Assalamualaikum,

Mak Buyuang yth,

Kata orang ini adalah bulan ramadhan, bulan penuh berkat, bulan
penuh hikmat, saya jadi bertanya pada sendiri, apa iya bulan
penuh rahmat ini berlaku juga pada warga RN? Sekarang coba mak
Buyuang buka lagi postinganya Rarach yang memicu "geregatan"nya
warga RN, selain "menghujat" (menurut saya, ungkapan yang sangat
represive), Rarach juga menuliskan tentang "membeli kambing"
bukan? Disitu ada pro dan kontra yang kalau mau dipikirkan lebih
cermat berisi sisi positif dan negatif.  Yang membuat saya
prihatin adalah, seluruh reaksi yang di berikan kepada Rarach
sejak kemarin, hanya membesar-besarkan sisi negatifnya saja.
Hingga saya buat counter ini, belum satupun satupun dari warga
RN yang bisa melihat sisi positif dari maksud si Rarach bahwa
alangkah baiknya jika duit yang akan dibuat mesjid atau yang
akan dipakai untuk menghajikan orang tidak mampu itu di belikan
pada kambing. Jika menurut Ronal bahwa setiap jengkal bumi Allah
ini adalah mesjid, untuk apa membangun "fisik" mesjid yang sudah
kebanyakan dan 'kosong" pula di kampung awak. Bila uang tersebut
dibelikan pada  beberapa pasang kambing, dan diberikan pada
keluarga tidak mampu, sudah itu diberi pula cara2 mengembang
biakannya, saya rasa mesjid akan jauh lebih kokoh terbangun di
hati keluarga yang meningkat kesejahteraannya tersebut.

Saya sedang baca Business Week yang memuat Kristen dan Yahudi
kaya yang saat ini sedang ramai-ramai menyumbangkan kekayaannya
pada seluruh umat manusia. Bill dan Melinda Gate menyumbang
hampir 17 Miliar dolar AS untuk membuat sebuah organisasi
filantropis. Sumbangan pertama organisasi ini adalah 750 juta
dolar AS untuk Global Fund for Children's Vaccines. Ada Ted
Turner yang menyisihkan 1 miliar dari kekayaan bersihnya untuk
mendukung kegiatan2 PBB, ada George soros yang sedang
giat-giatnya membangun masyarakat terbuka di eropa timur. Melok
kebelakang, ada Jhon D. Rockefeller, Russel Sage, Andrew
Carnegie (ini penulis the gospel of wealth yang terkanal itu)
dll. yang menyisihkan beberapa persen dari kekayaan mereka
kepada kemanusiaan.

Mak Buyuang, maksud saya memberikan contoh diatas adalah, saya
sedang miris bahwa Islam yang katanya penuh rahmat itu, kok
belum melahirkan para filantropis yang sebanding dengan
filantropis kristen dan yahudi diatas. Suka atau tidak dalam
perubahan dan perkembangan dunia yang makin rasional, kita butuh
filantropis seperti diatas untuk membangun Islam yang kuat.

Kita memang butuh bangunan mesjid tapi untuk saat ini, apa tidak
sebaiknya kita mulai memikirkan idenya Rarach untuk membeli
bibit beberapa ekor kambing, sapi, ayam dan tanaman2 pangan
untuk dibawa ke kampuang? suka atau tidak, Rarach memang seorang
islam yang smart, apa mau di kata. Apabila sebuah kecerdasan
diukur dari kemampuan manusia untuk berfikir secara abstrak,
Rarach sudah memenuhi kualitas tersebut, apa mau di kata. Bila
kecekatan berfikir manusia diukur dari kemampunya untuk terlepas
dari simbol2 dan masuk kedalam esensial permasalahan, Rarach
sudah menemukannya, apa mau di kata.

Kesimpulan: Saya mendukung Rarach.


==Evi++


----- Original Message -----
From: "Zubir Amin" <[EMAIL PROTECTED]>

>        On dated,Tue,26 Nov 2002,sanak MIKO al wrote:
>        "...harus gue akui...garah rarach itu"smart"..
>        ----------------------------------------------
>
>        Kalau"caro" sanak Miko menegur "adinda"sanak itu,baru
namonyo sa-
> ngat elegance alias smart,alias haluih lambok,kecek rang
Piaman.Tapi ka
> lau caro garah"adinda" sanak tu,indak smart lagi tudoh.Itulah
manghujat
> dan menghina aqidah(haji)nan merupakan rukun Islam.Wajib bagi
setiap pe
> meluk agama Islam untuk membela dan menegakkan serta
melindungi aqidah-nya
> itu.Berkaitan dengan ini darah dan jiwa sudah menjadi nisbi
bagi pe
> meluk Islam.
>
>        Yang menamakan dirinya"rarach"tolong anda berhati-hati
dengan
> kebebasan berfikir dalam bagarah via RN ini.Saya adalah orang
nan bisa
> menikmati perbedaan dan garah yang sifatnya Tidak menjurus
kepada aqi-
> dah.Soal kemasyarakatan,silakan anda jungkir balikkan pendapat
semua
> orang nan ado dipalanta.Saran saya sebagai sesama manusia(saya
tidak tahu
> apakah anda beragama Islam atau tidak),sebaiknya bagarahlah
dalam
> batas-batas kewajaran.Anda sudah  dikenal oleh saudara Miko
yang tidak
> tertutup kemungkinannya akan dikenal oleh sanak lain dipalanta
ini.
>
>       Dunia maya ini,jangan dianggap akan maya juga,para sanak
nan ado
> di palanta ini,mereka akan bisa mendarat di bumi dimanda anda
berada.
> Sebagai mungkin sesama rang Minang,marilah kito lakukan
hubungan sila-
> turrahim via RN ini sesuai dengan tujuan dan cito2 nan
diinginkan oleh
> para pendiri,adm.dan pengasuh RN ini.
>
>      Kepada saudara Miko,terimalah penghargaan saya atas
kecepatan sa-
> nak mengingatkan"adinda"sanak ini,atas ulah dan perbuatannya
di RN.Se-
> moga tidak mengalami nasib seperti nan lain-lain.
>
>




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke