MaizeMa sagalo adidunsanak jo anak kamanakan nan di lapau ko,

Asslamu'alaikum wr. wb.

Lupo-lupo maingekan. Daulu lah acok awak sabuik, tapi dek anggota baru lah
batambah banyak juo, mungkin kini paralu diulang sakali lai.
Di milis nan anggotanya baragam-ragam, kirimlah posting dalam format "plain
text" sajo, jan "rich text (HTML)" dek karano nan terakhir ko babannyo
gadang, bisa 5 sampai 10 kali lipek "plain text". Misanyo posting nan ambo
baleh ko nan aslinyo dalam format "rich text (HTML)" , ambo tarimo 32 kb,
pado hal kalau pakai "plain text" sajo mungkin cuma 4 atau 5 kb. Nan paralu
dalam bamilis ria ko indak rancaknyo, tapi pasan sampai.
"Rich text (HTML)" bukan sajo maabihan bandwith tapi manyeso kami nan pakai
komputer "plat hitam" di dangau, nan musti mambaia ISP dan pulsa telepon
dari puro pribadi. Makin gadang baban posting, makin lamo download, dan
akibaiknyo makin banyak lo rupiah kalua. Iboilah ambo nan pansiunan ko, nan
tiok bulan taruih basalimuik kain saruang. Adidunsanak jo anak kamanakan nan
pakai fasilitas kantua tantu indak taraso doh, dek rupiahnyo kantua nan
mambaia.

Salam,

mS

----- Original Message -----
From: T. Lare
To: Milis RantauNet
Sent: Monday, December 23, 2002 5:31 PM
Subject: [RantauNet.Com] Silaturahmi Ulama Sumatra Berakhir, �Rekomendasi
Padang�: Perbaiki Akhlak!


Senin, 23-12-2002 09:00 wib

Silaturahmi Ulama Sumatra Berakhir, �Rekomendasi Padang�: Perbaiki Akhlak!
PADANG, Mimbar � Akhlak adalah kata kunci untuk menyelesaikan berbagai
krisis yang melanda bangsa ini. Maka itu inti dari 11 butir taushiyah atau
rekomendasi dari pertemuan Padang adalah perlunya perbaikan akhlak, pemimpin
maupun yang dipimpin. Silaturahmi ulama se-Sumatra yang juga diikuti
kalangan cendikia wan, perguruan tinggi dan ormas Islam, yang berlangsung
selama tiga hari penuh, Jumat-Ahad (20-22/12/2002) di Hotel Bumiminang
berakhir sudah. Silaturahmi yang juga diikuti Sekjen MUI Prof. Dr. Din
Syamsuddin, Ketua PP Muham madiyah Prof. Dr. Syafii Maarif, man tan menteri
Ir. Sis wono Yudohusodo, Ir. Sarwono Kusumaat maja, Kasum TNI Let jen TNI
Agus Widjojo, berhasil menelorkan 11 butir taushiyah atau �rekomendasi
Padang� (lihat tabel)

Tim perumus taushi yah tersebut terdiri dari Prof.Dr. Ir.H. Fachri Ahmad,
M.Sc (ketua), Prof. Dr. H. Maidir Harun, MA (sekreta ris), Dr. H. Muslim
Ibrahim, MA (anggota), Drs. H. Shofwan Karim Elha, MA, Prof. Dr. H.Nasrun
Haroen, MA. Anggota tim perumus lainnya Dra. Dewi Utama Fauziah, M.Ed,
Prof.Dr. H. Wardini Ahmad, Prof. Dr.H. Mansur Malik Dt.Sigoto, Drs. H. Duski
Samad,MA, Prof. Dr. H. Djalaluddin Rahman,MA, Dr.H. Syafruddin Karimi, MA,
Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA, Hj. Mahdiah, SH, M.Hum, Drs. Icu Zukafril,
M.Si dan Drs. H.Azhar Makmur, MA.

Silaturahmi ulama se-Sumatra, kata Ketua tim pengarah Fachri Ahmad, didasari
atas keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang tak kunjung bisa kelu ar dari
krisis multidi mensional. Persoalan yang terjadi tersebut, bukan berarti
tidak diketahui. Hanya saja, selama ini siapa yang akan memulai dan ka pan
upaya pengentasan krisis tersebut akan dimulai. Apalagi krisis moral dan
kepemimpinan hampir melanda seluruh negeri ini.

