Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Berikut saya forwardkan laporan dari salah seorang staf KJRI Sydney
:
Wassalam,
 
Puarman (34)
======================================================

Isi Berita

Merujuk perihal pada pokok brafaks, dengan hormat kami laporkan hals
sebagai berikut;

Pada tanggal 26 Oktober 2002 sekitar pukul 09.00 pm waktu setempat,
Sdr. Fadly Jaya, WNI beralamat di Holdon Street, Lakemba, Sydney,
telah didatangi oleh 10 orang Australian Security and Intelligent
Organization (ASIO) dan Australian Federal Police (AFP) di tempat
tinggalnya. Kesepuluh petugas tersebut, berpakaian seragam tempur
lengkap dengan pistol di tangan, memaksa masuk ke dalam rumah dengan
tujuan memeriksa dan menginterogasi Sdr. Fadly Jaya yang diduga
memiliki keterkaitan dengan kegiatan Jamaah Islamiah. Mereka sama
sekali tidak memberikan ijin ketika Sdr. Fadly Jaya meminta waktu
untuk mengganti baju. Mereka tetap memaksa masuk dan bahkan siap
mendobrak pintu rumah dimana Sdr. Fadly Jaya dan isteri serta dua
anaknya yang masih kecil tinggal. Dengan mempertimbangkan agar
suasana tidak gaduh, Sdr. Fadly Jaya akhirnya bersedia membuka pintu
rumah.

Kesepuluh petugas ASIO dan AFP dengan serta merta tanpa menunjukkan
sepucuk surat perintah pun mulai menggeledah semua barang yang ada di
dalam rumah dan bahkan mengambil barang-barang seperti telepon
genggam, video, CD, dan semua jenis kertas yang ada. Menyusul
penggeledahan ini, mereka melakukan pula interogasi kepada Sdr. Fadly
Jaya dengan melontarkan sejumlah pertanyaan yang pada intinya
mengarahkan dan memaksakan bahwa Sdr. Fadly Jaya terlibat dalam
aktivitas Jamaah Islamiah. Terhadap interogasi ini Sdr. Fadly Jaya
menjelaskan bahwa dirinya memang pernah mengikuti pengajian umum yang
disampaikan oleh Abu Bakar Baasyir beberapa kali pada saat Abu Bakar
Baasyir berkunjung ke Sydney. Ketika itu pun ia masih menjadi anggota
CIDE (Centre for Islamic Dakwah and Education), organisasi pendidikan
dan pengajian yang didirikan oleh WNI di Sydney. Namun Sdr. Fadly
Jaya menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan sama sekali
dengan kegiatan Jamaah Islamiah.

Interogasi ini dilakukan pihak ASIO dan AFP selama hampir 5 jam,
hingga pukul 02.00 am, di depan isteri dan anak-anak Sdr. Fadly Jaya
yang penuh rasa ketakutan. Perlakuan mereka selama proses
penggeledahan dan interogasi dinilai Sdr. Fadly Jaya sama sekali
tidak adil dan cenderung semena-mena. Bahkan untuk ke kamar kecil
saja Sdr. Fadly Jaya harus diikuti sampai ke dalam. Interogasi ini
diakhiri tanpa ada penjelasan sama sekali dari pihak ASIO dan AFP
mengenai status Sdr. Fadly Jaya.

Sebagai bahan informasi tambahan, Sdr. Fadly Jaya telah tinggal di
Australia selama lebih kurang 9 tahun dan masih dalam proses
perolehan "permanent resident". KJRI Sydney belum dapat menghubungi
yang bersangkutan secara langsung, namun demikian Sdr. Fadly Jaya
telah menghubungi seorang pengacara setempat, Mr. Stephen Hopper,
untuk memperjuangkan hak-haknya.

Sydney, 30 Oktober 2002

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
H^Al-Rasyid
____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

Kirim email ke