Jumat, 18 Oktober 2002  16:56:00
Anggota DPR Menduga Alfaruk Agen CIA

Jakarta-RoL--Anggota Komisi I DPR Yasril Ananta Baharuddin menduga Umar Alfaruk adalah agen CIA. Ia disusupkan ke dalam gerakan-gerakan Islam di Indonesia untuk kemudian dijadikan awal dari upaya menggulung gerakan tersebut dengan tuduhan terorisme.

"Seharusnya ini disadari bahwa kita sedang dalam masa penghancuran oleh AS," katanya di Jakarta, Jumat.

Kecurigaan itu didasarkan pada proses hukum yang tidak sewajarnya terhadap Alfaruk. Ia ditangkap oleh aparat Indonesia lalu begitu saja diserahkan kepada pihak AS dalam satu operasi penangkapan yang misterius.

Hal lain yang juga janggal dan mencurigakan adalah kapasitas informasi Faruk yang kemudian dijadikan dasar bagi AS untuk menekan pemerintah Indonesia agar menindak tegas gerakan-gerakan Islam yang dituduh sebagai kelompok radikal.

Dugaan bahwa Faruk adalah orang yang telah dibina CIA untuk kemudian disusupkan ke dalam gerakan Islam di Indonesia juga didasarkan pada runtutan peristiwanya yang mengarah kepada skenario untuk 'menghabisi' tokoh-tokoh Islam.

"Faruk ini sudah seperti malaikat, apapun dan siapapun yang dikatakan akan menjadi dasar bagi aparat untuk menangkapi tokoh Islam," katanya.

Aparat dan pemerintah juga langsung kalap menangkapi mereka begitu tim pemeriksan Faruk tiba dari AS. Dijadikannya Baa'syir sebagai tersangka juga menjadi bukti bahwa pemerintah mendapat tekanan dari AS setelah AS mendapat informasi dari Faruk.

Padahal keterangan Faruk itu tidak benar dan sepihak. Keterangan sepihak itu sulit untuk dijadikan ukuran kebenaran.  Antara/pra

Kirim email ke