Wa alaikumsalaam ww

Itulah nan marusuah dek ambo, kito urang Islam corongnyo kalah nyariang jo
urang nashara, teriakan kita kurang kuat dan gaung kita kurang kompak, kita
umat Islam selalu dan selalu saja jadi masarakat taicia kelas dua. bahkan
sudah menjadi ciri khas bahwa urang Islam itu kalau berjuang suka sendiri2
alias kurang mudah untuk dipersatukan

Saya fikir Umat Islam itu perlu pemersatu seperti khalifah Islam misalnya,
yang komandonya dipatuhi dan dita'ati oleh setiap umat, yaaa....  kira2
seperti Paus di Vatikan itu lhoo, oh yaa saya pengaggum berat Khalifah Islam
(Iran) Ayatullah Rohullah Komeini yang menurut kepercayaan orang Islam
disana bahwa para Ayatollah ini adalah sisilah / keturunan nabi besar kita
dari garis keturunan bapak, kapan yaa muncul khalifah Islam yang mendunia
itu, kayaknya saya merindukan itu lhoo...   Yaaaahhh ... minimun untuk
mengimbangi gebyar tahun baru anak tuhan itu tuuuhh.... 

Sementara urang nashara memang telah menguasai dunia sampai orang2 Islam
tidak merasa telah ikut2an memeriahkan gebyar tahun baru yesus anak tuhan
sang almasih alias masehi itu, bagaimana yaa agar sebaliknya orang2 non
Islam itu yang berdecak kagum dan mau pula ikut2an merayakan tahun baru
Islam 1 Muharram atau minimun tidak ada lagi orang Islam yang ikut2an
merayakan 1 Januari dimana kesempatan ini sering digunakan pula oleh kita2
ini untuk melihat acaranya yang penuh pamer aurat2 yang aduhai itu 

Oh yaa sanak R/R, tentang boleh2nya saja kita mengucapkan do'a selamat tahun
baru itu, kayaknya sama saja kita mengucapkan selamat pagi kepada seseorang
(sang paginya yang selamat atau tahun barunya yang selamat), menurut saya
do'a itu tidak diucapkan sebagaimana sebagian kita orang Islam membaca do'a
bersama termasuk yang pakai sound system yang di amin kan oleh para makmum /
jemaah, menurut saya berdo'a dengan membaca do'a itu beda lhoo....berdo'a
ada tuntunannya salah satunya dengan suara yang lemah lembut sepenuh hati
penuh harap akan dikabulkan Allah, so kalau katanya berdo'a dengan loud
speaker 14 inchi (baca do'a massal) yang menurut saya itu bukan berdo'a,
tapi "membaca" doa ...... so gimana menurut sanak R/R

Eheeemm...wasalam
elphili

-----Original Message-----
From: Rahima [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, December 31, 2002 9:38 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [RantauNet.Com] Refungsionalisasi..............
Assalamualaikum Bapak Arman.

Apak,..sering kali bagi kita mengatakan bhw tahun baru
itu hanya milik agama Kristen kali yah Pak.Karena
memang benar,thn baru itu sdh ada,jauh sblm lahir thn
Hijriah ummmat Islam.

Sebenarnya,dlm Al Qur'an sdh di jelaskan (secara
tersirat,namun agak sedikit jelas,siratannya )bahwa
perhitungan tahun ada dua,patokannya.Hitungan
Syamsiyah,(yg thn masehi spt ini ),dan hitungan
Qamariyah (inilah perhitungan yg dimulai semenjak
Rasulullah SAW Hijriyyah,dan yg mulai mengusulkan ide
tsb adalah khalifah kedua Umar Bin Al Khattab Al
Faaruq ).

Dan amat disayangkan,kita Ummat Islam,seringnya lebih
mengutamakan,dan mengingat,serta lebih memperhatikan
thn baru ini,ketimbang 1 Muharram tsb.Nah ini memang
kesalahan kita Ummat Islam.Sebenarnya hal ini salah
satu keberhasilan ummat non Islam,dlm ghazwatul fikri
(perang melalui pemikiran ).tak dapat disangkal
lagi,karena jelas,seluruh media massa mereka yang
menguasai.Internet,dlsbgnya.tentu hal ini lebih
digembor2kan ketimbang 1 Muharram tsb.

Nah salah satu jalan keluarnya,memang harus ada
beberapa Ummat Islam yg duduk dan menguasai di bidang
media Massa secara Internasional ini.Dan mengingatkan
Ummat islam akan 1 Muharram ini.nah ini ,..siapa kah
yg mampu,..?.

wassalam.rahima




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke