Silaturahmi Ulama se-Sumatra yang berlangsung di Padang sejak tanggal 20
hingga 22 Desember kemarin menelurkan "Taushiyah Ulama se-Sumatra".
Taushiyah secara harfiah bisa diartikan nasihat, anjuran, atau rekomendasi.

Inti dari "Taushiyah" tersebut adalah menyampaikan nasihat atau anjuran
kepada segenap elemen bangsa, agar memperbaiki akhlak. Silaturahmi ulama
yang dihadiri sejumlah tokoh nasional menyimpulkan bahwa krisis
multimensional yang kini dihadapi bangsa Indonesia intinya adalah krisis
akhlak. Karena itu, jalan keluarnya adalah memperbaiki akhlak bangsa,
terutama para pemimpinnya.

Butir 2 "Taushiyah" Ulama se-Sumatra ini menegaskan bahwa "Keberhasilan
bangsa Indonesia mengatasi krisis multimensionalyang tengah dihadapi sangat
dipengaruhi oleh kualitas dan kredibilitas pemmimpin bangsa. Oleh karenanya
para pemimpin dan seluruh elemen bangsa diminta untuk meningkatkan upaya,
kemampuan dan koordinasi dalam mengambil langkah-langkah strategis.
Sementara itu di masa yangakan datang kita perlu mencari dan menetapkan
pemimpin yang memenuhi kriteria beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,
berakhlak mulia, berilmu, berwawasan masa depan dan dapat diteladani serta
amanah".

Memang, seperti dijelaskan Ketua Pengarah Silaturahmi, Prof. Dr. Ir. H.
Fachri Ahmad,M.Sc., forum ini digelar memang dilatarbelakangi oleh keadaan
bangsa yang masih memperihatinkan, di mana para ulama perlu urun rebug,
menyampaikan pikiran dan nasihat. Dan nasihat itu telah disampaikan sebagai
rumusan dan kesimpulan Silaturahmi tersebut.

Sebagai sebuah prakarsa yang lahir dari derah, yang memang harus ikut
memikirkan keadaan masadepan bangsa, maka forum Silaturahmi ini tentu tidak
hanya bakal berhenti sampai dengan lahirnya "Taushiyah" itu saja.

Perlu pula untuk memperluas forum dan mempertajam persoalan yang perlu
disoroti. Sebagai prakarsa awal, tentu usaha ini kita harapkan bisa
dikembangkan dalam skop yang lebih luas, misalnya Silaturahmi Ulama
Nasional.

Di samping masalah-masalah sosial, ekonomi, politik, dan konflik di beberapa
daerah, masih ada yang perlu dicermati secara lebih detail dan memerlukan
"taushiyah" nasional. Misalnya masalah penjualan aset-aset negara, kerjasama
dengan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia yang justru
dicemaskan akan membangkrutkan Indonesia.

Masalah mempertahankan sumber daya nasional, penjualan aset-aset nasional,
adalah masalah sangat krusial yang memerlukan "taushiyah" nasional.

Kita mengharapkan, Silaturahmi Ulama se-Sumatra ini dilanjutkan dengan
Silaturahmi Ulama Nasional, sehingga menghasilkan gema dan "taushiyah" yang
lebih berwibawa. Dan yang akan melaksanakannya tidak perlu ditunggu gagasan
dari "pusat", karena ulama dan pihak-pihak lain di Sumatra Barat kiranya
juga bisa menyelenggarakannya. ***







RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke