Sabtu, 9/11/2002 00.04 WIB

Maidir Harun: Umat Islam Jangan Emosional


Padang, mimbarminang.com - Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. H. Maidir Harun, M.A., menghimbau segenap umat Islam untuk tidak emosional menyikapi berbagai persoalan yang tengah menimpa beberapa tokoh Islam belakangan ini, termasuk yang dialami Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba�asyir.

�Sikap emosional tak akan menyelesaikan permasalahan yang terjadi, bahkan justru hanya akan merugikan umat Islam sendiri,� ujar Maidir Harun ketika berbincang-bincang dengan Mimbar Minang di kantornya, Jumat (8/11/2002) kemarin.

Ditegaskan Maidir, apa yang dialami Ba�asyir maupun tokoh Islam lainnya seperti Ja�far Umar Thalib dan Habib Riziq Shibab, bukanlah upaya untuk memojokkan umat Islam, melainkan hanya kelompok tertentu. �Kalau Ba�asyir dan yang lainnya dipojokkan, lalu disebut sebagai upaya memojokkan Islam secara keseluruhan, generalisir semacam itu jelas salah. Sebab, kelompok seperti Ba�asyir dan yang lainnya itu hanyalah sebagian kecil dari umat Islam di Indonesia. Jadi belum mewakili sebagian besar umat Islam,� jelasnya.

Namun demikian, kata Maidir, bukan berarti sebagai umat Islam kita tidak ikut prihatin dengan �musibah� yang menimpa Ba�asyir dan yang lainnya itu. Hanya saja keprihatinan itu tidak boleh diperlihatkan secara emosional, membabi buta, tanpa melihat persoalannya secara jernih. Menurutnya, sikap yang paling tepat ditunjukkan umat Islam Indonesia adalah mendukung upaya pemerintah menegakkan supremasi hukum, termasuk kasus Ba�asyir.

Maidir khawatir, bila ternyata Ba�asyir dan tokoh lainnya itu benar-benar terbukti bersalah, sementara kita (umat Islam) membelanya mati-matian, hal itulah yang dapat memojokkan umat Islam. �Kalau hal itu terjadi, AS dan negara barat lainnya dengan mudah akan langsung mengklaim bahwa Islam itu memang teroris,� ujar Maidir.

Dalam kasus Ba�asyir ini, Maidir melihat ada indikasi pihak tertentu yang sengaja memancing emosi umat Islam. Tujuan bisa bermacam-macam, politik, ekonomi ataupun agama. �Sekali lagi, kalau kita terpancing dan bersikap emosional, maka umat Islamlah yang akan rugi,� tambahnya.

Kepada segenap tokoh umat Islam, ia mengajak agar perbedaan pandangan sesama umat Islam tidak dijadikan sebagai permusuhan, tetapi bersaing secara beradab dan fair. �Caci maki dan permusuhan sesama umat Islam, hanya akan semakin mengecilkan keberadaan umat Islam di Indonesia ini,� tuturnya.(jas)

Kirim email ke