Sesudah dibaca harap dihapus karena filenya besar sekali:

Minggu, 13/10/2002, 17:03 WIB
Bali Berkabung, Berlakukan Bendera Setengah Tiang
satunet.com - Gubernur Bali, Drs Dewa Beratha menyerukan kepada seluruh pimpinan instansi pemerintah baik sipil, militer dan Polri serta seluruh masyarakat Pulau Dewata untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.

Pengibaran sang saka merah putih selama tiga hari berturut-turut, 13-15 Oktober 2002 sebagai ungkapan tanda berkabung atas korban jiwa yang meninggal akibat ledakan bom, demikian surat seruan Gubernur Beratha, Minggu petang.

Dalam sebuah surat seruan yang dikirim kepada seluruh bupati dan walikota di Bali, Gubernur meminta agar hal itu diteruskan kepada warga masyarakat di daerahnya masing-masing.

Bali dilanda dua kali ledakan bom yang hanya berselisih lima menit pada Sabtu tengah malam (12/10). Ledakan pertama terjadi di kawasan wisata Kuta pada pukul 23.45 Wita, disusul di kawasan Niti Mandala Renon Denpasar.

Ledakan bom yang kedua di Kawasan Renon, Denpasar, hanya menggugurkan daun-daun pepohonan di pinggir jalan akibat goncangan yang cukup keras, tidak ada menelan korban jiwa.

Sedangkan ledakan bom di kawasan wisata Legian, Kuta hingga kini tercatat mengakibatkan 182 korban tewas dan 272 korban yang harus dirawat secara intensif, sebagian besar menderita luka bakar.

Mereka dirawat secara terpisah di delapan rumah sakit di kota Denpassar, namun sebagian besar ditampung Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Denpasar. [Ant/nes]

Minggu, 13/10/2002 15:45 WIB
Ledakan Bom di Bali
Fotografer: Budi Sugiharto

Ledakan bom terjadi di tempat wisata Legian, Bali, sekitar pukul 23.30 WITA, Sabtu (12/10/2002). Bom ini menewaskan 182 orang, mayoritas warga asing. Sementara aparat Labfor Mabes Polri terus melakukan investigasi di lokasi.


Dua orang anggota Brimob sibuk menjaga ketat lokasi ledakan Bom di Legian Bali.

231 Nama Korban Luka Bom Bali
Reporter : Suwarjono

detikcom - Denpas ar , Selain warga negara asing (WNA), banyak juga warga negara Indonesia yang menjadi korban bom di Bali. WNA yang paling banyak menjadi korban adalah warga negara Australia dan Inggris. Sementara korban dari AS yang menderita luka tercatat hanya 1 orang.

Dilaporkan jumlah korban yang menderita luka-luka dilaporkan 309 orang. Dari jumlah tersebut yang masih dirawat di sejumlah RS yang tersebar di Denpasar dilaporkan 241 orang. Dari 241 orang itu teridentifikasi sebanyak 231 orang.

Berikut nama-nama korban luka yang berhasil didata detikcom hingga pukul 16.25 WITA:

RSUP Sanglah

1.Ivan Paul Lawerson (Inggris),
2.Maryking (Inggris),
3.Tamie (Inggris),
4.Aaron (Inggris),
5.Liury (Australia),
6.Marion (Swiss) ,
7.Ryan James (Australia),
8.Michravc (Perancis),
9.Natali (Australia),
10.Brooke (Australia),
11.Ingrid Rymee (Jerman),
12.Tracy Ball (Australia),
13.Samantaa Wood Gate (Asutralia),
14.Leane Wood Gate (Australia),
15.Donna Richardson (Asutralia),
16.David Demosan (Australia),
17.Hilda (Norwegia),
18.Neil William (Australia),
19.Cuufa (Australia),
20.Frank (Jerman),
21.Fillau (Italia),
22.David (Australia),
23.Cristian (Afrika),
24.Chad Wood (Australia),
25.Acram Serta (Australia),
26.Lynly Auguenin (Australia),
27.Indrew (New Zealand),
28.Budiarta (Indonesia),
29.Widodo (Indonesia),
30.Gede Tanggal (Indonesia),
31.Putu Mardika (Indonesia),
32.Nisa (Indonesia),
33.Made Martin i (Indonesia),
34.Aldo,
35.Devy,
36.Wayan Suw ardana,
37.Pieter,
38.Racheal,
39.Julian (Jerman),
40.Kasper (Westerling),
41.Iin (Hongkong),
42.Glen Foster (Australia),
43.Agus Rusli (Lombok),
44.Inge (Surabaya),
45.Samuel (Australia),
46.Leanea (Australia),
47.Tila (Australia),
48.Julie (belum diketahui),
49.Tracy (tak diketahui)
50.Ross Keon (Australia),
51.Wayan Sumitra (Indonesia),
52.Kristel (tak diketahui),
53.I Gede Kidemen (Indonesia),
54.Artana (Indonesia),
55.Sri Wahyuni, (Indonesia),
56.Camilla (tak diketahui),
57.Antonius,
58.Adam,
59.Agustade,
60.Bastian,
61.Eka Peretama,
62.Budi Ardika,
63 Andreas,
64.Canbis,
65.Alit Margatini,
66.Dewi,
67.Iwan,
68.Anom,
69.Gede Budiyasa,
70.Bambang Suwito,
71.Cica,
72.David (Australia),
73.Stefen (Australia),
74.Graham (Inggris),
75.James,
76.Charles,
77.Vander (Perancis),
78.Finder (Perancis),
79.Mejer (Jerman),
80.Jesica (Swedia),
81.Mia (Swedia),
82.Jodish (Au stralia),
83.Antonius (Indonesia),
84.Charly (Australia),
85.Leane Boston,
86.Mina,
87.Miller (Inggris),
88.Jecky,
89.Rommi,
90.Adam Fanford,
91.Irson Summer (Australia),
92.Megan,
93.Rusli,
94.Him (Irlandia),
95.Mathen,
96.Supri,
97.Michael (Australia),
98.Hannes (Jerman),
99.David,
100.Phr (Australia),
101.Made Ardika,
102.Sabri,
103.Mister X,
104.Toni Vallas,
105.Mark Parker (New Zealand),
106.Julie Stevenson,
107.Andrew Crook (New Zealand)
108.Travis Barton (Australia)
109.Dale (Australia)
110.Paul Welfare (Jerman)
111.Julian (Jerman)
112.Ben Daris (Australia)
113.Berrit Meyer (Jerman)
114.Kylee Smith (Australia)
115.Ian Hamton (Inggris)
116.Samuel(Australia)

