Bakal rame karena bakal ada yang keberatan dengan alasan-alasan hantu.
 
 
Rabu, 16/10/2002, 13:36 WIB
AS Desak Indonesia Tindak Tegas Militan yang Terlibat Kasus Bali
satunet.com � Amerika Serikat mendesak Indonesia untuk menindak tegas militan Islam yang dipersalahkan atas peledakan bom di Bali yang menewaskan lebih dari 180 orang Sabtu lalu.

�Anda tidak dapat berpura-pura terorisme tidak ada di negara Anda,� kata Menlu AS Colin Powell dalam konferensi pers Selasa. Dia mengatakan pihaknya berharap serangan itu akan �mendorong tekad Indonesia untuk menghadapi ancaman seperti ini.�

Powell telah mengumumkan untuk memberikan AS$50 juta, sebagai paket bantuan anti-terorisme selama tiga tahun dalam kunjungan Agustus lalu ke Jakarta. Peristiwa ledakan di Bali kemungkinan akan membuat AS meningkatkan bantuannya kepada Indonesia untuk mencegah aksi teror.

Amerika Serikat pekan lalu telah mengingatkan bahwa Indonesia sudah menjadi tempat bagi teroris. Duta besar AS Ralph Boyce bertemu dengan Presiden Megawati, Selasa pekan lalu, meminta Indonesia untuk mengambil langkah menindak kelompok teroris, kata seorang pejabat senior AS yang tak bersedia disebut namanya.

Presiden George W Bush mengatakan Senin, dia berencana untuk berbicara dengan Megawati. �Saya berharap bisa mendengar jalan keluar dari seorang pemimpin yang mengakui bahwa bila teroris melakukan aksi di suatu negara, hal itu akan melemahkan negara itu sendiri,� kata Bush. �Sudah merupakan hal yang pasti dan penting untuk menemukan pembunuh sebelum mereka membunuh orang lain.�

Peristiwa pemboman di Bali mungkin juga akan memperkuat argumentasi pejabat Pentagon (militer AS) yang ingin menjalin kembali kerja sama dengan militer Indonesia --yang masih ditentang kongres karena militer Indonesia melakukan pelanggaran hak azasi.

�Ini merupakan yang pertama sekali dan penegasan paling kuat bahwa perang terhadap terorisme tidak lagi secara langsung ditujukan ke Timur Tengah atau Asia Selatan,� kata Kurt Campbell, seorang mantan penasehat Pentagon yang kini bergabung di Center for Strtegic and International Studies, sebuah organisasi non-partisan yang menganalisis kebijakan luar negeri AS. �Masalah hak-hak azasi dalam jangka pendek mungkin akan diabaikan oleh kepedulian terhadap keamanan nasional.� [AP/nes]

Attachment: snc.gif
Description: GIF image

Kirim email ke