Tak Ada Bukti Hambali Terlibat Aksi Bom di Legian Bali Denpasar-RoL--Tim investigasi gabungan Polri dan kepolisian mancanegara, hingga kini belum menemukan petunjuk tentang keterlibatan Imam Hambali dalam kasus peledakan bom di Legian, Kuta, 12 Oktober lalu. "Hambali memang menjadi buronan polisi, namun dalam kasus ledakan bom di Legian, belum ditemukan petunjuk tentang keterlibatan yang bersangkutan. Sama sekali kita tidak temukan itu," kata Brigjen Pol Drs Edward Aritonang, kepala penerangan tim investigasi kasus bom Legian, di Denpasar, Kamis. Sehubungan dengan itu, lanjut Edward, penelusuran atas tragedi "Malam Minggu Kelabu", tidak serta merta difokuskan kepada Iman Hambali, meski juga tidak akan dikesampingkan begitu saja. Ia mengatakan, selama ini Hambali memang menjadi buronan polisi, namun bukan atas dasar kasus Legian, melainkan karena adanya dugaan yang bersangkutan terlibat dalam aksi pengeboman di sejumlah daerah lain, di luar Bali. "Dia diburu karena ada dugaan kuat atas keterlibatannya dalam sejumlah aksi ledakan bom di beberapa daerah sebelumnya, bukan untuk yang kali ini di Pulau Dewata," ujar Edward, menandaskan. Menanggapi pernyataan beberapa anggota DPRD Kota Denpasar dan DPRD Bali yang menduga bahwa Amerika Serikat (AS) berada di balik aksi pengeboman di Legian, Edward mengaku bahwa pihaknya tidak mau berasumsi. "Polisi bekerja tidak atas dasar asumsi, melainkan berpedoman atas bukti, fakta dan data," ujarnya, dengan menambahkan, sejak penyelidikan kasus Legian dilakukan, banyak muncul asumsi lain yang model itu. Namun demikian, kata dia, yang namanya asumsi, tentu tidak begitu saja dapat diterima bulat-bulan oleh petugas yang melakukan investigasi, melainkan perlu dilakukan penelusuran dan pengkajian yang mendalam. Selain yang menuduh Amerika, ada juga yang mensinyalir keterlibatan organisasi tertentu seperti Al-Qaeda atau Jemaah Islamiah. "Namun semua itu kan hanya asumsi belaka, yang tidak ditunjang fakta, bukti dan data," kata Edward yang juga Wakaba Humas Polri. Ia menyebutkan, tim investigasi yang kini bergerak, senantiasa tidak akan mengedepankan suatu organisasi atau negara tertentu yang harus diselidiki dan dipelajari dalam upaya mengungkap si pelaku pengeboman. "Penyelidikan kita tidak terfokus pada suatu organisasi, atau apa istilah lainnya, melainkan kepada individu-individu atau perorangan yang terlibat dalam aksi biadab tersebut," uapnya, menjekaskan. Sehubungan dengan itu, kalau toh di 'luar sana' berkembang dugaan atau asumsi yang macam-macam, itu hanya akan dipergunakan polisi sebagai bahan pertimbangan atau masukan saja. "Setiap masukan, tentunya kita terima untuk kemudian dilakukan pengkajian secara lebih seksama. Dan bila nantinya dikuatkan oleh bukti-bukti, fakta dan data yang ada, siapapun mereka, tentunya akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," kata Edward, menegaskan. Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=101066&kat_id=23 |
Title: Republika Online : http://www.republika.co.id

