http://www.kompas.com/kompas-cetak/0212/31/daerah/64305.htm


Selasa, 31 Desember 2002




"Industri Otak" Sekadar Wacana


Padang, Kompas - "Industri otak" sebagai arah dan tujuan utama dunia pendidikan di Sumatera Barat (Sumbar) -dicanangkan dan kemudian digembar-gemborkan sejak 10 tahun terakhir-tak lebih sekadar wacana, sebab hasilnya omong kosong. Buktinya, dunia pendidikan di Sumbar tetap memprihatinkan dan mencemaskan. Kalau ingin memajukan dunia pendidikan, anggaran pendidikan dalam APBD Sumbar tahun 2003 harus diperbesar. Pola pikir dan mental pejabat jangan lagi menjadikan dunia pendidikan sebagai proyek, tapi betul-betul untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Demikian benang merah yang terungkap dalam Seminar Orientasi Bidang Pendidikan, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Sumatera Barat untuk wartawan, Senin (30/12), di Padang. Tampil sebagai narasumber Drs H Dian Wijaya (Kasubdin SLB/TK/Pemuda dan Olahraga), Ir Danil Zainuddin MSc (Dosen Universitas Andalas), Drs Dasman Lanin MPd (Dosen Universitas Negeri Padang), Drs H Idham Hasan, dan Drs Syafruddin Abbas MPd (Dinas Diknas Sumbar), dan Drs Ramidjo (Wakil Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumbar).

Dian Wijaya mengatakan, bukti kegagalan dunia pendidikan di Sumbar tercermin dari peringkat indeks pembangunan manusia, di mana data tahun 1999 Sumbar berada di peringkat sembilan, di bawah Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Riau, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

"Bahkan, usia sekolah (7-18 tahun) yang tidak sekolah mencapai 15.953 orang dan angka putus sekolah mencapai 152.670 orang. Angka buta huruf juga mencengangkan, di Kabupaten Padangpariaman menurut laporan bupati setempat baru-baru ini terdapat sekitar 20.000 orang. Menurut data tahun 2001, dari 2.419.158 penduduk usia 10-44 tahun, yang buta huruf 64.504. Untuk usia 45 tahun, terdapat buta huruf 129.743 dari 882.962 penduduk," paparnya.

Untuk mewujudkan "industri otak" yang diharapkan, partisipasi masyarakat sangat diharapkan. Pendidikan tidak hanya semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.

Sejauh ini, lanjut Dian Wijaya, baru Kabupaten Solok yang serius menuntaskan kasus buta huruf. Dari semula 15.000 yang buta huruf, dalam tempo empat tahun berhasil ditekan menjadi 8.000. Kini, dengan bantuan program untuk 1.000 orang, Bupati Solok Gamawan Fauzi akan membiayai sendiri untuk menuntaskan yang 7.000 orang lagi.

Idham Hasan menyorot tentang ketenagaan edukatif, yakni kekurangan guru.(




======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================




_________________________________________________________________
MSN 8 with e-mail virus protection service: 3 months FREE*. http://join.msn.com/?page=features/virus&xAPID=42&PS=47575&PI=7324&DI=7474&SU= http://www.hotmail.msn.com/cgi-bin/getmsg&HL=1216hotmailtaglines_eliminateviruses_3mf


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke