Sumatra Barat 2003, Solok Proyeksikan 325 Ribu Ton Padi SOLOK (Mimbar) - Kabupaten Solok diproyeksikan menghasilkan 325 ribu ton padi pada tahun 2003 mendatang. Dengan demikian daerah ini tetap memposisikandirinya sebagai daerah andalan penghasil padi di Sumbar. Untuk itu, sejalan dengan programnasional yang dikenal dengan 'Program aksi masyarakat agrobisnis tanaman pangan (Proksi Mantap), semua pihak akan dilibatkan guna mengoptimalkan rencana tersebut. Diantaranya dengan berkoordinasi dengan pihak lintas sektoral dan pemberdayaan penggunaan teknologi untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi padi.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Ir. Suhadri Emha, MS, dengan mengandalkan luas persawahan 68,45 ribu hektar dengan prediksi hasil per hektar sebesar 48,7 kwintal maka kabupaten ini sebagai lumbung padi terbesar kedua di Sumbar akan semakin kokoh. "Kalau mungkin kita akan mengejar Pasaman sebagai lumbung padi terbesar di daerah ini," sebutnya kepada Mimbar Minang, Senin (23/12/2002). Dikatakan Proksi Mantap akan dilaksanakan secara optimal, antara lain dengan mengoptimalkan peningkatan hasil padi lokal seperti jenis cisokan. Selain akan mengintensifkan agro input (bantuan berupa bibit,penyuluhan dan modal) program tersebut juga melibatkan pihak swasta dan masyarakat umum lainnya, sehingga semua kalangan bertanggung jawab terhadap program ini. Selama ini, kata Suhadri, peningkatan produksi padi diu kabupaten ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan luas tanaman. Pada tahun 2001 dengan luas tanam 68,4 ribu hektar berhasil memperoleh 295,5 ribu tonpadi. Sedangkan pada tahun 2002, walau luas tanaman menurun menjadi 67,5 ribu hektar, hasil produksi justru meningkat menjadi 317,98 ribu ton. "Artinya kita berhasil mengoptimalkan lahan yang terbatas sehingga produksi padi per hektar tetap meningkat," jelasnya. Untuk tahun 2003, dengan musim tanam 2002-2003 sejak Oktober lalu dan musim tanam 2003 dan hasil per hektar sebesar 48,7 kwintal, diperkirakan proyeksi padi akan mencapai target, asal tidak ada kendala nonteknis seperti bencana alam. Dikatakannya, selama tahun 2002 telah dilakukan pembinaan intensif bagi petani dengan menggunakan bantuan dana proyek provinsi. Di samping bimbingan dan penyuluhan bagi petani juga diberikan agro-input. Selain itu dengan memanfaatkan dana bantuan Jepang, juga dilakukan pembinaan bagi petani dengan luas lahan 325 hektar. Sementara dengan bantuan APBD Solok dilakukan pula pembinaan terhadap petani di Kecamatan Kubung, termasuk bantuan ternak 80 ekor sapi. Kendati program peningkatan produksi padi terus dipacu, namun bagi petani tidak juga memberikan kepuasan. Hal ini lantaranharga padi relatif murah di pasaran dan tidak menutup biaya produksi. Kenyataan itu dikemukakan Nurhayati, Ketua Kelompok tani Pelita Harapan Salayo, Kecamatan Kubung pada dialog dengan Wakil Bupati Elfi Sahlan Ben, usai penanaman perdana padi jenis cisokandi daerah itu, Kamis lalu (19/12/2002). "Harga padi hanya bisa membayar jenis dan tenaga petani saja, tidak ada untungnya," kata Nurhayati sambil menjelaskan kalkulasi biaya yang dikeluarkan selama musim tanam hingga panen. utef RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

