Berita perusakan sekolah Islam di Australia adolah berita nan "sangaik Patuik" untuk di kaji.
Soalnyo manuruik berita BBC kamis 17-10-2002 jam 18.00WIB, tajadi pulo pelemparan BOM MOLOTOV terhadap Mesjid di Melbourne.
 
Ambo dari dulu sangaik khawatir dengan propaganda Asing yang Mengidentikkan Teroris dengan Islam.
Kini hasil propaganda itu alah mulai nampak kini.
Kalau masalah iko indak diduduakkan di Proporsi nan sabananyo, ambo khawatir lambek laun Urang Indonesia (muslim) nan ado di Lua nagari akan terancam keselamatannyo.
 
Wassalam
 
Puarman
 
-------Original Message-------
 
Date: Thursday, October 17, 2002 2:31:56 PM
Subject: [RantauNet.Com] Disesalkan, Perusakan Sekolah Islam di Australia
 
Inilah reaksi Barat yang slalu dibela oleh sebagian anak bangsa minang,
 
Kamis, 17/10/2002, 13:21 WIB
Disesalkan, Perusakan Sekolah Islam di Australia
satunet.com - Ketua Fraksi Nasional Religius Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Taqiuddin Mansyur menyesalkan tindakan masyarakat Australia yang merusak sokolah Islam di negara tersebut.

"Seharusnya sebagai bangsa dan masyarakat yang sudah maju tidak melakukan tindakan anarki tersebut," katanya menjawab wartawan di Mataram, Kamis.

Seperti diberitakan, perusakan sekolah Islam di Australia tersebut diduga sebagai aksi pembalasan atas tewasnya warga Australia pada peledakan bom di Bali.

Dikatakannya, itu reaksi yang kontradiktif, dan mungkin juga sebagai reaksi spontan dari orang-orang yang saat ini sedang menghadapi musibah.

"Untuk itu bangsa Indonesia termasuk Umat Islam tidak perlu bereaksi balik dengan melakukan hal yang sama," ujarnya.

Menurut Taqiuddin yang juta Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB, untuk menghindari ketegangan antara Australia dan Indonesia, maka kedua negara tersebut harus saling berkomunikasi.

"Tindakan pengeboman di Bali apa pun alasannya tidak dibenarkan baik dari segi agama, hak asasi manusia maupun agama manapun," tegasnya. (sam/ant)

 
____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

Kirim email ke