RS TNI AD

117.Aaron Rasson (Australia),
118.Cysen (Australia),
119.Yani (Indonesia),
120.Andrean,
121.Robson (Australia),
122.Mitth Ryan (Australia),
123.Adam (Australia),
124.Tissot (Swiss),
125.Suryanto (Indonesia),
126.Lina Marpaung (Indonesia),
127.Paul Hares,
128.Kamis,
129.Suaron,
130.Wayan Karan,
131.Rumbawa,
132.Hendriape (Denmark),
133.Sugiarta (Australia),
134.Louise,
135. Rachel Graffit (Inggris),
136.Nicole,
137.Leans Chreefe (Australia),
138. Aaftee(Australia),
139. Johan,
140.Kemiko Karda,
141.Kyoko,
142.Lanang Ngurah,
143.Simo Uref (Australia),
144.Sabri,
145.Sabri,
146.Nyoman Karma,
147.Wayan Suryani,
148.Kotimah,
149.Ben Kaliwae (Australia),

RS Darma Usada

150.Maria Antonete (Perancis),
151.Made Latri (Indonesia),
152.Hamid,
153.Hermin (Indonesia),
154.Janin (Indonesia).

RS Wangaya

155.Elisabeth (Norwegia),
156.Adam (Australia),
157.Kahobram (Jepang),
158.Santra (Inggris),
159.Endang (Indonesia),
160.David (Australia),
161.Richard (Kanada),

RS Puri Raharja

162.Izaack (Kanada),
163.Esa Martini (Swedia),
164.Leon (Afrika Selatan),
165.Julie (Australia),

RS Darma Yadnya
166.I Ketut Ardika (Indonesia),

RSUD Kapal

167.I da Bagus,
168.I Gusti Ngurah Artawan,

RS Surya Husada

169.Jacob Ryan (Australia),
170.Mile (Australia),
171.Kevin (Inggris),
172.Andrew (Australia),
173.Baird (Skotlandia),
174.Arnold,
175.Ayu Sila (Indonesia),
176.Widi (Indonesia),
177.Nur Indah (Indonesia),
178.Made Lanang (Indonesia),
179.Komang Sucita (Indonesia),
180.Ibu Rayeg (Indonesia),
181.Made Juni (Indonesia),
182.Keter,

RS Kasih Ibu

183.Lara,
184.Mulyana (Indonesia),
185.Katel (Inggris),
186.Gregory (Australia),
187.Scott (Australia),
188.Philip
189.Coronky (Australia),
190.Mike (New Zealand),
191.Paul (Australia),
192.Calvin (New Zealand),
193.Morgana (Amerika Serikat),
194.Jhon Morgan (Australia),
195.Cici (Indonesia),
196.Alexander (Indonesia),
197.Wine (Australia),
198.Doglan (Inggris),
199.Sophi (Kanada),
200.Lepenther (Australia),
201.Jefry (Kanada),
202.Oriti (Indonesia),

RS Prima Medika
203.Carren Smith (Australia),
204.Theresa Fox (Australia),
205.Nick (Inggris),
206.Melinda Kamp (Australia),
207.Kalingan (Yunani),
208.Saito (Jepang),
209.Brendan (Australia),
210.Don Swith,
211.Raghild (Norwegia),
212.Hilda (Norwegia),
213.Hanssen (Denmark),
214.Thostruz (Denmark),

