuhan  GDP  tumbuh sebanyak
9,7  persen  setahun,  selama  dua  dasawarsa  berikut. Persentase GDP Cina
dari GDP dunia, tumbuh dari lima persen  pada tahun  1978  ke  11,8  persen
pada  tahun  1998,  jika  dihitung berlandaskan purchasing power parity.
Kira-kira  20  persen  dari seluruh  penduduk,  sejumlah  200  juta,
terangkat di atas batas kemiskinan. Ratusan juta penduduk mendapat
kemerdekaan  bagaimana menggunakan uangnya, di mana mereka mau menetap atau
bekerja, dan merdeka untuk pindah ke kota mencari pekerjaan.  Kemerdekaan
dan hak  asasi  manusia  yang paling mendasar inilah yang menyebabkan Cina
dapat tumbuh serupa Jepang.

Penanganan  dan  pengelolaan  daerah  Hongkong,  Makao,  Shanghai beserta
daerah  propinsi  dekat  pantai,  jelas  memperlihatkan kemajuan  berpikir
tokoh-tokoh  pemerintahan   dan   tokoh-tokoh cendekiawan  Cina,  demi
pemberdayaan  bakat-bakat  sumber  daya manusia dan masyarakat Cina.
Demikian  juga  usaha  keras  tokoh Cina   untuk  ikut  serta  dengan  WTO,
memperlihatkan  kemajuan pengertian mengenai  fenomena  globalisasi  yang
sedang  dialami seluruh dunia.


Masyarakat Eropa:

Masa-masa  kejayaan/kesengsaraan  Eropa  hanya  dapat  dimengerti sebagai
cerita   mengenai  segi-segi  keburukan/kebaikan  suatu ideologi nationalism
beserta racism. Dalam  sejarah  Eropa  1700-1950,   setiap   negara   Eropa
menjalankan  ideologi  economic nationalism. Ini  berarti  memang  dalam
setiap  negara  berlaku ekonomi  pasar  atau  capitalism,  tetapi hanya
dalam batas-batas negara masing-masing. Di antara  negara-negara  Eropa
tidak  ada free-trade,  tetapi justru hambatan-hambatan proteksi yang sangat
tinggi terus berlaku dan sudah berlaku sejak sebelum tahun 1914.
Terbentuknya banyak negara berotonomi dan merdeka  penuh,  memang
menyebabkan  daerah  kekuasaan  negara  yang  terbatas dan daerah pasar
ekonomi  yang  sempit.  Akan  tetapi,  dilihat  dari  sudut kesempatan
berkembangnya  manusia sebagai individu utuh, sebagai anggota suatu
open-society yang ingin naik ke lapisan atas sosial    berikutnya  dalam
tatanan  sosial yang berlaku, perkembangan dan pemberdayaan  individu
masyarakat  Eropa  dalam  negara  merdeka masing-masing,  berlangsung
sangat  baik dan cepat. Perkembangan ini menyebabkan suatu kelompok etnik
kecil  seperti  Belanda  dan Belgia  dapat  menjelma  menjadi suatu
bangsa/negara merdeka yang diakui dunia. Dan, turut serta dan mampu merebut
daerah  jajahan di seluruh Bumi selama masa kolonial yang lalu.


Demi mempertahankan dan pengembangan ketahanan  nasional  masing-masing
negara Eropa, pada tahapan perkembangan ekonomi pasar pada waktu itu,
ideologi economic nationalism harus dilaksanakan. Oleh karena
economic-nationalism  tersebut, suhu tegangan politik dan ekonomi
antarnegara Eropa selalu  agak  tinggi.  Pengalaman  dari Perang  Dunia  I
juga  mengajarkan  setiap  negara,  bahwa self-sufficiency  adalah  sangat
penting  untuk  memenangkan perang ataupun  untuk  kelanjutan  kehidupan
negara  dan bangsa. Perang proteksi ini makin memuncak pada waktu terjadinya
depresi  dunia pada  tahun  1930,  di  mana  Amerika memasang tarif
rata-rata 59 persen pada tahun 1930 dengan  peraturan  yang  dinamakan
Smoot-Hawley Tariff Act.

Setiap negara Eropa mundur mengisolasi diri dengan berbagai cara. Inggris,
Perancis,  dan  Belanda  membatasi  dalam  kerajaannya  beserta daerah
jajahan masing-masing,  menaikkan  tarif  terhadap luar  kerajaan,  dan
memberikan  trade-preference  kepada daerah jajahannya.  Italia-sebagai
negara   otoriter   fasis-memberikan preferensi kepada perusahaan
nasionalnya yang bekerja sama dengan pemerintah.  Jerman-Nazi  juga  sebagai
negara  otoriter  fasis- terperosok  paling  berat ekonominya disebabkan
depresi 1930 ini, dan mengalihkan titik berat ke produksi senjata  dan
perdagangan barter.


Pembentukan European Union, Common Market atau European Community  yang
didahului  dengan Treaty of Rome pada tahun 1957, bertujuan untuk mengurangi
atau menghilangkan  economic  nationalism,  yang secara  langsung ataupun
tidak langsung menyebabkan ekonomi Eropa tidak dapat tumbuh menjadi  lebih
besar/  kuat,  sehingga  mampu bersaing dengan Amerika atau Jepang.

Peta ekonomi Eropa  pada  waktu  itu  sangat  terpecah-pecah  dan karenanya
sangat  melemahkan daya kompetisi Eropa, yang terutama disebabkan ketegangan
politik dan ketegangan  sosial  peninggalan perang  antara  banyak  negara
yang saling bertetangga. Meskipun kedekatan jarak dan ongkos transpor
antarnegara  tetangga  sangat kecil,  tetapi  hubungan dagang dan
kepercayaan kerja sama antara industri dari negara tetangga justru tidak
terjadi.

 Tujuan utama  pembentukan  Common  Market  adalah  mengubah  peta ekonomi
menyerupai  peta alamiahnya kembali dengan menghilangkan seluruh pengertian
sempit dari economic nationalism-nya,  beserta proteksi-proteksinya.
Tujuannya  akhir  adalah  bebas-pindah dan bebas-bea bagi semua perpindahan
manusia,  barang,  kapital, dan pelayanan  di  seluruh  Uni  Eropa,  dan
mempunyai mata uang yang     sama, yaitu Euro.  Dengan situasi demikian
diharapkan Eropa dapat bersaing  "duduk  sama  rendah  dan  berdiri  sama
tinggi" dengan negara Amerika dan Jepang, di dalam ekonomi global  sekarang
dan  yang akan datang.

Untuk  melihat  keterkaitan  antara  gelombang-perubahan  sejarah
perkembangan  masyarakat Cina dan Eropa dengan seluruh dunia, ada manfaatnya
kita mengikuti sejarah perkembangan masyarakat  dunia, dengan   perspektif
perkembangan  kebudayaan  Ekonomi  dan  Ilmu  Pengetahuan  &  Teknologi
Masyarakat  Dunia,   seperti   Toffler melihatnya.



Gelombang peradaban dunia (Alvin Toffler)

 Sejarah budidaya  manusia  dibagi  dalam  tiga  gelombang,  yaitu Gelombang
Pertama  (8000  BC-1500), Gelombang Kedua (1500-1970),  dan Gelombang Ketiga
(1970- 2000).  Gelombang Pertama adalah  gelombang  pembaruan  di  mana
manusia menemukan  dan  menerapkan  teknologi  pertanian.  Budaya manusia
berubah dari  teknologi  pengumpulan  hasil  hutan  ke  penerapan teknologi
pertanian.   Manusia berubah dari kebiasaan berpindah-pindah, ke suatu
kehidupan yang lebih cenderung tetap tinggal  di satu tempat yang kita sebut
desa pertanian.

