Assalamualaikum, Menurut my Rich Dad (hehehe..), yang disebut dengan investasi tidak melulu menanamkan uang pada suatu usaha, membangun bisnis owner terus kerja keras untuk membiakan uang. Investasi juga meliputi edukasi. Bila ingin bertumbuh menjadi seseorang yang melek finansial, banjiri lah dulu kepala dengan istilah2 finansial. Cari tahu apa makna kata bank, ATM, tabungan, deposito, phone banking dll. Terus kenali juga apa yang dimaksud dengan bank umum, bank devisa dan private bank (hehehe...kalau kekayaannya cuma berkisar dalam jutaan rupiah emang susah mencari informasi private bank ke customer service karena produknya memang untuk orang kaya saja).
Setelah itu meningkatlah ke istilah portfolio, saham, reksadana, obligasi, asset, liabilitis dll.Tidak usah ragu, jika ragu bertanya, tapi untungnya kata-kata ini gratis, bertebaran mulai dari media siar seperti radio dan tv, sampai media cetak dari tabloid kacangan sampai newspaper bergengsi.Bila sudah tidak gagap dengan istilah2 finansial, mulailah belajar membuat laporan keuangan pribadi dan melek dalam membaca laporan keuangan orang lain (maksudnya laporan dari perusahaan2 yang go public). Masih menurut my rich dad lagi, yang paling penting dari semua investasi itu adalah membangun sikap bahwa kekayaan itu ada didepan mata, butuh kejelian dan semangat wiraswasta untuk menemukan pintunya. Dan didunia ini tidak ada istilah perai, no free lunch, selalu ada cost. Menemukan sepotong istilah aneh di koran lusuh dan berusaha untuk mencari tahu melalui kamus, bisa di masukan ke dalam cost. Menjadi seorang nyentrik dengan keluar masuk perpustakaan dalam mencari buku-buku ekonomi terus di omelin istri dan suami juga termasuk cost. Begitu pula jika Datuak Dalu berjanji untuk memberikan pelajaran investasi tapi kasih syarat dulu supaya harus cinta tanah air, itu juga termasuk cost. Hehehe...Untungnya dunia ini selain sangat kaya raya juga pemurah. Artinya cost itu bisa ditekan serendah mungkin dengan menjadi tuan pada diri sendiri.Artinya lagi, kalau memang tertarik untuk mengetahui segala sesuatu tentang investasi, ya, jangan tunggu Datuak Dalu berbaik hati.Cari saja sendiri! Apa lagi yang punya akses ke internet, wow! Perpustakaan raksasa ada di ujung jari. Hehehe...Gimana, Deedee? Bisa lulus aku jadi calon muridmu? Wassalam, GM ----- Original Message ----- From: "Datuak Dalu" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, October 07, 2002 4:48 AM Subject: Re: [RantauNet.Com] Heboh Sinetron "Duo Datuk" On Sunday 06 October 2002 03:54 am, you wrote: > apo tu contohnyo...buliah baraja lo wak setek ka datuak.. Palajaran Investment kalau lah cukuik agak banyak sanak nan nio baraja perai, syaraiknyo haruih punyo keinginan nan kuek mambangun kampuang. RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

