Menyempurnakan kiriman berita dari sanak Yoel, ambo format ulang beritanyo supayo lamak dibaco.
Hal-hal nan sarupo iko patuik kito renungkan, karano iko bukanlah sesuatu nan kebetulan atau indak sangajo.
Wassalam,
 
Puarman
===================================================

Teroris Indonesia di Video Game

Sumber : Hitman2 - Hardware Zone

 

detikcom - Jakarta,Agak-agaknya, Barat memang sejak lama melihat sosok Indonesia sebagai negeri yang berbau terorisme. Sebuah game yang dirilis Eidos mencitrakan satu sosok penjahat adalah teroris berdarah Minangkabau.

 

Game itu adalah �Hitman 2.� Produsennya adalah perusahaan software game AS, Eidos Entertainment. Game ini telah dirilis sejak Maret tahun ini dalam versi Xbox dan menyusul versi PC-nya.

 

Dalam game tersebut, player bertindak sebagai anggota grup antiteror. Ada 6 tokoh yang wajib mereka. Setiap player yang ingin memenangkan game ini wajib menumpas habis ke 6 tokoh dunia kejahatan tersebut.

 

Mereka antara lain Don �Anguillo� Gulliano (mafia Sisilia), Rinat Rumyantsev (Eks KGB), Masahiro Hayamoto (pedagang senjata), Abdul Bismilah Malik (pemimpin suku radikal di Kunduz), Dalit (pemimpin keagamaan) dan Charlie Sidjan (teroris internasional).

 

Nah, sosok Charlie Sidjan inilah yang dikarakterkan berdarah Minangkabau. Ia dicitrakan adalah penjahat yang memanfaatkan kebangkitan TI Malaysia sebagai sarana mengeruk duit tak halal dari banyak perusahaan di dunia.

 

Berikut uraian karakternya yang dimuat dalam situs hitman2.com.

�Charlie Sidjan dari suku Minangkabau. Sejak usia belasan tahun sudah terlibat tindak kriminal. Ia kabur ke Singapura setelah diketahui polisi terlibat peredaran narkotika. Saat ini ia berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia dan menggunakan kecanggihan teknologi dan kemampuannya untuk membangun perusahaan hacker.�

 

Tak tahu apa yang menjadi dasar pemilihan tokoh ini. Yang jelas, gara-gara mengambil karakter seenaknya, Eidos pernah kena batunya. Suku Sikh di India protes karena sosok Dalit yang ada di �Hitman 2� itu dinilai menghina karakter budaya Sikh. Apalagi, background pertempuran dalam game itu mirip dengan Golden Temple, tempat suci orang Sikh.

 

Gara-gara protes ini, Eidos sampai harus merevisi �Hitman 2.� Mereka menghapus penamaan Dalit dan hanya menyebut sosok itu �Tokoh Keagamaan.� Mereka juga berjanji mengganti karakter itu dengan karakter lain dan tak akan sembrono lagi dalam pembuatan game lainnya di masa mendatang.

 

Wah, apa jadinya jika orang Indonesia ikut protes?

 

==================================================

 

 

Soal Game Berbau Rasis

Tokoh Minang Siap Tuntut Eidos

Reporter : Teguh Budi Santoso

 

detikcom - Jakarta,Eidos, perusahaan software game yang melansir �Hitman 2� rasanya bakal tambah dipusingkan akibat produknya itu. Usai protes Suku Sikh selesai, kini warga Minangkabau mempertimbangkan untuk melakukan protes serupa.

 

Adalah Fahmi Idris, anggota MPR yang juga Penasihat Yayasan Gebu Minang mengungkapkan hal ini. Fahmi yang tengah berada di Mekkah ketika dihubungi detikcom mengungkapkan warga Minangkabau akan sangat terganggu bilamana betul salah satu teroris yang digambarkan dalam game tersebut benar dari suku Minangkabau.

 

�Oh, tentu hal itu sangat menganggu. Sangat merusak sekali. Kita, warga Minang akan meminta karakter itu dihapus dan kalau perlu kita tuntut,� ujar Fahmi, Selasa (19/11/2002). Fahmi berjanji akan segara menggalang warga Minang untuk menindaklanjuti kasus ini sepulang dari Mekkah.

 

Menurut Fahmi, walau hanya sekadar hiburan game, namun pencitraan karakter teroris sebagai orang suku Minangkabau sebagai tindakan sembrono. Langkah itu dinilai mendiskreditkan suku tertentu. �Sama sajalah, apakah mereka mau George W. Bush (presiden AS) digambarkan sebagai teroris,� ungkapnya.

 

Fahmi melihat bahwa saat ini, pihak Barat telah mulai memberi cap seenaknya bagi suatu kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan aspek lainnya. �Mereka biasa menggambarkan sosok teroris orang Islam, Arab kemudian diperluas lagi Sikh dan sekarang malah Minangkabau,� kata Fahmi.

 

Fahmi boleh jadi benar. Soalnya, setengah dari 6 karakter penjahat yang ada dalam game �Hitman 2� memang mewakili gambaran itu. Tokoh teroris itu antara lain Charlie Sidjan (teroris asal Minang), Abdul Bismilah Malik (pemimpin suku di Kunduz) dan Dalit (pemimpin agama Sikh).

 

Bila warga Minang jadi melakukan protes, maka hal itu akan menjadi yang kedua yang diterima Eidos berkaitan game �Hitman 2.� Sebelumnya, 35 perkummpulan suku Sikh melancarkan protes akibat karakter dalit yang dituduh menghina suku Sikh. Gara-gara protes ini, Eidos meminta maaf dan menghilangkan penamaan Dalit dalam produk selanjutnya.

�Hitman 2� sendiri diluncurkan sejak Maret 2002 silam dan tersedia untuk dimainkan melalui PC, Xbox ataupun Playstation 2. �Hitman 2� berkategori M alias untuk orang dewasa.

 
____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

Kirim email ke