|
Assalamu'alaikum wr. wb.
InsyaAllah ambo masih sapandapek jo sabagian komentar
Mamak awak tu. Paling tidak
Soal radikalisme di kalangan Islam, ia mengatakan hal itu sebenarnya
merupakan 'iklan' buruk bagi Islam sendiri, tapi hal itu juga muncul akibat
sikap aparat yang kurang tegas terhadap pelanggaran UU, bahkan polisi sendiri
sering bentrok dengan TNI.
"Saya sendiri menilai Perpu Antiteroris itu perlu untuk membekuk aksi terorisme di Tanah Air, tapi hal itu harus dikontrol oleh masyarakat, pers, LSM, dan DPR agar jangan disalahgunakan," katanya. Seandainya anda punya makalah beliau dalam seminar itu dan dibagi,
saya sangat berterima kasih sekali, kembali ke soal komentar pada pers, kan anda
yang mengajari saya supaya nggak mudah percaya pada pers yang kurang berualitas
karena suka memlintir pernyataan. Tolong diberi tahu dong dari korang mana
diambil.
Syukurlah baliau masih menyuarakan mayoritas muslim
indonesia, yang kebetulan moderat. Soal pesanan amrik, jelas saya tidak setuju
bila tanpa "bukti" (entah macam apa sih bukti yang diperlukan untuk teroris
yunior atau senior), yang saya justru tahu ABB telah mengkampanyekan islam
radikal sejak tahun 1970, terlepas setuju atau tidak dengan islam
radikal.
Sayang saya kurang mendapat info sejarah pada waktu
kapan sih islam radikal itu membawa kedamaian dan kemajuan dalam suatu komunitas
(bangsa dan negara).
Salam
SBN
|
Title: Maize
- [RantauNet.Com] Jangan Lagi Menangkap Tokoh islam Setelah... Nofendri T. Lare
- Re: [RantauNet.Com] Re:Jangan Lagi Menangkap tokoh I... Basri Hasan
- Re: [RantauNet.Com] Re:Jangan Lagi Menangkap tok... Nofendri T. Lare

