Ass. ww, dari Milis sabalah, awak cuma mancaliak dari isinyo tapi masalah bana atau tidak sourceno atau kopi paste awak iyo indak tahu doh. Tapi bagi awak nan dibaco adolah isinyo.
wassalam -----Original Message----- From: Ronald P Putra [mailto:ronald.p.putra@;db.com] Sent: Tuesday, November 05, 2002 5:35 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [surau] Barat dan Kegamangan Pribadi Muslim Barat dan Kegamangan Pribadi Muslim Oleh Ardi Muluk *) http://www.hidayatullah.com/modules.php?name=News&file=article&sid=85 Ada suatu cerita menarik dari seorang kolega saya ketika dia berkunjung ke salah satu negeri di Eropa yang dikatakan sebagai salah satu negara maju. Dalam masa kunjungan dinasnya tersebut dia ditemani dengan seorang mahasiswa PHD Indonesia yang mempunyai nama yang Islami. Sang kolega tersebut sangatlah senang sekali dalam kunjungan pertamanya tersebut bisa diantar kesana-kemari oleh teman sebangsa dan seiman. Ketika tibanya waktu Jum'at sang mahasiswa mengantar sang kolega ke mesjid terdekat untuk melaksanakan sholat Jum'at. Tetapi yang menjadi pertanyaan sang kolega adalah ketika sholat sedang berlansung sang mahasiswa hanya menunggu di luar tidak melaksanakan sholat Jum'at. Sesudah sholat dilaksanakan sang kolega bertanya dengan sopan, "Maaf saya tidak tahu kalau anda tidak sholat, saya salah sangka dengan nama anda". Sang mahasiswa menjawab, " Ah tidak masalah, anda tidak salah sangka saya memang muslim kok, saya memang sudah tidak sholat lagi". "Oh ya, memangnya kenapa?", tanya sang kolega. "Buat saya tidak ada gunanya sholat, coba kita lihat orang-orang di sini, mereka tidak ada yang sholat, tetapi mereka teratur, bersih, antri, tidak ada pencurian, coba lihat di Indonesia, 90 % mereka muslim dan umumnya mereka sholat, tapi korupsi di mana-mana, kacau-balau, pencurian dan perampokan terjadi tiap hari, percuma saja sholat tidak ada gunanya". "Oh begitu ", jawab sang kolega tanpa bisa bilang apa-apa, karena kenyataan yang dipaparkan sang mahasiswa memang begitu adanya. Kegamangan Muslim Kesilauan terhadap kemajuan negara maju, dan negara barat umumnya terjadi pada hampir setiap pribadi muslim, karena pada kenyataannya pada saat sekarang ini umat Islam memang sangat jauh ketinggalan di segala bidang dibandingkan umat non-muslim, dan dalam hal ini notabene barat sebagai acuan. Kesilauan ini bisa kita lihat pada pertemuan-pertemuan, seminar-seminar, di media masa bahkan para dosen ketika memberikan kuliah akan sangat bangga bercerita tentang pengalaman mereka ketika berada di Amerika, Eropa, atau Australia. Para pendengar, mahasiswa ataupun masyarakat umum biasanya akan takjub mendengar cerita tentang bagaimana majunya negara-negara barat tersebut dan persaan sebagai orang kalah pun tak dapat terelakkan lagi. Bahkan seorang teman yang notabene pendakwah Islam karena saking takjubnya bilang bahwasanya system di negara-negara barat tersebut merupakan system yang sangat Islami. Kesilauan terhadap menara kemajuan barat tersebut menghadirkan keguncangan pada kepribadian muslim. Hasilnya adalah kepribadian-kepribadian muslim yang mencoba mengacu ke barat sebagai referensi. Kita bilang bahwa kita muslim, tetapi setiap acuan yang kita pakai bukanlah Al-Qur'an dan Hadits. Kita lebih bangga mengacu kepada Freud, Darwin, atau Stephen R Covey. Bahkan kita sampai pada taraf menyalahkan agama kita sebagai penyebab segala kekacauan, tanpa mempertanyakan sudah sampai sejauh mana Islam sebagai suatu pedoman hidup diterapkan dalam kehidupan umat, dan juga tidak melihat apa sebenarnya penyebab keteraturan yang tercipta dipermukaan di negeri-negeri barat. Pada kenyataannya yang memberikan keteraturan dalam masyarakat adalah penegakkan sistem. Sistem dalam definisi keilmuan manajemen adalah interaksi antara komponen-komponen untuk mencapai suatu tujuan. Barat mendasarkan sistem mereka dengan kapitalisme yang berindukkan kepada sekularisme. Sistem kapitalisme menyatakan bahwasanya masyarakat adalah merupakan objek yaitu komponen-komponen yang harus dijaga dan diawasi dengan ketat yang mana tujuannya akhirnya adalah kekayaan materialisme. Agar sistem tersebut tidak jatuh dan proses ekonomi tetap berlangsung, maka komponen-komponen tersebut perlu dipuaskan dan diatur. Maka kalau kita lihat kenapa di negara-negara barat, Australia misalnya, tidak banyak maling? Karena secara sistem mereka sudah mengatur orang-orang yang pengangguran dan tidak mampu akan diberi subsidi oleh pemerintah. Sehingga taraf hidup minimal individu dapat dipenuhi. Lebih jauh lagi sistem keamanan, jumlah polisi yang banyak dan dengan kamera pengawas (surveilance camera), ada di mana-mana. Denda dan hukuman yang tinggi untuk melakkukan kesalahan diterapkan. Sehingga orang tidak mau melakukan kesalahan karena takut akan dihukum dan didenda. Penerapan sistemlah yang menyebabkan barat bagaikan sebuah menara tinggi yang menyilaukan dan umat muslim bagaikan jauh berada di bawahnya. Umat Islam yang mana ideologinya adalah Islam itu sendiri tidak mendapatkan tempat untuk menerapkan ideologi mereka sebagai suatu sistem. Pada kenyataannya ketika sistem mereka tidak berjalan,-- salah satu contohnya kejadian di suatu daerah pertokoan di Sdyney listrik padam, kamera pengawas mati, dan tidak ada petugas keamanan di dekat daerah tersebut-- perampokan langsung terjadi di daerah itu. Kejahatan, pembunuhan dan perampokan pun masih sering terjadi ada atau tidak ada sistem yang mengawasi. Jawaban kenapa terdapat kegamangan dalam pribadi-pribadi seorang Islam, bahkan kehilangan kebanggaan akan segala sesuatu yang berbau Islam adalah tidak adanya sistem yang mewakili Islam sebagai ideologi, yang menerapkan Islam di dalam setiap sendi kehidupan seorang Muslim. Bagaimana kita mau makan yang halal sementara gaji kita diambil dari bank yang menerapkan riba. Bagaimana kita mau menutup mata sementara maksiat dibiarkan dimana-mana. Bagaimana mungkin masyarakat hidup makmur sementara kekayaan alam yang diberikan oleh Allah SWT dikuasai hanya segelintir orang karena penerapan sistem ekonomi kapitalis. Pola pikir kita, cara hidup kita, pendidikan kita di Indonesia boleh dibilang sangat sama dengan negara-negara Barat. Karena semua sistem yang kita terapkan itu diambil dari sistem negara-negara Barat. Yang membedakan kita dengan barat adalah identitas kita sebagai muslim. Kita tidak sadar kalau selama ini kita dibesarkan dengan sistem barat tapi kita mempunyai identitas Muslim. Maka menjadi suatu yang absurd ketika identitas muslim kita dibandingkan dengan suatu sistem yang terimplementasi. Ketika suatu sistem yang terimplementasi, yang terlihat bukan lagi identitas individu tetapi adalah individu sebagai representasi dari sistem tersebut. Sebagai contoh ketika seseorang yang terbiasa buang sampah sembarangan di Jakarta, ketika dia sampai di Singapura, dia akan menjadi seseorang yang membuat sampah pada tempatnya sesuai dengan aturan yang diterapkan di Singapura. Oleh karena itu perlu kita membedakan individu sebagai suatu identitas kepribadian dengan individu sebagai wakil dari suatu sistem. Apabila kita ingin membandingkan identitas individu seorang muslim, perlu kita membandingkan dengan identitias individu penganut kapitalis. Kalu kita ingin membandingkan suatu negara yang bersistem kapitalis sekuler dengan Islam, haruslah dengan negara yang menerapkan sistem Islam secara murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw, dan dicontohkan oleh para Khilafur Rasyidin. Kenyataan di Barat Lebih jauh lagi, dengan penerapan sistem kapitalis yang sudah sedemikian ketatnya di negara-negara barat, tidaklah menjamin ketenangan jiwa para penganut sistem tersebut. Sebagai salah satu contohnya, laporan Biro Pusat Statistic Australia (Australian Bureau of Statistic), bahwa sejak 20 tahun terakhir (1979 s/d 1999) terdapat sekitar hampir 40.000 orang yang mati bunuh diri di Australia. Angka 40.000 merupakan angka yang cukup tinggi. Apakah mereka bunuh diri karena kemiskinan? Tidak, karena dalam jangka waktu tersebut Australia sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Alasan mereka bunuh diri yang tertinggi adalah karena diputuskan oleh kekasih mereka, lalu yang kedua adalah kehilangan pekerjaan, dan kemudian persoalan dalam keluarga. Kalau kita lihat dan analisa, alasan-alasan diatas merupakan alasan-alasan yang sangat sepele dan penyebabnya tidak kurang tidak lebih dari tidak adanya ketenangan jiwa. Contoh lainnya, walaupun jalan sudah dibikin sudah lebar-lebar, highway ada dimana-mana, peraturan lalu-lintas sedemikian ketatnya, tetapi hilangnya nyawa dalam kecelakaan tetap tinggi.Dan apa penyebabnya? Setelah di teliti, faktor utama sebanyak 80 % penyebab kecelakaan di jalan raya adalah karena alkohol (Laporan Road Traffic Authority Australia 2001) Islam Sebagai Alternatif Barat Dalam kenyataannya barat sedang menderita dalam keheningan mereka, keringnya rohani, materialisme, homoseksualitas, dan alcoholisme, tidak bisa mengantarkan mereka kepada ketenangan. Salah seorang naturalis Profesor Richard Dawkins Oxford University mengomentari kehidupan barat (ABC news 10 September 2002) sebagai berikut, "Kita (Barat) menuju kepada kehancuran, hilangnya nilai-nilai keluarga, perceraian, individualisme, materialisme, dan homoseksualitas akan memusnahkan peradaban kita". Salah satu kecenderungan masyarakat di negara-negara barat saat ini adalah memilih Islam sebagai suatu jalan hidup mereka. Menurut SBS News, Islam sekarang menjadi agama yang pertumbuhannya paling cepat dibandingkan agama lain, tidak hanya di Amerika, tetapi juga di Eropa dan Australia. Sekarang bisa kita lihat, banyak ditemui bule-bule muslimah berkulit putih, bermata biru yang pakai jilbab atau penutup kepala. Gema Islam sebagai salah satu alternatif pola kehidupan di barat tidak dapat lagi dibendung pada saat sekarang. Buku-buku Islam laris bak kacang goreng. Kajian-kajian Islam makin lebih sering diadakan sejak peristiwa 11 September dan lebih-lebih lagi sejak peristiwa pemboman di Bali. Sungguh suatu yang sangat menakjubkan, dari sekian banyaknya cercaan, makian dan serangan terhadap Islam dan umatnya, keingintahuan orang terhadap Islam makin bertambah, dan tidak menghentikan keinginan sebagian orang untuk memeluk agama ini. Sungguh merupakan suatu ironi dengan melihat fenomena tersebut, dari satu sisi sebagian dari komunitas masyarakatbbarat mencoba berkehidupan yang Islami, sementara kita sebagian dari kita muslim mencoba meniru peradaban dan cara berfikir barat yang sekuler!. Sesungguhnya Islam itu Rahmatan Lil Alamin. Kegamangan kita terhadap Islam disebabkan kesalahan kita dalam berpola fikir yaitu kita menjadikan Islam sebagai bahan perbandingan tetapi tidak menjadikannya sebagai landasan berfikir. Kesalahan tersebut berlanjut ketika kita menganalisa permasalahan umat, sehingga menjadikan Islam sebagai akar penyebab kesalahan umat. Karena pada umumnya umat Islam dibesarkan dengan sistem yang diambil dari barat, maka pada umumnya umat Islam mempunyai landasan berfikir yang mengacu ke nilai-nilai yang dikeluarkan Barat. Pola pikir Barat dan identitas Muslim tidaklah menghasilkan suatu individu berkepribadian Muslim. Sudah saatnya sebagai seorang muslim kita mempunyai kepribadian Islam, yang berpikiran berdasarkan Islam, bertingkah laku berdasarkan Islam, bertindak dan berbicara berdasarkan Islam. Wallahu Alam Semoga Allah menunjuki kita kepada jalan kebenaran. Amin *). Penulis adalah Mahasiswa Doktoral, Engineering Management Department University of Technology Sydney, Australia -- This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you are not the intended recipient (or have received this e-mail in error) please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in this e-mail is strictly forbidden. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Sell a Home with Ease! http://us.click.yahoo.com/SrPZMC/kTmEAA/jd3IAA/vbOolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ MUTIARA HADIST "Pada setiap malam, Allah Tabaraka wa Ta'ala turun kelangit dunia, ketika malam tinggal tersisa sepertiga terakhir, lalu berfirman, 'Siapakah yang berdo'a kepadaKu, lalu Aku kabulkan do'anya! Siapakah yang meminta kepadaKu, lalu Aku berikan permintaannya! Siapa yang meminta ampunan kepadaKU, lalu Aku ampuni dia! (HR. Muslim) ======================================================================== Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