 Salah satu ciri masa Gelombang Pertama adalah penggunaan "baterai alamiah",
yaitu  baterai  alam  yang dapat menyimpan energi yang dapat diperbarui, di
dalam otot-otot binatang, di dalam hutan, didalam  air terjun, angin, atau
langsung dari matahari. Masyarakat Gelombang Pertama banyak sekali memakai
kincir  air  dan  kincir angin.  Pada  umumnya  dapat dikatakan bahwa
masyarakat Gelombang Pertama hidup damai dan berintegrasi dengan  alam
sekelilingnya.  Semua  barang  dan makanan yang diproduksi tidak untuk
diperjual-belikan, tetapi untuk dikonsumsi oleh  produsen  sendiri,  karena
itu  masyarakat dinamakan prosumen, suatu kombinasi dari dua-kata produsen
dan konsumen. Konsep Pasar belum ditemukan.

 Masyarakat  Gelombang  Kedua  adalah  masyarakat  industri,  yang sangat
efisien  dan  cenderung  memberi  kesan sebagai "manusia-ekonomi"  yang
rakus,  yang  baru  dilahirkan  oleh  renaissance (pencerahan)  di  Eropa.
Adam Smith dengan bukunya The Wealth of  Nations disusul oleh Darwin dengan
bukunya The Origin of Species, mewarnai  budaya  renaissance  dengan
nilai-nilai yang berkaitan dengan survival of the fittest dalam suatu
seleksi alamiah  versi Darwin.  Pihak mana pun yang menang dalam seleksi
alamiah, adalah pihak atau kelompok yang terpilih untuk hidup terus,
memperbanyak diri  dan menguasai sekelilingnya. Dominasi, pemusnahan
peradaban beserta  genocide  terhadap   kelompok   etnik   "kurang   maju".
Penjajahan  beserta  zaman  imperialisme dan kolonialisme dimulai dalam
Gelombang Kedua ini. Interpretasi  yang  salah  dari  teori Darwin   ini,
mungkin  sekali  terutama  disebabkan  oleh  paham ideologi Social Darwinism
dari  Herbert  Spencer: The  Might  Is Always Right.

 Masyarakat  Gelombang  Kedua  ini   berbudaya   produksi   massa,
pendidikan  massa,  konsumsi  massa,  media massa, yang cenderung berukuran
raksasa. Berlainan dari Gelombang  Pertama,  masyarakat  mulai memisahkan
produsen dari konsumen, dan pasar adalah di mana produsen bertemu dengan
konsumen. Konsep mula Ekonomi Pasar, yang masih banyak mengandung
interpretasi salah (free-fight capitalism & monopoli), menjadi budaya
masyarakat Gelombang Kedua ini.

Budaya  Ilmu  Pengetahuan  dan  Teknologi  tumbuh  dengan  pesat, beserta
kecenderungan   spesialisasi   dan   superspesialisasi berkembang. Konsep
reductionism  atau  balkanisasi  yang  banyak membantu  dalam  perkembangan
superspesialisasi ilmu pengetahuan dan teknologi ini, juga membawa budaya
yang  cenderung  melupakan pengintegrasian  kembali  antara  berbagai
bidang ilmu, atau pun pengintegrasian kembali dengan keseluruhan Bumi dan
alam semesta.

Terjadi urbanisasi dan pembangunan  kota-kota  besar.  Penggunaan energi
yang tidak dapat diperbarui naik dengan cepat, dan polusi yang menyebabkan
kerusakan lingkungan hidup, mulai disadari  pada akhir era Gelombang Kedua.

 Peradaban Gelombang Ketiga ini bukan suatu pengulangan kembali ke peradaban
Gelombang  Pertama,  seperti  kesan yang timbul karena sering dikaitkan
dengan gerakan  "Small  is  Beautiful".  Menurut Toffler  peradaban
Gelombang  Ketiga  adalah suatu synthesa dari  Gelombang Pertama (thesa) dan
Gelombang Kedua  (antithesa).  Jadi merupakan  suatu peradaban yang lebih
bermutu, lebih dalam, luas, dan lebih menyeluruh dari kedua peradaban
sebelumnya.  Pembaruan ini  terutama  disebabkan  oleh  kemajuan teknologi
transportasi, komunikasi  &  informasi  yang  memungkinkan  jauh  lebih
banyak manusia  mampu  melihat  semua fenomena yang saling berkaitan dan
saling mempengaruhi (mesh-networking), dalam cakupan  yang  lebih dalam  dan
lebih luas, sebagai suatu fenomena terintegrasi dengan seluruh Bumi dan Alam
semesta. Pepatah yang  lebih  cocok  adalah Small  within  Big  is
Beautiful. Peradaban Gelombang Kedua lebih mengutamakan pelipatgandaan
kekuatan  fisik  manusia,  sedangkan peradaban  Gelombang  Ketiga  lebih
mengutamakan  pelipatgandaan kemampuan berpikir dan berbudidaya luhur
manusia.

 Ciri  yang  terpenting  dan  sangat  manusiawi   dari   peradaban Gelombang
Ketiga  adalah  pemberdayaan  golongan masyarakat yang lemah dan  kalah
bersaing,  sehingga  menghilangkan  perbudakan, imperialisme,  dan
apartheid  dari  muka  Bumi  ini.  Pernyataan   menyesal dan permintaan maaf
atas budidaya perbudakan, apartheid, dan  genocide  bermunculan dari
beberapa negara Barat. Pengertian Hak Asasi Manusia, dan Hak  Hidup
Minoritas  (termasuk  golongan wanita)  mulai  dapat  diterima.  Pengertian
Ekonomi-Pasar dengan "natural selection on a level playing field" mengalami
perubahan dan penyempurnaan, di mana monopoli & oligopoli (kompetisi antara
si-Kuat  melawan  si-Lemah)  dianggap  tidak  adil,  karena  akan merugikan
konsumen  dan  tidak  akan  memunculkan  inovasi  dan inovator baru.

 Di dalam peradaban Gelombang Kedua, perusahaan AT&T boleh  tumbuh menjadi
suatu  konglomerat yang mempunyai monopoli dan menguasai pangsa pasar hampir
mendekati  100  persen.  Di  dalam  Gelombang Ketiga  ini,  AT&T dan Bill
Gates (Microsoft) tidak diperkenankan tumbuh menjadi suatu monopoli, demi
tetap terbukanya pintu  masuk pasar  bagi  pendatang  baru  dengan  inovasi
baru. Demikian juga menurut Tobin, mengenai gejala  monopoli  yang  muncul
di  dalam pasar finansial global, yang perlu mendapat perubahan pengaturan,
sehingga mekanisme pasar dapat bekerja lebih baik.

 Kesimpulan
Sejarah perkembangan masyarakat Cina selama abad yang baru  lalu,  yang
agak  memberi kesan   suatu  closed-society  yang  terpusat,  yang
tidak/belum berhasil  sepenuhnya  menggali  dan  memberdayakan  bakat
serba bhineka  manusia Cina khususnya dan masyarakat Cina pada umumnya.
Beberapa  ahli  sejarah  berpendapat  bahwa  kegagalan   pemimpin masyarakat
Cina membangun suatu open-society, menyebabkan banyak bakat
manusia/masyarakat Cina tetap terbenam, tidak dapat  muncul dan
diberdayakan.  Yang  secara  langsung menyebabkan Cina belum     pernah
mampu menjadi negara industri skala Dunia seperti  Jepang, Eropa,  dan
Amerika,  meskipun kemampuan budaya ilmu pengetahuan dan  teknologinya,  di
dalam   perjalanan   sejarahnya, sudah beberapa-kali  mencapai  taraf yang
sangat tinggi. Mungkin sekali suatu  negara  federal  yang  mempunyai
banyak/beberapa   pusat pemerintahan  negara bagian, akan lebih memudahkan
dan merangsang     tumbuhnya suatu open-society, di mana akan  lebih  mudah
tergali dan diberdayakannya bakat-bakat serba bhineka manusia/masyarakat
Cina.

