Title: Maize
Assalamu'alaikum wr. wb.
 
InsyaAllah ambo masih sapandapek jo sabagian komentar Mamak awak tu. Paling tidak
Soal radikalisme di kalangan Islam, ia mengatakan hal itu sebenarnya merupakan 'iklan' buruk bagi Islam sendiri, tapi hal itu juga muncul akibat sikap aparat yang kurang tegas terhadap pelanggaran UU, bahkan polisi sendiri sering bentrok dengan TNI.
"Saya sendiri menilai Perpu Antiteroris itu perlu untuk membekuk aksi terorisme di Tanah Air, tapi hal itu harus dikontrol oleh masyarakat, pers, LSM, dan DPR agar jangan disalahgunakan," katanya.
Seandainya anda punya makalah beliau dalam seminar itu dan dibagi,  saya sangat berterima kasih sekali, kembali ke soal komentar pada pers, kan anda yang mengajari saya supaya nggak mudah percaya pada pers yang kurang berualitas karena suka memlintir pernyataan. Tolong diberi tahu dong dari korang mana diambil.
 
Syukurlah baliau masih menyuarakan mayoritas muslim indonesia, yang kebetulan moderat. Soal pesanan amrik, jelas saya tidak setuju bila tanpa "bukti" (entah macam apa sih bukti yang diperlukan untuk teroris yunior atau senior), yang saya justru tahu ABB telah mengkampanyekan islam radikal sejak tahun 1970, terlepas setuju atau tidak dengan islam radikal.
Sayang saya kurang mendapat info sejarah pada waktu kapan sih islam radikal itu membawa kedamaian dan kemajuan dalam suatu komunitas (bangsa dan negara).
Salam
 
SBN

 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, October 30, 2002 5:07 PM
Subject: [RantauNet.Com] Jangan Lagi Menangkap Tokoh islam Setelah Ba'asyir

Asalamualaikum Wr, Wb.

 

Gimano angku SBN?? apo masih sapandapek jo Mamak kito nangko??.

 

 

Selasa, 29 Oktober 2002 23:12 WIB
Jangan Lagi Menangkap Tokoh islam Setelah Ba'asyir

SURABAYA--MIOL: Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif mengingatkan kepada pemerintah agar jangan sampai ada tokoh Islam lainnya yang ditangkap setelah pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ustad Abu Bakar Ba'asyir.
"Jangan sampai itu terjadi, kalau terjadi akan kita teriaki, kita tidak akan tinggal diam. Saya yakin Ba'asyir hanya dijadikan korban untuk memenuhi pesanan negara yang suka mendikte, siapa lagi kalau bukan AS," katanya di Surabaya, Selasa.
Syafi'i Ma'arif mengemukakan hal itu seusai berbicara dalam lokakarya nasional 'Indonesia Bersatu Menyongsong Era Global' yang digelar DPP Lembaga Pengembangan Potensi Nasional (LPPN) bersama Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) Pemprov Jatim.
Menurut Syafi'i indikasi ke arah penangkapan tokoh Islam setelah ustad Abu Bakar Ba'asyir hingga kini belum ada, namun hal itu telah menjadi keresahan di kalangan tokoh Islam dan pesantren di Indonesia, kendati keresahan itu belum seberapa meluas.

Kirim email ke