Assalamu’alaikum wr. wb.

 

Akibat dari teror bom di Legian, sangat complicated sakali, hanya ada sedikit celah buat MW dan HH untuk menyelamatkan NKRI ini, antaranya keberanian menerima penyelidik internasional, namun inipun akan ditentang nantinya oleh para chauvinis nasionalis dan agamis. Ambo lampirkan visi dari mamak kito Prof Dr. Achmad Syafii Maarif mudah-mudahan baguno.

Aceh kurang cerdik dalam mengurus “kepentingan mereka” dibanding Timtim sehingga sekarang terjebak dalam NAD dan kurang dapat simpati internasional. Visi Wimar tentang bom Legian mungkin juga dalam rangka pengalihan perhatian dari Aceh karena mereka punya hajat besar disana. Seandainya nanti akibat kelambana MW menangani pasca teror di Bali, akan timbul kesadaran tidak ada untungnya ikut terus persekongkolan NKRI, akan jadilah Bali next to Aceh.

Dampak ekonomi sudah jelas, kita akan semakin miskin, pemberantasan KK  (N=tidak mungkin diberantas) tidak signifikan, keamanan akan semakin parah.

What to do? Saya menyarankan tiap-tiap community kembali ke basic culturenya, develop untuk menegakkan HUKUM dan menegakkan ekonomi rakyat.

Untuak urang Minang, kami sudah mencoba memulai dengan idea Minang Inc, nan sayang masih balemak peak, maklum sajo urang minang, baa lai lanteh angan kasato basamo-samo. Kok leh lai caliaklah di biliak [EMAIL PROTECTED]  Ado saketek positif faktor disiko, mungkin berhasil asalkan dunsanak-dunasnak mau kembali memutar kincia-kincia dengan apppropriate.

Salam

 

St.Bagindo Nagari

 

 

 

 

Attachment: AhmadSyafiiMaarif.doc
Description: MS-Word document

Kirim email ke