|
Assalamualaikum,
Hai, ikut ngerecokin, bertanya dan
komentar yah...Namun bila terdengarnya gagap, maklum saja, jebolan
Havard University of Dapur soale.
1. Begini, jika skenario 1 s/d 4 betul,
ceritanya pemerintah sedang berusaha menutup lubang kecil dengan menggali
lubang besar, begitu? Menjual BUMN kepada asing, artinya own state company akan
beralih menjadi stranger's state company. Apa lagi bila share
si stranger lebih besar dari pemerintaha RI, artinya rakyat Indonesia tidak
akan pernah menjadi tuan di negaranya sendiri.
2. Bila negara harus mengurangi biaya
untuk orang banyak, itu artinya subsidi untuk listrik, telepon, dan bahan bakar
dll harus dikurangi. Itu artinya kiamat untuk 3/4 rakyat indonesia yang masuk
ketegori rakyat kecil karena secara otomatis ongkos finansial akan bertambah.
Dan kita yang tepek-tepek dan tidak tahu apa-apa
ini akan mengeluh, frustrasi dan berujung pada kerusuhan
soasial.
3.Manaiak an suku bunga supayo currency
tidak collaps (increased
interest rates) artinya para pengusaha
kecil akan semakin sulit menambah modal karena tidak tahan dengan bunga.Lantas
semangat berusahapun akan loyo. Yang paling asyik yah tentu para
untuk spekulan yang ngerti cara bermain saham, obligasi, dan reksa dana. Sebab
fluktuasi di bursa effek adalah ladang subur bagi mereka. Artinya, sebagian
kecil rakyat indonesia yang kaya akan semakin kaya sementara yang miskin akan
semakin miskin. Dan sosial gap akan semakin panjang, lebar dan
dalam. Sebuah potensi besar bagi rakyat untuk bikin gara2 pada
pemerintah.
4. Naiak an pajak(increased taxes) ,
boleh lah, asal pajaknya pilih-pilih, jangan main pukul rata seperti pajak
penghasilan itu. Mana adil sih jika penghasilan 500.000,- sama-sama terkena
pajak 20% dengan penghasilan 5.000.000,- per bulan.
So, artinya jika pemerintahan Megawati
masih nekat menjual asset BUMN atas tekanan IMF, hehehe...kagak apa2 deh!
Mungkin mereka sudah tidak sabar menunggu pencopotan jabatan di tahun 2004.
Turun sekarang atau nanti kan sama saja. So, artinya lagi, saat ini para spekulan
bursa effek sedang mencium bau darah segar di udara.
Wassalam,
Warren Buffett
Analis dari Wall street
|
- Re: [RantauNet.Com] [Rantau-net] Pemerintah Diminta Hentikan... sumbar.com
- Re: [RantauNet.Com] Pemerintah Diminta Hentikan Privat... GM
- RE: [RantauNet.Com] [Rantau-net] Pemerintah Diminta Hen... Darul Makmur
- FW: [RantauNet.Com] [Rantau-net] Pemerintah Diminta Hen... Irwandi - PGT
- RE: [RantauNet.Com] [Rantau-net] Pemerintah Diminta Hen... Darul Makmur
- RE: [RantauNet.Com] [Rantau-net] Pemerintah Diminta Hen... Darul Makmur