RS Sos Medika

215.Morzon Karla (Peru),
216.Batra Julu (Peru),
217.Simas G Carlon (Brasil),
218.Games (Australia),
219.Ugate (Peru),
220.Pascal Tissoy (Swiss),
221.Kimona,
222.Jason,
223.Shopie (Kanada),
224.David (Australia),
225.Mathew (Australia),
226.Michael (New Zealand),
227.Richard Keane (New Zealand),
228.Daniel (Australia),
229.Anne (Inggris),
230.Willem (Belanda),
231.Luoida (Inggris).(iy)

Bom di Bali
Pariwisata Indonesia Mulai Lagi Dari Titik Nol

GATRA.com - PARIWISATA Indonesia, terutama di kawasan Timur Indonesia, mulai saat ini akan mengalami keterpurukan panjang dan harus "start" dari titik nol. Itu terjadi akibat dampak ledakan bom yang terjadi di Legian, Kuta, Bali, Sabtu tengah malam (12/10) jam 23:45 Wita yang menewaskan puluhan orang wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal serta melukai ratusan orang dan getaran akibat bom itu terasa hingga radius 12 kilometer.

Hal itu dikemukakan, Ketua Bidang Promosi dan Hubungan Luar Negeri DPD Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Berty Manu menjawab ANTARA menanggapi ledakan bom di Bali, di Kupang, Minggu.

Dunia mengetahui "primadona" pariwisata Indonesia adalah Bali, sehingga ledakan bom tersebut secara otomatis akan menurunkan citra kepariwisataan nasional. < BR>
Wisatawan mancanegara akan merasa tidak aman dan n yaman lagi ke Bali dan daerah pariwisata Indonesia secara keseluruhan.

Dampaknya, wisman yang sedang berada di Bali akan secepatnya meninggalkan daerah itu, sedangkan yang masih di negara asal namun sudah merencanakan ke Bali, akan mengalihakan perjalanan wisatanya ke negara pariwisata lainnya di dunia.

Selama ini, Bali adalah tujuan utama calon wisman berkunjung ke Indonesia, sehingga bila jumlah wiman ke Bali menurun drastis, maka jumlah wisman ke Indonesia juga akan turun.

Khusus pariwisata Kawasan Timur Indonesia, termasuk propinsi NTT, selama ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara yang terlebih dahulu mengunjungi Bali.

Artinya, bila kunjungan wisman ke Bali menurun, maka KTI juga tidak kebagian wisman.

Berty mencontohkan propinsi NTT, terutama daerah wisata Pantai Nembrala, Pulau Rote, Kabupaten Rote, NTT, selama ini wisman terbanyak ke objek wisata pantai dan berselancar adalah wisman asal Australia.

Peristiwa ledakan bom di Bali, justru korban terbanyak adalah wisman asal A ustralia yang menurut rencana hari ini pihak Negara Australia akan menyediakan penerbangan khusus untuk mengevakuasi seluruh warganya yang ada di Bali untuk kembali ke Australia.

Bila itu terjadi, maka NTT maupun KTI secara keseluruhan akan mengalami penurunan kunjungan wisman.

Berty menyarankan, lomba selancar internasional di Pantai Nembrala, Pulau Rote, 21 Oktober 2002, sebaiknya ditunda atau dibatalkan sama sekali.

Sebab, dampak ledakan bom di Bali akan mempengaruhi jumlah peserta selancar dan kualitas peselancar yang datang, sehingga tujuan promosi sulit tercapai.

Daripada membuang dana besar dengan hasil yang tidak pasti, lebih baik menunggu saat yang tepat baru kemudian lomba tersebut dilakukan, katanya.

Peka

Selama ini, Bali sebagai primadona pariwisata Indonesia sangat peka terhadap berbagai isu.

Isu apa saja dapat mempengaruhi arus kunjungan wisman ke Pulau Dewata tersebut. Seperti yang terjadi beberapa t ahun lalu mengenai isu "kolera" yang sempat menurunkan se cara drastis arus kunjungan wisman asal Jepang.

Pemulihannya dilakukan secara bertahap dan tenggang waktu lama. Sehingga peristiwa ledakan bom (12/10) yang menelan puluhan

korban jiwa dan ratusan korban luka itu pasti akan berdampak panjang terhadap sektor kepariwisataan Indonesia.

Kita harus mulai dari titik nol untuk menyakinkan kembali pangsa pasar wisatawan dunia serta menjamin keamanan dan keselamatan mereka agar tetap menjadikan Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di dunia, katanya.

Pekerjaan itu tidak mudah dan membutuhkan waktu lama serta dana yang besar.

Daerah pariwisata lain di Indonesia seperti Yokyakarta, Tanatoraja di Sulawesi Selatan serta Papua diharapkan lebih gencar melakukan promosi pariwisata agar wisman tetap mengunjungi Indonesia dengan cara berkunjung langsung ke daerah pariwisata alternatif selain Bali, katanya. [Dh, Ant]

 



Do you Yahoo!?
Faith Hill - Exclusive Performances, Videos, & more
faith.yahoo.com

Kirim email ke