wa'alaikum salam ww,
terima
kasih pak Arlen, kayaknya memang sudah mulai ada kesadaran bagi anak negri untuk
tidak terlalu percaya dengan berita indonesia sarang
teroris.
salam
-----Original Message-----
From: Arlen [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, October 22, 2002 3:59 AM
To: 'Rahima'
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [ikasbi] Bali Conspiracy Theory (believe it, or not)Assala mu'alaikum Wr.Wb.Ini ada kiriman dari seorang Sahabat kita yang cukup menarik juga untuk disimak and direnungkan sejenak.Mudah2an ada hikmahnya buat kita semua,semoga.............................Izinkanlah ambo mengucapkan,"Salamaik Manyambuik Bulan Suci Ramadhan,Mohon Ma'af Lahia Jo Bathin"kapado Sanak Saudaro ambo dimanopun barado diseantero dunia ko.Semoga sagalo Amal Ibadah kito ditarimo disisi Tuhan Yang Maha Kuasa nantinya,amiiiiin......................Wassalam,A St. Mudo.08127513066Bali Conspiracy Theory (believe it, or not)
1. Amerika menginginkan Maluku sebagai No Man's Land supaya
perjalanan dari pangkalan militer US di Filipina ke pangkalan
militer di East Timor tidak perlu melalui perairan Indonesia
(Sejak Gus Dur tidak mau pro US, maka amerika menganggap Indonesia
ada kemungkinan tidak pro US lagi)
2. Sebagai back up plan, Sulawesi Utara (Poso) dan Papua lebih
baik dimerdekakan juga
3. US tidak berani mengirim pasukan militer ke Maluku untuk
invasi,karena selain tidak ada alasan yang tepat, Navy Seal Team 6
yang paling jago di Asia pun masih takut dengan Kopassus dan Kopaska.
4. Mercenary disewa CIA untuk melancarkan psyco-war di Maluku
supaya ada pertumpahan darah di sana. Amerika belajar dari sejarah
Indonesia yang sangat mudah diadu domba pada jaman penjajahan
Belanda. Maka diadulah Islam dan Kristen di sana, padahal orang
Indonesia paling dikenal dunia sebagai masyarakat yang paling
toleransi beragama.
5. TNI ternyata berhasil menangani keadaan di Maluku dan
beberapa provokator (orang yang sama yang bisa tampil sebagai pendeta
pada hari ini, besok menjadi ustad)
6. Dengan ditangkapnya banyak mercenary (tentara bayaran) yang
menjadi provokator di Maluku, maka Operation No Man's Land bisa
dikatakan terancam gagal.
7. Strategi berikutnya adalah menuding Indonesia sebagai sarang
teroris, versi lainnya adalah Indonesia adalah sarang Al-Qaeda
(padahal Al-Qaeda sama sekali bukan teroris. Al-Qaeda adalah
pasukan khusus yang dibentuk CIA pada perang dingin untuk
menghalau
kekuatan Soviet supaya tidak masuk ke Afghanistan. Osama dan Al-
Qaeda ditelantarkan pada pasca perang dingin, mengakibatkan
mereka melawan Amerika)
8. Hamzah Haz berani mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada
teroris di Indonesia, karena memang tidak ada komplotan teroris
di Indonesia.
9. Kemerdekaan Maluku kian di ambang kegagalan, Amerika
memerlukan
alasan tepat untuk menurunkan pasukannya di Indonesia.
10. Karena memang tidak ada teroris di Indonesia, maka CIA
membayar
mercenary untuk melakukan teror di Indonesia dengan bom,
salah satunya yang di Bali kemarin (dengan bom C4)
11. Jika banyak teror bom di Indonesia dan pelakunya tak kunjung
ditangkap, maka US akan menuding TNI dan POLRI tidak dapat
menyelesaikan tugasnya dan butuh pasukan Amerika untuk membantu
menumpas teroris di Indonesia.
12. Dengan mendaratnya pasukan Amerika di Indonesia, maka orang-
orang Ibu Pertiwi yang menjaga keutuhan Indonesia akan
disingkirkan
dengan skenario orang-orang tersebut terlibat dalam terorisme
yang
terjadi di Indonesia.
13. Pemerintah Indonesia akan di-"bersih"-kan oleh US,
orang-orang
yang tidak pro US akan dikategorikan sebagai teroris atau
terkait
dengan Al-Qaeda (yang bukan teroris)
14. Skenario 1: Maluku, Papua, dan Sulawesi Utara akan tetap
dimerdekakan.