�Nah, mungkin keti ka banyak pihak secara kelembagaan belum mampu untuk
berpe ran, termasuk MUI sendiri, maka prakarsa yang dilakukan ulama sangat
kita hargai,� sebut Fachri, dalam keterangan pers didam pingi tim perumus
taushiyah, usai menutup silaturahmi ulama tersebut, Ahad sore (22/12/2002).

Dalam silaturahmi ini, lanjutnya, akhlak merupakan kata kunci dalam
pembahasan dari banyak nara sumber. Sebab ruh dari taushiyah yang dilahirkan
secara bersama-sama tersebut adalah keteladanan. �Jadi, isi dari taushiyah
tersebut bukan ditujukan atau �ditembakkan� bagi seseorang, melainkan untuk
siapa saja,� jelasnya.

Hal yang sama juga dikuatkan Hj. Mahdiah. Menurutnya, krisis kepemimpinan
tersebut berawal dari krisis akhlak. Karena itu, tema silaturahmi ulama ini
lebih menekankan pada aspek pembangunan akhlakul karimah. Dengan demikian,
substansi dari pembicaraan dalam silaturahmi ini lebih banyak mengupas
persoalan akhlakul karimah, di samping aspek pembahasan lainnya.

Bagi ketua panitia acara silaturahmi ulama, Icu Zulkafril, gawe besar yang
diangkatnya tersebut sama sekali tidak memiliki tendensius. Begitu juga,
pertemuan tersebut sama sekali tidak bertujuan politis.

Meski begitu, akunya, untuk menggelar acara tersebut pihaknya terpaksa kerja
keras untuk meyakinkan banyak pihak di Jakarta. Bahkan sampai-sampai dia
menerangkan secara rinci maksud digelarnya silaturahmi ulama tersebut kepada
petinggi Mabes Polri, BAIS dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Icu mengakui, hal itu wajar saja. Sebab silaturahmi ulama tersebut tidak
hanya diikuti para ulama dan cendikiawan se-Sumatra, akan tetapi juga
melibatkan tokoh-tokoh nasional, termasuk dari kalangan TNI/Polri.

Icu, salah seorang urang awak yang cukup berpengaruh di Jakarta ini
membantah silaturah mi ulama tersebut memiliki agenda khusus, termasuk
menjelang Pemilu dan suksesi 2004. �Silaturahmi ulama ini sama sekali tidak
memiliki grand design (agenda besar) untuk kekuasaan,� tegasnya.

Icu menegaskan hal itu, sebab untuk menggelar kegiatan berskala nasional,
banyak menimbulkan interpretasi beragam di kalangan sebagian orang. Karena
itu, lanjutnya, silaturah mi ini betul-betul untuk berupaya memperbaiki
kondisi bangsa dan kemaslahatan umat.

Selain itu, sesuai rencana bahwa silaturahmi ulama di Sumbar ini, merupakan
tahap pertama dari empat kegiatan yang bakal digelar di tempat terpisah.
�Usai di sini, acara serupa akan digelar di tiga kota lainnya yakni di
Banten, Pontianak dan Manado,� jelas Icu.

Silaturahmi di Padang, sambungnya, lebih menekankan aspek akhlak, umat.
Silaturahmi di Banten nantinya lebih terfokus membahas ekonomi, di Pontianak
membahas kehutanan. Sedangkan silaturahmi di Manado akan menitikberatkan
pada aspek kelautan.

�Hasil dari silaturahmi yang dituangkan dalam taushiyah ini nantinya kita
sumbangkan kepada negara melalui para pemimpin, dalam upaya memperbaiki
kondisi bangsa yang sudah porak-poranda ini,� sambungnya.

Icu sendiri sendiri mengakui, dari pembicara yang diharapkan hadir, sebagian
dari mereka tak bisa memenuhi undangan panitia. Diantara pembicara yang
direncanakan ikut memberikan materi adalah praktisi hukum Abdul Hakim Garuda
Nusantara, SH,MH. Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Prof. Nazaruddin
Syamsuddin.

�Kebetulan pada saat yang sama para pembicara tersebut ada acara, sehingga
tak bisa hadir dalam silaturahmi ini,� jelas Icu. hen


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke