Pemurnian Ibadah Kepada Allah
Oleh   M Yusuf Harun  *)

Kita hidup di dunia ini mau ke mana dan untuk apa? Kedua pertanyaan ini hendaklah 
selalu kita ingat dan kita carikan jawabannya agar kita dapat memanfaatkan kesempatan 
hidup di dunia ini sebaik-baiknya.

Hidup di dunia ini ibarat mimpi. Kita akan menuju kehidupan yang kekal dan abadi, 
yaitu kehidupan akhirat. Setiap kita pasti akan mati, mau ataupun tidak mau. Mati 
tidak dapat diingkari oleh semua manusia. Hanya saja, tidak ada diantara kita yang 
tahu kapan dan di mana akan mati.

Untuk itu, hendaklah kita memahami dengan benar apa yang menjadi tujuan hidup kita. 
Tidak banyak waktu tersedia bagi kita.  Sudah berapa persen waktu yang diberikan 
Allah,  kita pakai untuk ibadah?

Ingat!  Tujuan hidup kita itu hanyalah untuk beribadah (menghambakan diri) kepada 
Allah.  Firman-Nya, �Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah 
kepada-Ku�   (QS  Adz-Dzaariyaat: 56).

Ibadah adalah tujuan dan hikmah diciptakan-Nya jin dan manusia di dunia.  Maka, jika 
ada jin dan manusia tidak beribadah ( menghambakan diri) kepada Sang Khaliq, yang 
telah menciptakannya, menghidupkannya, mengurus keperluannya, memenuhi segala 
kebutuhannya, berarti dia telah keluar dari fitrah keberadaannya
Ibadah adalah �dharurat al-hayat�, kebutuhan utama dalam hidup. Hidup tanpa ibadah 
(penghambaan diri) adalah kosong,  hampa, sia-sia,  dan tidak ada artinya.

Ibadah (penghambaan diri) kepada Allah, Rabb kita, adalah konsekuensi logis dari 
penciptaan kita. Karena itu, tidak ada yang berhak dengan segala macam ibadah 
(penghambaan diri) yang kita lakukan kecuali Allah semata. Para rasul telah menyeru 
kepada kaumnya, �Beribadahlah kepada Allah saja, sekali-kali tiada sembahan yang hak 
bagimu selain-Nya� (QS Al-A�raf: 59), dan pada ayat lain dinyatakan, �Beribadahlah 
kepada Allah saja, dan jauhilah thaghut itu�  (QS An-Nahl:  36)
Taghut adalah segala yang disembah dan dipertuhankan selain Allah. Dengan demikian, 
kita harus memusatkan dan memurnikan ibadah (penghambaan diri) kita kepada Allah.

Salat, zikir, �shaum�, zakat, nazar, dan membaca Alquran merupakan perangkat ibadah 
yang diperintahkan kepada kita. Namun, ibadah tidak terbatas pada hal-hal ini saja. 
Melainkan, meliputi segala aktivitas yang kita lakukan, baik lahir maupun batin, yang 
disenangi dan di ridhai oleh Allah.

Ada dua syarat agar aktivitas kita terkategori sebagai ibadah. Pertama, ikhlas, 
bersihkan diri kita dari segala macam unsure syirik.  Jangan sampai kita menghambakan 
dirikepada Allah sekaligus juga menghambakan diri kepada lain-Nya.  Ada dua noda yang 
bisa mencemari ibadah kita, yakni �syirik akbar� dan �syirik ashghar�.  �Sirik akbar� 
membatalkan semua bentuk ibadah.  Sedangkan, �syirik ashghar� hanya membatalkan ibadah 
tersebut, bukan rangkaian ibadah lainnya. Namun, aktivitas yang kita inginkan sebagai 
ibadah itu hanya sia-sia belaka, bahkan membahayakan bagi kita sebagai pelakunya. 
Dalam salah satu hadis qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman, �Aku adalah Rabb yang 
paling tidak dapat menerima syirik (persekutuan). Barang siapa melakukan suatu amal 
dengan mempersekutukan-Ku, maka Kutinggalkan dia dan amal yang dipersekutukannya itu�

Kedua, aktivitas yang kita lakukan sebagai ibadah tersebut hendaklah mempunyai dasar 
tuntunan dan tidak melanggar aturan yang ditetapkan oleh Allah. Bila aktivitas yang 
kita lakukan dengan niat ibadah kepada Allah, tetapi tidak mempunyai dasar hukum atau 
tuntunan, aktivitas itu tidak akan diterima Allah sebagai ibadah. Apalagi, jika 
aktivitas tersebut melanggar aturan dan ketentuan-Nya. Rasulullah bersabda, �Barang 
siapa menjalankan suatu amalan yang tidak ada dasar perintahnya dalam agama kita, maka 
amalannya itu tertolak�

Jadi ikhlas dan amal shalih adalah sebuah konsekuensi dari syahadat kita �Laa ilaaha 
illallah Muhammadar Rasulullah�

*)  Kolom �Hikmah�  harian Republika, Rabu, 13 Nov. 2002, hal.1, kol. 3 � 6 � atas 
kerja sama kantor atase agama  Kerajaan Arab Saudi.






RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke