Assalamu'alaikum wr.wb.
Sanak Madahar, sanak Nofendri sarato sanak Budi Kurniawan.
Postingan sanak Madahar walaupun copy, namun isinyo sangaik madalam dan
paralu dikunyah dek awak sadonyo, paliang tidak manuruik ambo inti masalah
tamasuak akar teroris barasa dari siko.

1. > Bahkan seorang teman yang notabene pendakwah Islam karena saking
takjubnya bilang bahwasanya system di negara-negara barat tersebut merupakan
system yang sangat Islami.

SBN
Dalam urusan masyarakat (dunia) kita harus belajar sunatullah atas alam,
karena sejak 1000 tahun yl. masyarakat di negeri muslim menyetop kajian ini,
otomatis tertinggal dan komunitasnya mandek alias tidak menjadi lebih
sejahtera.

> Kesilauan terhadap menara kemajuan barat tersebut menghadirkan keguncangan
> pada kepribadian muslim. Hasilnya >adalah kepribadian-kepribadian muslim
yang > mencoba mengacu ke barat sebagai referensi. Kita bilang bahwa kita
muslim,
> tetapi setiap acuan yang kita pakai bukanlah Al-Qur'an dan Hadits. Kita >
lebih bangga mengacu kepada Freud, Darwin, >atau Stephen R Covey. Bahkan
kita > sampai pada taraf menyalahkan agama kita sebagai penyebab segala
kekacauan,
> tanpa mempertanyakan sudah sampai sejauh mana Islam sebagai suatu pedoman
> hidup diterapkan dalam kehidupan umat, >dan juga tidak melihat apa
sebenarnya > penyebab keteraturan yang tercipta dipermukaan di negeri-negeri
barat.

SBN
Just as simple, mereka lebih maju ilmunya dalam sunatullah, karena yang
namanya ilmu itu adalah rakhmat dan karunai dari Allah SWT, bagi yang gigih
dan berjihad mengejarnya Dia janjikan akan mendapat dariNya, tidak peduli
kulit putih atau berwarna, sholat atau tidak, mengucapakan kalimah syahadat
atau tidak. Saya rasa disini ada kekeliruan pikir dan ini tertangkap
imbasnya dalam ketidak mampuan muslim membedakan antara kejahatan atas
kemanusiaan dan perjuangan. Wacana kemanusiaan "islam" relatif kering dari
studi akibat dipasungnya kebebasan berpikir dengan berbagai alasan.
Sehingga kandungan syariah yang hasil pemikiran manusia muslim dijadikan
sebuah kebenaran yang tidak boleh ditinjau, akbiatnya itulah keterbelakangan
fikir dan ujungnya kekalahan.

> Agar sistem tersebut tidak jatuh dan proses ekonomi tetap berlangsung,
maka  komponen-komponen tersebut perlu dipuaskan dan diatur. Maka kalau kita
lihat  kenapa di negara-negara barat, Australia misalnya, tidak banyak
maling? Karena secara sistem mereka sudah mengatur orang-orang yang
pengangguran dan tidak mampu akan diberi subsidi oleh pemerintah. Sehingga
taraf hidup minimal individu dapat dipenuhi. Lebih jauh lagi sistem
keamanan, jumlah  polisi yang banyak dan dengan kamera pengawas (surveilance
camera), ada di  mana-mana. Denda dan hukuman yang tinggi untuk melakkukan
kesalahan  diterapkan. Sehingga orang tidak mau melakukan kesalahan karena
takut akan  dihukum dan didenda.
SBN
Sebuah contoh sunatullah atas sosial yang pas, pertanyaan kalau pakai baju
Islam apa kan berbeda.

Penerapan sistemlah yang menyebabkan barat bagaikan sebuah menara tinggi
yang menyilaukan dan umat muslim bagaikan jauh berada di bawahnya. Umat
Islam yang mana ideologinya adalah Islam itu sendiri tidak mendapatkan
tempat untuk menerapkan ideologi mereka sebagai suatu sistem.
SBN
Tepat sekali, yang bayak mengaku ummat sekarang justru sangat enggan
menggali dan mengembangkan system, mugkin juga akibat lampunya 5 watt, perlu
ganti bohlam. Contoh konkrit yang bisa dilihat di milis ini ialah keengganan
peserta untuk membicarakan sebuah system untuk menopang masa depan anak dan
kemenakannya, maunya hanya bicara mau mambangkik batang tarandam, minang
center of excellecence, minang dulu supplier tokoh2 nasional dan
internasional, semuanya "what to" dan kalau sudah "how to" cigin nan banyak.
Pantas sekali kalau dulu ada yang bilang urang minang. itu kayak ummat islam

> Jawaban kenapa terdapat kegamangan dalam pribadi-pribadi seorang Islam,
bahkan kehilangan kebanggaan akan segala sesuatu yang berbau Islam adalah
tidak adanya sistem yang mewakili Islam sebagai ideologiIslam sebagai
ideologi, yang menerapkan  Islam di dalam setiap sendi kehidupan seorang
Muslim.
SBN
Islam sebagai ideologi? pendapat ini kan baru, berasal dari wahabi, sayyid
quthub, al banna. Enak memang membuat ideologi yang berbasiskan agama, para
pemuda/pemudinya akan sangat gampang mengorbankan nyawa mereka demi ideologi
itu, tapi pakah itu yang jadi makna dari islam? ntar dulu mari kita kunyah
kembali.

> Lebih jauh lagi, dengan penerapan sistem kapitalis yang sudah sedemikian >
ketatnya di negara-negara barat, tidaklah menjamin ketenangan jiwa para >
penganut sistem tersebut. Sebagai salah satu contohnya, laporan Biro Pusat
> Statistic Australia (Australian Bureau of Statistic), bahwa sejak 20 tahun
> terakhir (1979 s/d 1999) terdapat sekitar hampir 40.000 orang yang mati >
bunuh diri di Australia. Angka 40.000 merupakan angka yang cukup tinggi. >
Apakah mereka bunuh diri karena kemiskinan? Tidak, karena dalam jangka waktu
> tersebut Australia sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
> Alasan mereka bunuh diri yang tertinggi adalah karena diputuskan oleh >
kekasih mereka, lalu yang kedua adalah kehilangan pekerjaan, dan kemudian >
persoalan dalam keluarga. Kalau kita lihat dan analisa, alasan-alasan diatas
> merupakan alasan-alasan yang sangat sepele dan penyebabnya tidak kurang >
tidak lebih dari tidak adanya ketenangan jiwa.
SBN
Ketenangan jiwa? penduduk ranah minang lebih tenang jiwanya dari yang di
oz?, indak babaun tunjuk tu mah. Argumentasi orang barat tidak tenang
jiwanya sedangakan yang di ina, tim-teng, afrika lebih tenang jiwanya,
adalah khotbah OMONG KOSONG oleh para dai dibawah tempurung.
Ada yang mau ngungsi ke ina, tim-teng, afghanistan sekarang? nol koma nol,
kalau boleh ngungsi ke ausie saja pasti berbondong-bondong, jadi jangan
munafik lah.
Sementara sekian dulu,

Salam

SBN




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke