Sanak Basri, memang benar apa yang dikatakan oleh Sanak itu bahwa seorang
ulama tidak mungkin tidak pernah salah. Tapi kita harus melihat dari sisi
format standar yang diberlakukan oleh hukum. Bahwa hati kecil kita
mengatakan bahwa ada keanehan dalam kasus ABB ini. Mulai bagaimana
pembentukan opini, proses yang janggal dalam penangkapan Al Faroug dan
pengekstradisiannya dan informasi yang diperoleh darinya sbg dasar
penangkapan ABB. Proses pemindahan paksa beliau dari RS saat sakit, saya
bukan melihat dari seorang ulama (orang sakit kok dipindah paksa?). Apakah
hal itu dilakukan sama terhadap aktor2 dalam kasus Maluku yang jelas-jelas
memulai perang, teror dan membantai orang -orang sedang shalat Id hanya
karena Tuhan mereka Allah Swt, begitu pula dg kasus Poso (nggak enak juga ni
membangkit luka lama).  Kok ada perlakuan aneh begini ?. Sanak sendiri
bagaimana memandang terhadap aktor2 dibalik Maluku dan POso dan kasus Wawah
di Sumbar itu?

Kalau kasus Amrozi sendiri saya masih meragukan bom yang dibuat oleh dia dan
hasil penemuan jenis bom oleh polisi yang berubah-rubah.

Wassalam

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Basri Hasan
Sent: 18 Nopember 2002 16:50
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Perna Selamatkan ''Wajah'' Ramadhan di
Sumbar


Sanak Marven,

Sejak sebelum merdeka indonesia itu sudah sarat dengan konspirasi, karena
itu uud yang dihasilkan para konspirator jepang itu tidak pernah bisa
menjawab kebutuhan bangsa ini. Sekarang setelelah diamendmen masih saja
dipanggil uud45, begitulah bangsa yang sangat menyukai pseudo logic.
Ada sebuah pseudo logic yang sangat kuat, bila seseorang telah menjadi
ulama, maka dia tidak mungkin salah, tidak boleh ditangkap walaupun
menghasut, itulah yang kejadian dengan abb, banyak sekali konspirator besar
dan kecil "berpartisipasi" untuk membebaskan dia, kemuadian menyusul amrozi
dkk. Mereka itu barisannya sangat kuat, contoh ialah a.t. yang nggak bakal
jatuh dari kursi ketua dpr karena dia seorang muslim?, seorang kahmi?,
seorang icmi? entahlah. demikian pula dengan aturan masyarakat, akan dibuat
semakin kompleks dan muskin dari akal sehat..
salam

SBN

----- Original Message -----
From: "Marven" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, November 18, 2002 12:53 PM
Subject: RE: [RantauNet.Com] Perna Selamatkan ''Wajah'' Ramadhan di Sumbar


> Pak Hasan, memang Pak Kapolri banyak dikritik dg dengan cara seperti itu,
> kok aneh sekali, malah Kapolri dituduh sbg aktornya. Saya juga heran
> melihatnya. Dia mengklarifikasi bahwa suasana santai itu diperlukan untuk
> mengkorek keterangan sebanyak-banyak dari ybs. Tapi polisi punya metode
> sendiri dalam menanganinya, dg memendam emosi yang ada pada Kapolri.
>
> -----Original Message-----



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke