Assalaamu'alaikum wr wb

Point dari pemberitaan di bawah adalah umat Islam (yang dalam berita ini
adalah RKDK, bukan warga PK) yang bekerja dari awal dalam membantu korban
tidak dihargai bahkan umat Islam lah yang pertama dituduh sebagai pelaku
peledakan dengan menyebutkan Al-Qaidah lah, Jamaat Islamiyah-lah tanpa bukti
yang nyata. Saya melihat pada kasus ini umat Islam kembali dikorbankan dan
difitnah seolah-olah merekalah penyebab tragedi Bali. Kalau Mamak SBN tidak
setuju dengan tokoh Islam yang menuduh Bush, kenapa Mamak kelihatan setuju
saja kalau Al-Qaidah, Jamaat Islamiyah yang dituduh sebagai pelakunya,
padahal saat ini belum ada bukti yang nyata tentang keterlibatan mereka.
Malah yang ada adalah C4 yang dipakai dalam peledakan di Bali tersebut hanya
bisa didapatkan di Amerika, dan akal sehat tentu akan mendorong kita untuk
memiliki tuduhan kepada CIA dan agen-agen teroris Amerika lainnya.

Mengenai tuduhan tidak adanya kutukan dari PK dan partai-partai Islam
mengenai tragedi ini adalah tuduhan yang tidak berdasarkan fakta. Setahu
saya Republika Online tanggal 15 Oktober memuat pernyataan Presiden PK yang
menyatakan PK mengutuk aksi peledakan tersebut. Kalau hanya membaca Kompas
dan Suara Pembaruan saja yang notabene korannya orang Nasrani dan dari dulu
dikenal konduitenya yang tidak senang dengan umat Islam tentu saja
pernyataan tersebut tidak ada, apalagi saya lihat PK bukan partai yang suka
membayar wartawan agar dipublikasikan dan wartawan yang nggak suka minta
amplop kayaknya cuma ada di Republika saja.

Pemberitaan media barat yang sangat bias itu sangat jelas. Contohnya The
Asian Wall Street Journal pada Selasa menuliskan "Ministers blame Al-Qaidah"
di halaman pertamanya, padahal yang ngomong seperti itu hanya Matori saja
dan lebih merupakan pendapat kesiangan bolong untuk mendapatkan perhatian,
kenapa mereka menuliskannya seolah-olah semua menteri beranggapan sama?
Kalau kita menelan saja mentah-mentah pemberitaan seperti itu, yang ada
adalah hanya prasangka buruk saja kepada sesama kaum muslimin, padahal
sebagai seorang muslim kita selalu diminta untuk husnudzan (berprasangka
baik) kepada sesama orang Islam bukannya khusnudzan(berprasangka buruk)
seperti yang saya lihat dari posting-posting Mamak SBN selama ini.

Mudah-mudahan saya dan kita di sini bukanlah orang-orang yang mempunyai
prasangka buruk kepada saudara-saudaranya yang seiman pada Allaah.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Muhammad Arfian
[EMAIL PROTECTED]
Home: 044-861-0217
Mobile: 090-3909-5742

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=99435&kat_id=23

Republika Online
Selasa, 15 Oktober 2002  18:03:00

Presiden PK: Pernyataan Matori Tidak Proporsional

Kairo-RoL--Pernyataan politik Menhan Matori Abdul Djalil menyangkut
tragedi Bali, yang mengaitkannya dengan jaringan Al-Qaedah pimpinan
Usamah Bin Laden, menjadi sasaran kritik Presiden Partai Keadailan,
Hidayat Nur Wahid.

Pernyataan Menhan Matori soal ledakan bom di Bali itu tidak
peroporsional, karena tidak memiliki bukti apa pun, demikian pernyataan
Presiden PK, Hidaya Nur Wahid, kepada suratkabar berpengaruh di Timur
Tengah Al-Hayat, Selasa.

Nur Wahid dimintai tanggapannya lewat telepon jarak jauh berhubungan
dengan pernyataan kontroversial Menhan Matori yang secara
teranga-terangan menuding Al-Qaedah berada di balik tragedi Bali yang
menewaskan sekitar 200 orang, umumnya wisatawan manca negara.

Pernyataan politik Menhan Matori soal keterlibatan Al-Qaedah dalam aksi
teror di Bali itu menempati berita di halaman muka berbagai media massa
cetak dan elektronik Timteng pada Selasa.

Menurut Nur Wahid, Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mengambil
tindakan apa pun terhadap kelompok-kelompok Islam garis keras di
Indonesia, meski ada pernyataan tudingan Menhan Matori.

Beberapa kalangan kelompok Islam garis keras di Indonesia, seperti
Jamaah Islamiyah, Laskar Jihad, dan Front Pembela Islam, ditengarai oleh
AS, memiliki jaringan dengan Al-Qaedah pimpinan Usamah Bin Laden, yang
kini menjadi musuh utama Amerika Serikat.

Partai Keadilan, yang oleh Al-Hayat disebut sebagai partai Islam toleran
itu, mengutuk keras aksi serangan bom di pusat tujuan wisata utama
negeri kepulauan tersebut.

Di pihak lain, Pemimpin Spiritual Jamaah Islamiyah Abu Bakar Baasyir,
dalam perbincangan lewat telepon jarak jauh dengan harian yang sama,
membantah keras tudingan terhadap dirinya.

AS dan Autralia, sebagaimana dikutip media massa di Timteng, menuding
Jamaah Islamiyah pimpinan Basyir -- kelompok yang disebut oleh kalangan
internasional, berhubungan dengan Al-Qaedah -- merancang serangan bom di
Bali akhir pekan lalu itu.

Bantahan Baasyir menyangkut tudingan AS ini menempati berita utama pada
halaman muka harian yang sangat disegani di Timteng Al-Hayat, lengkap
dengan foto Baasyir saat berpidato yang dilansir Kantor Berita Inggris,
Reuters.

"Tidak pernah terlintas di benak kami untuk membunuh siapa pun, sebab
agama kami mengharamkan hal tersebut, dan kami senantiasa berpegang
teguh atas ajaran agama kami," ujar Baasyir menandaskan.

Ia mensinyalir, tudingan itu sengaja disebarkan AS dan Australia. Dua
negara itu, menurut media massa Timteng, meminta Pemerintah Indonesia
agar Baayir ditangkap untuk memojokkan Indonesia.

AS memang berupaya menjadikan Indonesia sebagaimana kasus Afghanistan,
yang pada gilirannya memperoleh legitimasi untuk mencampuri urusan dalam
negeri dan membentuk pangkalan militer di negeri ini, tambah Baasyir. 
Antara/ai

"Isy Kariman Aw Mut Syahidan"

----- Original Message -----
From: "Basri Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 17, 2002 4:57 PM
Subject: Re: [RantauNet.Com] Fakta yang sengaja di tutupi di bali


> Asalamu'alaikum wr.wb.
>
> Bagi saya posting ini aneh sekali, saya sendiri juga melihat di TV mereka
> yang berseragam biru melakukan evakuasi, sebagai muslim sangat saya hargai
> ikhwan-ikhwan itu. Salut untuk rekan-rekan PK kalau memang mereka itu dari
> PK, namun jangan lupa seorang muslim memang seharusnya yang menolong siapa
> saja dan pasti dia tidak mengharapkan namanya dan wajahnya dapat
publikasi.
> Soal pihak lain yang dapat nama hasil dari rekayasa seseorang, sangat
> mungkin. Kalau anda tidak salah sebutkan organisasi preman yang anda sebut
> itu sangat ahli dalam menghandle media massa. Sebaliknya PK sangat
> kedodoran, sampai hari ini saja saya belum melihat pengurus pusat atau
> wilayah PK yang mengutuk aksi pemboman itu, malahan sibuk bersama ABB
> menuding-nuding amrik sebagai pelaku, konyol kan. Aneh memang kawan kita
> yang membawakan lambang Islam ini, berbuat baik mau, dan itu ko, tapi
tidak
> mau mengutuk kejahatan artinya merestui kejahatan kemanusiaan itu.
> Sekarang kok malah mengugugat kenapa tidak disorot media. Sebagai muslim
> saya sedih dengan sedikitnya tokoh muslim yang mengutuk peristiwa ini,
> kebanyakan mereka sibuk mencari alasan bahwa si om bus yang berbuat
(mencari
> hantu disiang bolong), yang saya tahu hanya Hasyim Muzadi yang terang
> mmengutuk peristiwa itu.
> Salam
>
> St. Bagindo Nagari
>
> ----- Original Message -----
> From: "nila nila" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, October 17, 2002 2:29 PM
> Subject: [RantauNet.Com] Fakta yang sengaja di tutupi di bali



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke