http://www.republika.co.id/propinsiDet_detail.asp?prop_id=10&id=104333&kat_id=132

Pencemaran Pantai Sumbar Cukup Mengkhawatirkan

Padang -RoL--Tumpukan sampah terbawa arus laut sepanjang bibir pantai Sumatera Barat cukup banyak sehingga mengakibatkan pencemaran pantai pada tingkat mengkhawatirkan.

Ketua Kelompok Surfing Ombak Air Manis (OAM Club), Jarot mengatakan, mengatakan pencemaran sampah didalam laut dan sepanjang bibir pantai Sumbar cukup mengkhawatirkan.

"Terlalu banyak sampah yang terbawa arus laut kemudian di sepanjang bibir pantai menumpuk sampai yang menggunung sehingga menganggu kenyamanan malakukan kegiatan berbau maritim," ujarnya.

Menurut dia, sampah-sampah yang terbawa arus laut tersebut sangat beragam mulai dari sampah plastik sampai ke sampah organik seperti kayu, batok dan pelepah kelapa. Ia mengatakan, sampah plastik bisa mengakibatkan kerusakan mesin tempel perahu nelayan akibat tersangkut pada baling-baling mesin.

Sementara sampah organik yang terdiri atas kayu, batok dan pelepah kelapa bisa merobek jala dan jaring yang ditebar nelayan disepanjang pantai. Tidak hanya merugikan nelayan, Jarot, yang telah menjajal kehebatan ombak berbagai daerah pesisir pantai Padang, Pariaman, Pasaman dan Pesisir Selatan dengan papan selancarnya sering terluka akibat tergores kayu.

"Tumpukan sampah yang terbawa arus tersebut tidak hanya meresahkan dan memecah konsentrasi ketika menaklukkan ombak bahkan bisa menembus papan selancar yang terbuat dari fiber," ujarnya.

Ia menambahkan, bila papannya selancarnya telah "bocor" jelas susah untuk memakainya sehingga harus diperbaiki lagi dengan cara menambalnya. Hal serupa juga dikemukan Koordinator Pemuda Peduli Air Manis, Anto Baret, meski tiap minggu telah membersihkan bibir Pantai Air Manis sepanjang 1 km namun dalam hitungan jam sampah akan kembali menumpuk.

Banyaknya sampah yang terbawa arus ke Teluk Kawasan Wisata Malin Kundang tersebut katanya akibat banyak masyarakat yang tinggal disepanjang pantai Sumbar tidak peduli dengan keberadaan laut.

"Mental masyarakat yang belum siap memahami pentingnya laut menunjang kehidupan masa kini dan masa datang penyebab utama pantai menjadi tong sampah," ujarnya.

Kekecewaan Anto yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kec. Padang Selatan tersebut semakin mendalam ketika mendapati minimnya perhatian dan kepedulian Pemda dan instansi terkait terhadap keselamatan hayati laut.

Siapkan Kader Anto Baret dengan aksi panjaga pantai (Boy Wacth) bersama 90-an anggotanya tiap hari Minggu turun guna melakukan gotong royong membersihkan sampah disepanjang Pantai Air Manis.

"Bersama pemuda daerah sekitar Air Manis, 'boy wacth' bertekad menjadikan Kawasan Wisata Malin Kundang menjadi pantai yang bebas dari sampah," ujarnya.

Ia menambahkan, tidak hanya mebersihkan sampah "boy wacth" juga membekali dan membenahi mental masyarakat setempat terhadap pentingnya laut dan menjaga kebersihan kawasan wisata tersebut.

Sementara Jarot bersama AOM Club yang beranggotan 23 orang telah mengajak beberapa anak nelayan yang masih berumur dibawah sepuluh tahun untuk belajar surfing.

Menurut Jarot, anak-anak nelayan yang sudah akrab dengan laut sangat potensial untuk menjadi atlet surfing karena memahami karakter arus laut dan menguasai renang dengan baik.

"Kedepannya OAM Club berharap pesurving cilik yang juga anak nelayan setempat akan menjadi tuan rumah olahraga selancar sekaligus bisa menghasilkan uang dengan menjadi atlet dan mengajarkan kepada pengunjung," ujarnya


======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================




_________________________________________________________________
Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*. http://join.msn.com/?page=features/featuredemail


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke