|
Yusuf Amalazi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Habieb Rizieq dari Laskar Jihad Sabtu kemarin menelepon George W Bush
"Mr. Bush, setelah berdiskusi dengan staf saya, kami memutuskan untuk berperang dengan anda".
Dengan sedikit geli, Bush balik nanya "Boleh saya tahu berapa tentara darat anda?"
"Saya, anak saya si Hasmi ama si Hasan, ditambah tetangga saya keluarga Basri, plus kelompok Remaja Masjid Darul Ulum, jadinya ada 15 orang"
Bush menjawab "Efyei (FYI-red) kami punya 100 ribu infanteri siap tempur dan ada 900 ribu lagi tersebar di seluruh dunia, bagaimana?"
Habieb (sedikit ragu) "Sebanyak itu? Wah saya harus ngomong dulu sama Pak Basri, I'll call you soon".
Hari Minggu, Habieb menelepon lagi : "Mister, perangnya jadi, kami akan mengerahkan traktornya Pak Dulah dari RT 6, sama 5 phanter punyanya Koperasi"
Bush : "Perlu diingat, untuk kendaraan darat, kami puny a 1500 tank anti rudal dan 3500 light-hoover untuk reaksi cepat"
Habieb "Walah banyak bener, besok ane telepon lagi, ya"
Senin Habib menelepon lagi "Pak, perangnya tetap jalan, kemarin temen-temen dari Paguyuban Nelayan Cirebon, sudah mau gabung dengan tongkang-tongkang mereka"
Bush (mulai kesel) "Pak Habib, kami punya 50 kapal induk, 300 kapal selam, 2000 freegat, hampir 5000 jet tempur dan plus 50.000 marinir. Jadi kalau anda akan menelepon lagi, itu adalah yang terakhir dan tidak ada peringatan dari saya lagi. Anda akan kami anggap Afghanistan kedua!"
Habieb "Sabar, sabar, saya telepon lagi besok. Anda sih nggak ngomong punya armada sebesar itu"
Tadi pagi Habieb menelepon Bush lagi "Mister perangnya batal"
Bush (menahan senyum) "Boleh saya tahu kenapa?"
Habieb "Saya udah kordinasi sama semua Ketua LP se-Indonesia, kesimpulannya kita gak punya dana untuk ngasih makan sejuta lebih tawanan. Bule lagi!"
|