 Analisa gelombang perubahan sejarah perkembangan masyarakat Eropa justru
memberi  kesan yang bertolak belakang dengan Cina, karena masyarakat Eropa
lebih bebas dan terbuka menyerupai  suatu  open-society.   Sehingga,  bakat
manusia  Eropa  dan masyarakat Eropa beserta social-upward-mobility lebih
berhasil diberdayakan  dalam abad  lalu,  jika  dibandingkan  dengan
manusia/masyarakat Cina. Hasilnya  adalah  terbentuk  dan  berkembangnya
banyak   negara merdeka-termasuk  negara  Belanda  yang  daerahnya  hanya
seluas seperempat Pulau Jawa-yang  berkembang  dengan  pesat  dan  penuh
percaya  diri,  termasuk kemampuan merebut daerah jajahan masing- masing.

 Gejala yang tidak dapat dibanggakan, yang juga berhubungan dengan
karakterisitik   open-society   tadi,  adalah  terjadinya  perang
antarnegara tetangga terus-menerus dan  akhirnya  menjadi  sumber
tercetusnya  Perang  Dunia  I  &  II. Demikian juga dengan perang ekonomi
berupa  proteksi  antarmereka,  sehingga   tidak   mampu bersaing   dengan
ekonomi  Amerika.  Akhirnya  dalam  dasawarsa  terakhir dalam abad yang lalu
ini, cukup  tumbuh  pengertian  dan kemauan  untuk  membentuk  semacam
negara  federal  Eropa,  yang diharapkan  dapat  memperkuat  daya  saing
ekonominya  di  zaman globalisasi ini.


Amerika, bangsa yang dibangun dan dikembangkan oleh para  imigran dari
seluruh dunia, perlahan-lahan berubah menjadi negara federal yang tidak
berdasarkan nationalism sempit dari Eropa. Juga  tidak berdasarkan ethnicity
dan tribalism. Juga tidak berdasarkan suatu agama.

Akan tetapi, terutama berdasarkan  atas  gagasan  mengenai hak   asasi
manusia,  kebebasan  berekonomi  dan  mempunyai  hak     pemilikan pribadi,
yang tercermin secara utuh di dalam pengertian konsep masyarakat terbuka.
Toffler dengan Gelombang I (teknologi  pertanian),  Gelombang  II (teknologi
industri/komunikasi   massa),   dan   Gelombang  III (teknologi Informasi &
Pengetahuan)  menulis  sejarah  perubahan perkembangan  budaya  masyarakat
dunia  berdasarkan  titik berat budaya ilmu pengetahuan dan  teknologi  yang
ditemukan  manusia, beserta   interaksinya   dengan   sistem   ekonomi   dan
sistem  pemerintahan masyarakatnya. Jelas terlihat ilmu  pengetahuan  dan
teknologi     dari     gelombang    sebelumnya,  memperlihatkan
ketidaksempurnaan, yang mengalami  koreksi  dan  pembaruan  dalam gelombang
peradaban berikutnya.

 Kesimpulan terpenting yang dapat ditarik dari sejarah abad  lalu, sambil
kita  memasuki  abad ke-21, adalah bahwa ilmu pengetahuan  dan teknologi
dalam  segala  bidang  yang  manusia  global  telah  kuasai,  adalah  sangat
menakjubkan.  Akan  tetapi  segera  kita melihat sejarah perkembangan
budidaya tersebut  lebih  dalam  dan    menyeluruh  selama  beberapa  abad
lalu,  ternyata  budaya  ilmu pengetahuan dan teknologi  tersebut  terbatas
sekali  dan  tidak mampu  digunakan  meramalkan  ke  mana  dan  bagaimana
sebaiknya kebudayaan manusia  ini  dikembangkan.  Banyak  keberhasilan  dan
kemajuan  yang  dicapai,  tetapi  selalu diikuti dengan timbulnya
persoalan baru, yang  tidak  diramal  dari  semula,  yang  justru
diakibatkan,  secara  langsung  atau pun tidak, oleh keberhasilan yang baru
dicapai tersebut. Banyak  juga  penyelesaian  persoalan yang  sama  sekali
tidak  mengalami  kemajuan, seperti persoalan kemiskinan di Afrika,
kesenjangan kaya-miskin nasional dan global  yang  terus  membesar,
proliferasi bom atom, krisis moneter yang berulang terjadi, dan banyak lagi.

 Akhirnya kita sampai lagi pada  fenomena  keterbatasan  kemampuan manusia
yang  merupakan  konsep  dasar  dari  suatu  masyarakat  terbuka, sbb.:

"The concept of Open  Society  is  based  on  the recognition  that people
act on imperfect knowledge and nobody is in possesion of the Ultimate
Truth".

 Dengan contoh-contoh yang manusia alami dalam  sejarah,  mengenai  tidak
sempurnanya, dan ketidakmampuan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi
manusia sebumi ini, justru membawa kita semua ke  suatu kesadaran,  bahwa
proses  alami atau metoda yang alamiah seperti conscious evolution itulah
yang  paling  aman  dapat  diterapkan, dalam  usaha  membangun  &
memberdayakan manusia, masyarakat dan    alam yang Tuhan telah kurniakan
kepada  kita.  Suatu  evolusi  di mana  biasanya  manusia hanya berfungsi
sebagai salah satu obyek,  di sini manusia berusaha turut menjadi subyek,
yaitu dengan turut berpartisipasi ikut berusaha mengatur jalannya evolusi
tersebut.

Proses conscious evolution,  yaitu  suatu  proses  eksperimentasi secara
terus-menerus,    setahap    demi    setahap,  dengan  mengikutsertakan
semua pendapat, aktivitas dan  kreativitas  yang  diciptakan/disuarakan
secara  bebas  oleh  jutaan manusia, dalam  suatu seleksi alamiah yang
kreatif dan  adil,  di  suatu  lapang-   tanding  rata  yang  memberikan
umpan balik sebagai koreksi, yang  justru    akan    membawa    ke    suatu
hasil    pemberdayaan manusia/masyarakat  yang  lebih  adaptif dan
optimal,... daripada  hasil yang akan didapat,... hanya dengan pembentukan
dewan-dewan khusus  terpusat, yang terdiri dari kelompok ahli-ahli
teknologi, ekonomi, birokrat, politisi, ahli-ahli ilmu sosial atau para ahli
lainnya,  yang  sering  tidak sadar, atau lupa, akan keterbatasan
kemampuannya sebagai manusia.

 Memang berevolusi  dengan  kesadaran  ini  adalah  prinsip  dasar kerjanya
suatu  sistem  demokrasi  perwakilan dan sistem ekonomi pasar yang sempurna,
yang pada umumnya dinamakan  suatu  Complex-Adaptive-System.  Sistem  ini
memang  secara  tahap  demi tahap,  mendengar, memperhatikan,  dan
membandingkan  semua  saran  yang disuarakan  oleh jutaan manusia, dan
menjadikannya sebagai umpan- balik, demi pengertian yang lebih menyeluruh,
sebagai  persiapan untuk reformasi dan adaptasi, untuk tindakan selanjutnya.

 Masyarakat Minang yang telah mengalami kepahitan Perang Paderi dan Perang
PRRI seyogianya sharusnya mampu menatap masa depan yang lebih baik dengan
menjadikan dirinya aktif dalam Complex Adaptive System yang telah dipunyai
dari sejak lama yaitu
Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah
Syarak mangato, adat mamakai
Adat bajalan ateh alue jo patuik
Alue jo patuik ateh nan bana
Nan bana iyo badiri sandirinyo
Alam takambang jadi guru.















RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke