Sanak Marven, Sejak sebelum merdeka indonesia itu sudah sarat dengan konspirasi, karena itu uud yang dihasilkan para konspirator jepang itu tidak pernah bisa menjawab kebutuhan bangsa ini. Sekarang setelelah diamendmen masih saja dipanggil uud45, begitulah bangsa yang sangat menyukai pseudo logic. Ada sebuah pseudo logic yang sangat kuat, bila seseorang telah menjadi ulama, maka dia tidak mungkin salah, tidak boleh ditangkap walaupun menghasut, itulah yang kejadian dengan abb, banyak sekali konspirator besar dan kecil "berpartisipasi" untuk membebaskan dia, kemuadian menyusul amrozi dkk. Mereka itu barisannya sangat kuat, contoh ialah a.t. yang nggak bakal jatuh dari kursi ketua dpr karena dia seorang muslim?, seorang kahmi?, seorang icmi? entahlah. demikian pula dengan aturan masyarakat, akan dibuat semakin kompleks dan muskin dari akal sehat.. salam
SBN ----- Original Message ----- From: "Marven" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, November 18, 2002 12:53 PM Subject: RE: [RantauNet.Com] Perna Selamatkan ''Wajah'' Ramadhan di Sumbar > Pak Hasan, memang Pak Kapolri banyak dikritik dg dengan cara seperti itu, > kok aneh sekali, malah Kapolri dituduh sbg aktornya. Saya juga heran > melihatnya. Dia mengklarifikasi bahwa suasana santai itu diperlukan untuk > mengkorek keterangan sebanyak-banyak dari ybs. Tapi polisi punya metode > sendiri dalam menanganinya, dg memendam emosi yang ada pada Kapolri. > > -----Original Message----- RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

