15-10-2002 09:19 WIB
Pelukaan Bom Bali Pada Kemanusiaan Kita
Redaksi Yth,

Satunet.Com --Saya pernah baca buku tapi sudah lupa
judulnya yang menceritakan bahwa kepak sayap kupu-kupu
di Alaska akan membuat Tornado di Arizona. Penulis ini
sedang menggambarkan akumulasi efek, bahwa gerakan kecil
di suatu tempat berkat akumulasi akan membesar di tempat
lain.

Walaupun saya tikad mengatakan bahwa kejadian ledakan
bom di Bali itu sebangun dengan kepak sayap kupu-kupu di
Alaska tapi efek bencana yang ditimbulkannya akan sama
besar bila dikaitkan dengan teori akumulasi efek di
atas.

Pelukaan akibat ledakan bom di Legian, Kuta, Bali, Sabtu
tengah malam (12/10) yang menewaskan puluhan orang
wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal serta melukai
ratusan orang, tidak hanya terjadi pada korban-korban
yang bersimbah darah dan keluarganya.

Pelukaan yang sesungguhnya tengah tertuju kepada
pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia dan bahkan
mungkin sampai ke Asia.

Bagaimana pisau-pisau teroris itu merajam kehidupan
kita, lihat pada reaksi serta merta dari pelaku pasar di
bursa efek Jakarta. Investor yang panik tanpa
pertimbangan apapun kecuali menyelamatkan investasi
mereka dari kerugian segera melepas saham-saham yang
mereka pegang.

Jangan tanyakan efek pelukaan bom Bali ini pada
mata uang rupiah. Para wisatawan akan takut tinggal di
Indonesia dan dengan segala cara mereka harus kembali ke
negara masing-masing dan menjual rupiah mereka. Begitu
pula dengan investor asing yang menjual sahamnya di
Jakarta, yang kehilangan rasa aman akan lebih banyak
lagi yang melepas sahamnya.

Pembelian mata uang asing selain rupiah dan pelepasan
saham, tentu saja menyebabkan BI akan kebanjiran mata
uang sendiri. Logikanya bila pasokan membanjir dan
permintaan sedikit,
barang akan kehilangan harga fundamentalnya. Bila boleh
mengatakan bahwa di pasar uang, rupiah tidak lebih
sebagai komoditas maka ledakan bom di Bali itu menekan
mata uang kita tanpa ampun. Akibatnya bursa saham dan
pasar uang akan sangat menderita.

Dan para pelaku pasar yang melakukan panic selling atas
rupiah tidak hanya sekedar cerita pengantar tidur. Bila
pada perdagangan Jumat pekan lalu rupiah ditutup pada
Rp9.005/US$, pada pada Senin pagi pukul 08:25 WIB nilai
tukar langsung anjlok ke area Rp9.325/US$.

Efek lebih lanjut dari pelukaan bom ini tidak akan lama
lagi akan sampai ke rumah kita, saat saudara-saudara
kita yang terkait dengan industri pariwisata seperti
biro perjalanan dan hotel-hotel pulang ke rumah dengan
selembar surat PHK.

Setelah pemulangan ribuan tenaga kerja dari Malaysia dan
sekarang di tambah akibat kejadian di Bali, akan
seberapa besar lagi sumbangan angka pengangguran pada
statistik ketenaga kerjaan kita?

Dalam hati saya memang bertanya akan kemanakah Indonesia
ini akan menuju?

Terimakasih.



--------------------------------------------------------
------------------------
Evi Indrawanto
Sutera Gardenia V/22 Alam Sutera Serpong 15310





RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke