Buat bahan masukkan untuk Mamak St. bagindo Nagari 
=========================================
 
Selasa, 15 Oktober 2002  7:17:00
Pengamat Timteng: Sulit Kaitkan Ledakan Bali dengan Alqaidah


Kairo-RoL--Menhan Mathori Abdul Jalil dan para pemimpin dunia Barat boleh saja menuding Alqaidah di balik serangan bom di Bali. Tapi para pengamat dari Timur Tengah punya pendapat lain.

Pengamat masalah terorisme internasional dari Timur Tengah, Dr Ezzat Ahmed El-Shafii menilai, peledakan bom di Bali yang menewaskan ratusan wisatawan asing, tidak mudah untuk mengaitkannya dengan jaringan Alqaidah.

"Saya kira tidak semudah itu untuk menuduh jaringan Alqqidah sebagai pelaku serangan bom di Bali. Sebab, persoalan politik dan keamanan dalam negeri Indonesia saat ini sangat runyam, sehingga pada gilirannya mudah sekali menimbulkan gejolak, termasuk aksi serangan bom oleh pihak-pihak bertikai, bahkan pihak anti-pemerintah," kata El-Shafii dalam perbincangan dengan Antara di Kairo.

Penulis buku Usamah bin Ladin, Alqaidah wa Harakaatuha (Usamah bin Ladin, Alqaidah dan Gerakan-gerakanya) itu dimintai tanggapannya bertalian dengan serangan bom di Bali yang menewaskan hampir 200 orang, sebagaian besar wisatawan dari negara-negara asing.

Menurut El-Shafii, sejumlah aksi bom di beberapa daerah konflik di Indonesia seperti Aceh, Maluku, dan Sulawesi (Tengah), serta beberapa tempat lainnya, termasuk di Jakarta belakangan ini, menunjukkan komlikasi persoalan politik dan keamanan di negeri berpenduduk Islam terbesar di dunia itu.

"Jadi sangat gegabah, jika aksi bom di Bali ini dengan mudah menuding Al-Qaedah sebagai dalangnya," papar pengamat, yang dalam beberapa tulisannya di media massa, selalu menentang sikap garis keras kelompok Alqaidah pimpinan Usamah bin Ladin itu.

Menurut dia, serangkaian aksi bom di berbagai daerah konflik di Indonesia yang secara sporadis terjadi akhir-akhir ini, kurang begitu antusias diberitakan media massa internasional.

Tetapi peristiwa serupa yang terjadi di Bali ini menjadi perharian luas media internasional, karena menewaskan puluhan warga asing.

"Reaksi keras dari kalangan internasional, khususnya AS dan Australia dapat dimaklumi, karena ada warga mereka yang tewas. Tetapi sangat tidak wajar jika mereka (AS dan Australia) serta-merta menuding Aqaidah sebagai pelakunya," ujar El-Shafii.

Lebih lanjut, pengamat terorisme itu mengemukakan, beda halnya, jika bom serupa terjadi di Pakistan atau Amerika Serikat, yang memungkinkan tuduhan tertuju kepada Alqaidah.

"Alqaidah memang telah menyatakan perang terbuka terhadap penguasa Pakistan dan Amerika Serikat. Karena itu, jika ada serangan bom di kedua negara itu, memungkinkan tudingan ditujuan kepada Alqaidah, meski bukan Alqaidah yang melakukannya," ujarnya.

"Indonesia, sejauh ini belum menjadi target Alqaidah".

Tentang sinyalemen adanya intelijen asing "bermain" dalam aksi bom di Bali, Dr El-Shafii juga mengesampingkan hal itu.

"Sinyalemen semacam itu bisa saja muncul. Namun, seperti saya katakan tadi, bahwa tidak mudah menuding pihak-pihak tertentu tanpa disertai bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis," katanya.

Diingatkannya, Pemerintah Indonesia sebaiknya tidak terjebak dalam sinyalemen dari kalangan yang serta-merta "mengkambing-hitamkan" Alqaidah sebagai pelaku bom di Bali.

Ia menganalogikan, jika Pemerintah Indonesia mengambil tindakan hanya berdasarkan sinyalemen-sinyalemen, maka dikahwatirkan timbulnya kesalahan kebijakan. Itu seperti tragedi 11 September di AS, di mana Alqaidah menjadi korban, meski hingga detik ini, AS belum mampu membuktikan pelaku sebenarnya.  Antara/pra
Sent: Monday, October 14, 2002 10:15 PM
Subject: RE: [RantauNet.Com] BOM di Bali

Assalamu�alaikum wr. wb.

 

Mereka itu (US citizen) kan lah diparingekan dek pamarentahnyo supayo indak bakunjuang ka Indonesia, malah tarakhir kali jumlah personil perwakilan US di Indonesia kadikurangi dek karano indak ado respon pamarentah dan �masyarakat Indonesia� untuak mamarangi teror, malah wapres bacuap-cuap indak ado teroris dinagari ko. Samantaro itu OBL dipuja-puja jadi pahlawan Islam, lah sajaleh tu tayangan OBL di Al-Jazeera manyambuik kaberhasilan WTC dikatokan juo AQ indak talibek, kini a juo lai, kok kabataruihkan juo Islam radikal tu yo tasarah surang surang se lah. Nan harapan ambo kok kaditaruihkan juo jan sampai dibaok pulo nagari awak.

Salam

 

St. bagindo Nagari.

 

 

Kirim email ke