Dari pengamatan saya, di tengah prahara yang sedang menerpa bangsa ini, suasana Ramadhan di Jakarta tahun ini terlihat lebih khusuk dari pada tahun sebelumnya. Ummat juga tampak lebih percaya diri dalam mengekspresikan kesilamannya. Kondisi ini juga dibantu oleh tayangan televisi dan media masa lainnya yang terasa lebih Islami.
Dan tentu tidak kecil pula peranan da�I kondang Aa� Gym, yang selama Ramadhan dengan tulus dan tidak kenal lelah bersafari dari suatu kota ke kota lain, dari sebuah setasiun TV ke setasiun TV lain, dari satu pemancar radio satu ke pemancar radio lain, yang menjadikan ceramah-ceramahnya menjadi �kurang greget� kata isteri saya yang merupakan seorang pengagum berat. Tetapi kurang greget atau bukan, kemampuan da�I kondang ini untuk menyedot pengunjung tetap sangat fenomenal. Misalnya sebuah acara di Banjarmasin pada pertengahan Ramadhan yang mampu menyedot 100.000 pengunjung benar-benar �ruar biasa�! (Tentu apareasiasi juga sangat pantas diberikan kepada ratusan bahkan ribuan pembawa pesan-pesan Ramadhan lainnya yang mencerahkan, termasuk Ustadz Dr. H. Miftah Faridl yang dengan singkat, padat dan memukau selalu dapat mengambarkan keindahan, kekuatan, keluasan dan keluwesan ajaran Islam dalam acara renungan sahurnya setiap menjelang subuh di ANTV) Tetapi apakah artinya semua ini, khususnya apabila dikaitkan dengan sumbangan puasa Ramadhan yang baru saja dijalani oleh ummat yang merupakan bagian terbesar dari kapal besar yang bernama Indonesia ini yang sedang limbung diterpa prahara? Hal ini akan lebih jelas dengan melihat, kekuatan yang melandasi kesediaan atau---syukur-syukur---keiihlasan dalam beribadah---khususnya bagi orang-orang yang beribadah karena Allah---yaitu kepercayaan kepada adanya kehidupan sesudah mati. Kepercayaan bahwa seseorang jika berbuat kebajikan pasti akan mendapat balasan kebaikan, kalau tidak di dunia, ya di kehidupan yang lain. Kepercayaan bahwa seseorang jika berbuat kejahatan pasti suatu saat akan mendapat balasan setimpal. Di dunia seseorang yang menilep dana BLBI, dana non-budjeter Bulog dan hibah-hibah haram, dengan menggunakan kekuatan harta, kekuasaan dan trik-trik licik lainnya, bisa saja berlindung dari jeratan hukum negara. Tetapi tidak---seperti sebuah lirik lagu yang dinyanyikan oleh Chrisye--- pada saat mulut tak mampu bicara. Kepercayaan dan harapan, yang membuat seseorang hidup dan bertahan. (Jangan lah kamu putus asa menunggu datang rakhmat Tuhanmu; Al Qur�an) Tetapi apakah sikap---yang dalam bahasa agama disebut sebagai tawakal---bukan sebuah eakapisme yang bermuara pada sikap fatalistik? Mungkin, terutama bila Anda belum pernah membaca Hadis di bawah ini. Seorang Arab gunung menemui Rasulullah SAW dengan mengendarai onta. Ketika Nabi bertanya kenapa orang itu melepas saja ontanya, orang itu menjawab: �Saya bertawakal ya Rasulullah�, yang langsung dijawab oleh Nabi: �Ikat dulu ontamu, baru bertawakal�! Tentu sumbangan ibadah Ramadhan yang baru saja dijalani ummat terhadap eksistensi Republik tercinta ini tidak cukup hanya menghasilkan sikap tawakal saja. Tetapi dalam perspektif saat-saat yang fitri ini, itu saja sementara sudah cukup, khususnya bila ibadah puasa Ramadhan mempunyai dampak kepada peralaku seorang selama 11 bulan ke depan. Tetapi paling tidak, bagi orang-orang yang berpuasa karena Allah, setiap melihat di ufuk ada fajar, selalu ada harapan, yang membuat dia tidak pernah menyerah. Dan waktu adalah seperti anak panah yang meluncur dengan kecepatan dan ketinggian konstan, menyusur langit, laut, gunung dan pepohonon; pagi, siang dan malam, dan membawa purnama Ramadhan bergulir ke titik nadir. Lalu di ufuk lalu ada fajar, di ufuk ada harapan Allah Maha Besar, segala puji bagiMu Allah Maha Besar Selamat Iedul fitri, Maaf Lahir dan Bathin Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dengan kemenangan, dalam peri hedupan yang lebih baik dan bermartabat. Dan Indonesia tidak akan pernah menyerah! Tidak akan pernah! Wabillahi Taufiq wal Hidayah Wassalam, Darwin (Si Padang sengkek yang suka resek) RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