15. Skenario 2: Pemerintahan Indonesia akan dijadikan negara pro
US
dengan catatan bukan dalam negara kesatuan Republik Indonesia
lagi,
tapi terpecah menjadi negara Aceh, negara Riau, negara Sulawesi
Utara, negara Maluku, negara Papua, dan negara Republik
Indonesia
untuk mempersempit teritorial kelautan Indonesia yang kaya raya.
16. Apa pun skenarionya, jika berhasil maka:
a. perusahaan-perusahaan minyak Amerika bebas mengolah sumber
minyak bumi di laut Timor dan dengan aman membawanya ke Amerika
karena tiga titik strategis: East Timor - Maluku - Filipina
mempunyai pangkalan militer US
b. Australia tidak perlu takut jika kelak ada invasi dari
Indonesia
karena adanya pangkalan militer US di tiga titik tersebut, dan
mereka juga akan mengambil bagian dalam pengolahan minyak bumi di
Laut Timor.
17. Mohon diwaspadai bahwa Gerakan Islam Radikal itu tidak ada,
dan
Islam bukanlah teroris seperti yang diceritakan (dengan cara
cuci
otak) Israel kepada masyarakat dunia. Kebencian Israel kepada
negara-negara Islam dan negara-negara dengan mayoritas penduduk
beragama Islam adalah persoalan simpati terhadap Palestina (yang
ditakutkan akan membuka mata negara-negara lain yang non-muslim
untuk melihat kenyataan dan kemudian bersimpati juga kepada
gerakan
pejuang Palestina dan negara-negara Islam)
18. Israel masih berjuang keras untuk "membereskan" pejuang
Palestina dan simpatisannya di seluruh dunia demi penguasaan
sumber
minyak di Timur Tengah bekerja sama dengan Amerika Serikat
(konglomerat-konglomerat terkuat di Amerika adalah keturunan
Yahudi
yang mempunyai hubungan dengan tanah leluhurnya, bahkan orang
kunci/key person di militer, kongres, dan pemerintahan - serta
presidennya - adalah keturunan Yahudi)
19. Indonesia sedang dalam keadaan yang sulit, bagi kita yang
orang
awam dan sipil saja sudah terbayang betapa banyak urusan yang
harus
diselesaikan berkaitan dengan masalah ini, apalagi presiden kita.
20. Saya pribadi sudah senang mendengar banyak opini orang
Indonesia mulai menunjukkan kedewasaannya dalam menanggapi kisah
pemboman di Bali. Banyak yang sudah tahu kalau pemboman tersebut
bukan dilakukan oleh teroris lokal, melainkan permainan perang
intelijen.
21. Tidak ada yang bisa kita lakukan sebagai orang sipil untuk
menanggapi perang intelijen ini selain berdoa dan tetap
berkepala
dingin. Jangan terlalu percaya dengan provokasi apalagi
provokasi
yang datang dari mulut (sayang sekali) pemuka agama (yang
mungkin
pemuka agama gadungan)
22. Jangan cepat menuduh kegiatan anarkis atau terorisme
dilandaskan oleh agama tertentu. Tidak ada agama di dunia ini
yang
mengajarkan anarki dan teror. Di negara kita banyak sekali
kelompok
yang mengatasnamakan agama sebagai tameng, padahal kelompok
tersebut tidak beragama dan hanya dibayar oleh pelaku perang
intelijen untuk mencemarkan agama tertentu.
23. Marilah kita masing-masing kembali menjadi manusia Indonesia
yang seperti dulu, saling toleransi beragama, karena kita semua
tahu bahwa semua agama adalah baik. Seluruh umat tidak perlu
memeluk agama yang sama untuk masuk surga, dan tidak
perlu "menyelamatkan" umat lain dengan mengajak berpindah agama
untuk masuk surga. Mari kita ingat baik-baik bahwa semua agama
yang
menyembah Tuhan adalah baik, jalannya saja yang berbeda, tujuan
tetap sama.
24. Marilah kita ingat juga hanya karena sebab adu domba,
kita menderita selama 3,5 abad pada masa yang lampau. Jangan hanya
karena percaya pada provokasi kita dengan secepat itu mengambil
peran dalam korban-korban perang intelijen.
Dharmawan R
International Liaison Office
United Nations Assistance Mission in Afghanistan
Kabul
Afghanistan
Kabul Mobile: +93 (0)70281375
Kabul Tel: 2100724 6167 or 6871
International Tel: +39 083124 6167 or 6871
+1 212 9632668 ext.6167 or 6871
Jakarta Mobile: +62 81 8956086
Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
silakan lihat halaman web http://www.ikasbi.org
untuk mengirimkan email ke seluruh member Mailing List ini, kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

