Assalamu'alaikum wr.wb.,
Dunsanak.., duo datuk memang lah bikin heboh..., tapi lupokan lah dulu....!
ado nan labiah paralu dari dongeng duo datuak yang dikisahkan buruak laku tu.
 
Pagi ko..., ambo baco di internet urang awak, ado duo barito nan bikin ambo  sedih dari manonton duo datuk ( di bawah ko ambo copykan baritonyo ).
 
Dari barito ko tergambar secara nyato kemerosotan ahklak urang awak, labiah buruak dari duo datuk, ambo sangko kajadian suropo ko indak akan katajadi di nagari awak. tapi kini alah tajadi...!
  
jadi jangan salahkan / ributkan dongeng dua datuak di bikin parodi/ lelucon oleh orang...! kalau memang kenyataan nya di kampung nya ahklak kito alah merosot saroman iko.
 
Nah ...ambo suko kita mulai berfikir bagaimana memperbaiki, berbuat sekecil apapun untuk memperbaiki ahklak kita semua.     
 
Sekian dari ambo, mohon maaf ambo pado Urang tuo tuo , Datuak , Ninik Mamak dan dunsanak semua nan ado di Palanta ko,  kalau ado kato kato ambo nan kuran sopan.
 
Salam  ambo untuk semau.
     Jasman. 
 
 
 
Senin, 7/10/2002
Buntut Tawuran, Syafril Akhirnya Meninggal Dunia

Lubuk Sikaping, Mimbar Minang � Buntut dari aksi tawuran massal siswa SMU 01 Air Balam antara Nagari Air Bangis dengan Nagari Parit Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman, Selasa (1/10/2002) lalu, akhirnya menelan korban. Syafril, BA. yang sehari-hari guru SMUN Air Balam meninggal dunia, Sabtu (5/10/2002) lalu, sekitar pukul 13.30 WIB.

Kepergian Syafril, guru yang dikenal cukup dekat dengan anak didik dan majelis guru lainnya, merupakan sebuah pukulan berat bagi keluar besar SMUN 01 Air Balam. Apalagi korban meninggal ulah dikeroyok massa saat terjadinya tawuran antar pelajar di sekolah tersebut.

Wenri Azma, Camat Sungai Beremas sangat mengharapkan pada masyarakat Nagari Air Bangis untuk tidak melakukan aksi balas dendam atas meninggalnya salah seorang warga setempat yang juga selaku guru di sekolah tersebut. Camat sangat mengharapkan pada tokoh masyarakat dari dua nagari yang bertikai agar mencari solusi terbaik, dan dapat memberikan pengertian pada anak cucu kemenakannya, sehingga pertikaian tidak kian meluas.

Aksi tawuran antar pelajar yang meluas jadi bentrok masa antara warga Nagari Parit dan Air Bangis, berawal dari Perkelahian dua kelompok belajar di sekolah tersebut, yakni Riki Yunedi CS dari Nagari Air Bangis dan Alek Putra Cs dari Nagari Parit. Namun perselisihan antar pelajar itu sudah diselesaikan, kendati masih ada aksi kecil-kecilan.

Namun kemudian peristiwa serupa terulang lagi dan puncaknya Selasa (1/10/2002) sekitar pukul 13.30 WIB, memang tak terbendung lagi. Pelajar dari dua kubu saling serang dan kian buncah menjadi aksi bentrok antar warga, sejumlah korban yang mengalami luka cukup parah diantaranya Makmur, S.H. Wali Nagari Parit dan Syafril, Guru SMUN setempat.

Dalam pengembangan kasus bentrok massa itu pihak kepolisian memintai keterangan dari beberapa tokoh dua belah pihak, diantaranya H. Arlis yang juga salah seorang anggota DRPD Pasaman, Makmur S.H., Wali Nagari Parit dan Drs. Efif Syahrial serta tokoh lainnya.(ris)


 
Senin, 7/10/2002 00.02 WIB

Dua Pencopet Nyaris Dibakar Massa


Padang, mimbarminang.com � Pengadilan massa hampir saja terjadi terhadap dua pelaku pencopetan yang tertangkap tangan ketika mencopet penumpang Angkutan Kota (Angkot), Sabtu malam (5/10). Jika saja aparat kepolisian tidak segera sampai ke lokasi kejadian, kedua pelaku, Ahmad Tanjung (28) dan Nofriandi (21) mungkin sudah tewas dibakar massa. Dalam kondisi babak belur, keduanya diamankan di Mapolsek Padang Barat.
( lain nya di kuduang )
 

Kirim email ke