Walaikum Salam WW Hendaklah kita mengecek benar atau tidak suatu berita agar kita tidak menyalahkan suatu kelompok orang yang tidak pernah dilakukannya, seperti yang dinasehatkan oleh Allah;
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. 49:6)" Kita sebenarnya bisa mengecek benar tidaknya suatu berita, 1. Biasanya orang yang tidak punya niat baik untuk ketentraman masyarakat adalah gampang sekali menuduh orang lain berbuat tanpa didukung oleh bukti-bukti yang dapat diterima akal dan secara hukum seperti tuduhan teroris terhadap kelompok tertentu, tanpa didukung bukti yang kuat. 2. Suka sekali memprovokasi orang lain dengan memutar-mutar balikkan fakta dengan tuduhan macam-macam seperti tuduhan poros setanlah dan hal ini dalam kehidupan masyarakat tidak dapat diterima oleh etika manapun. 3. Suka memprovokasi untuk menciptakan ketidaknyaman dengan menghina kepercayaan umat lain seperti tuduhan syariat padang pasirlah atau syariat arablah...atau menghina nabi lah.. 4. Suka bertindak tidak adil dan zalim serta suka memaksakan kehendak. seperti sering berbicara atas nama demokrasi ketika kelompok FIS menang secara demokrasi di Aljazair, malah dengan tangan besi untuk menumpas dan membatalkan pemilu itu. Giliran orang lain punya senjata yang sama dengan kita, malah marah. Hak veto bukanlah suatu cara demokrasi. Lucu sekali ya?...kok dunia mau saja dibodoh-bodohin.... 5. Suka berprasangka buruk pada orang lain tanpa didukung oleh fakta yang dapat diterima akal. Kesimpulannya selalu memulai lebih dahulu untuk memprovokasi untuk menciptakan ketidaktentraman. Hendaklah kita menahan diri terhadap ucapan-ucapan yang hanya memecah belah kita dan ketidak tentraman dalam masyarakat. Alangkah baiknya kita mengikuti Nasehat Allah ini: Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: "hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (QS. 17:53) Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 4:148) Wassalamulaikum -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:rantau-net-owner@;rantaunet.com]On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: 25 Oktober 2002 15:37 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [RantauNet.Com] Mereka yang anti Islam Assalamualaikum wr.wb. Kalau penulis seperti Denny JA, Indra JP, koran seperti Republika dan Ketua Hizbut Tahrir mengatakan "Amerika motori..." atau 'belum tentu AlQaidah' dsb, tentu ada yang akan mengatakan 'tentu saja mereka membela Islam'. Bagaimana kalau yang mengatakan itu orang Amerika, orang Yahudi atau orang Katholik? Apa gerangan motif mereka? Coba kunjungi situs dibawah ini: www.whatreallyhappened.com www.rense.com www.zmag.com Beruntung kita sekarang ini bisa akses ke segala informasi lewat internet sehingga kita dapat mengetahui apa yang terjadi hari ini, kemarin, bahkan beberapa abad yang lalu dimana saja didunia ini. Tapi jangan lupa lihat: www.onejamaat.com Ini situs orang Islam. Kebetulan pemilik situs ini memberi ceramah tentang dajjal menurut versi Islam di Center kami (www.islam-australia.org) 2 minggu yang lalu. Salam, Abrar diOz(57) > Amerika Motori Pembentukan Opini Perangi Gerakan Islam > > Jakarta-RoL--Ketua Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto, > menilai pihak asing sengaja membangun opini dalam rangka memerangi > gerakan-gerakan Islam di dunia, dengan terus mengaitkan aksi-aksi > terorisme di sejumlah tempat dengan kelompok Islam garis keras. > > "Apa yang dikatakan sebagai terorisme global itu hanya kedok saja. > Maksud sesungguhnya adalah untuk memerangi gerakan Islam, karena paska > 'perang dingin', mereka menganggap Islam fundamentalis sebagai > ancamannya," katanya di Jakarta, Jumat. > > Penilaian tersebut dilontarkan menanggapi pernyataan Menlu Denmark yang > mengatakan fenomena meningkatnya gerakan Islam fundamentalis memiliki > kesamaan dengan gerakan Nazisme dan komunis yang pernah melanda Eropa. > > Pembentukan opini oleh pihak asing tersebut, katanya, dimotori oleh > Amerika Serikat yang memang mempunyai kepentingan-kentingan tertentu, > antara lain ingin menguasai kekayaan yang dimiliki negara Islam seperi > cadangan minyak. > > AS, katanya, beranggapan bahwa satu-satunya penghalang bagi mereka > untuk mencapai tujuan itu adalah gerakan Islam garis keras yang merka > sebut sebagai Islam fundamentalis. > > Karena itulah, lanjut Ismali Yusanto, sebelum gerakan Islam itu menjadi > besar maka AS berusaha memukul habis berakan itu, termasuk yang > sekarang ini terjadi Indonesia. > > "Lalu dibuatkan skenario mulai dari pelaku penghancuran WTC adalah > kelompok Al Qaeda sebagai kelompok terorisme meski tidak ada > bukti-bukti, yang pada akhirnya dikaitkan lagi dengan gerakan Islam > garis keras secara keseluruhan di manapun berada," katanya. > > Ismail mengaku mempunyai data-data dari pihak penerbangan bahwa tuduhan > AS mengani pelaku penghancuran WTC itu adalah teroris tidak masuk akal, > karena pesawat sekaliber Boeing 747 yang sengaja ditabrakkan ke Menara > WTC itu, beroperasi secara otomatis melalui sistem komputerisasi. > > "Jadi pesawat itu sudah diprogram dengan sendirinya sehingga bagaimana > mungkin pembajak bisa masuk ke dalam sistem operasional pesawat itu > kalau bukan orang-orang yang tahu sistem itu," katanya. > > Peristiwa pengeboman di Bali, menurut dia, juga tidak terlepas dari > skenario global yang sengaja diciptakan untuk menunjukkan seolah ada > bukti bahwa memang di Indonesia ada teroris. > > Dia menambahkan, kalau betul pelaku peledakan bom di Bali adalah > teroris maka perlu dipertanyakan apa motivasinya, karena akan lebih > masuk akal jika lokasi peledakan itu adalah instalasi milik AS. > > "Kalau memang pelakunya adalah terorisme dari kalangan Islam garis > keras, apa motivasinya meledakkan bom di tengah-tengah turis. Akan > lebih beralasan kalau misalnya bom itu diledakkan di kedubes AS," > katanya. > > Hal itu, katanya, menunjukkan adanya skenario besar untuk menekan > Indonesia secara psikologis, ekonomis, dan politik, untuk lebih tegas > terhadap gerakan Islam yang dianggap sebagai garis keras. > > "Jadi, kalau awalnya mereka menyatakan perang terhadap terorisme, maka > sekarang ini skenario mereka telah meningkat menjadi perang terhadap > gerakan Islam yang dianggap sebagai fundamentalis," katanya. > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

