|
Walikota Yohanis Emosional
Walikota Padang Panjang H. Yohanis Tamin, Senin (6/1/2003) kemarin telah memberikan jawaban atas pemandangan umum anggota DPRD Kota Padang Panjang terhadap 22 rancangan Perda yang disampaikan Selasa pekan lalu. Jawaban Walikota setebal 36 halaman itu terasa sangat panjang dan mendetil sekali, namun atas jawaban walikota di luar teks yang tertulis terkesan agak emosional dan melantur kepada hal-hal yang bersifat di luar jawaban politis. Jawaban di luar teks itu yang membuat kuping beberapa orang staf Walikota kepanasan. Misalnya, atas kasus yang menimba pribadi Drs. Musbar yang bagaikan digilir dalam rentang satu tahun kepada beberapa tempat. Seperti semula pejabat Kepala Dinas P dan K (eselon II/b), diturunkan sebagai Kabid Sosbud Bappeda (eselon III/a) tak lama kemudian dimutasikan lagi ke Kasubdin Ketenagakerjaan Dinas Sosial dengan eselon yang sama. Tak cukup dua bulan dipindahkan pula ke Kasubag TU Dinas Pertanian masih dengan eselon tiga. �Beliau itu seperti bola dan tak pernah melakukan perlawanan,� ucap rekan sesamanya yang simpati kala itu. Awal tahun ini, kasus itu mengelinding lagi. Pangkalnya adalah gara-gara H. Nasrullah Nukman, S.H. dari Fraksi Bulan Bintang/Keadilan dalam pekandangan umumnya pada Selasa pekan lalu. Dimana Nasrullah berharap dalam pengisian SOTK nanti yang Perdanya sedang dibahas saat ini, berharap jangan terulang lagi kasus seperti Musbar. Begitu pula pengangkatan CPNSD baru-baru ini yang dinilainya sarat KKN. Namun rupanya, Walikota Yohanis Tamin sangat serius sekali menanggapi bahkan agar terkesan emosional. Dia merinci kronologis berpindah-pindahnya jabatan Drs. Musbar yang mantan Kadinas P dan K itu. Yang menariknya, walikota menyebutkan permintaan salah seorang Kepala Badan atasan Musbar, karena yang bersangkutan kurang terbantu. �Masalahnya, keputusan semuanya di tangan Walikota, staf hanya sebatas mengusulkan, lalu kenapa kesalahan ditimpakan anak buah belaka,� ucap Nasrullah Nukman. Beberapa orang anggota DPRD yang nampak asyik-asyik di ruang sekretariat Dewan tatkala Walikota Yohanis Tamin membacakan Nota Jawabannya Senen kemarin itu, seperti Saparuddin, S.Ag., Drs. Hasmi Djamal, Irwan ditambah beberapa orang pejabat Pemdako sendiri berkelakar riang yang intinya agak merendahkan isi pidato Walikota. �Yang kita bahas SOTK, tapi yang dijawab yang lain pula,� ucap salah seorang dari mereka. Pertanyaan anggota dewan adalah pertanyaan politis, maka jawaban walikkota juga politis, timpal yang lain. Dikatakan, dalam rapat paripurna 31 Desember 2002 lalu sebanyak lima orang anggota DPRD Padang Panjang telah menyampaikan pemandangan. Umumnya, diantaranya H. Nasrullah Nukman, S.H. (Fraksi PBB/Keadilan), Indra Jaya (TNI/Polri), Faizah Hayati, S.H. (Fraksi PAN), Dahlinar Bahri, B.A (F. PPP) dan Suhaimi M. (Fraksi Partai Golkar). Masing-masingnya memberikan berbagai saran dan petunjuk namun tidak sedikit pula diantara pertanyaan anggota dewan itu yang tajam dan menusuk. Maksudnya, agar Walikota sebagai pemilik kekuasaan tunggal di Pemdako Padang Panjang agar lebih hati-hati dan profesional dalam mengisi jajaran personilnya pada SOTK baru kelak. Pertanyaan yang agak menjebak itu, akhirnya juga telah memancing kepolosan seorang Yohanis Tamin, S.H. kapasitasnya selaku Walikota tanpa diseganja telah mengeluarkan ungkapan polos yang tentu saja, hal-hal seperti itu sangat diintai oleh pihak legislatif. �Ustadz Nasrullah Nukman dan kawan-kawannya itu pandai sekali membuka jaringan yang ada di eksekutif termasuk membuka rahasia seseorang,� kata Fathony Rasyid. mie Ali Akbar
Mechanical Engineer PT. Styrindo Mono Indonesia Phone: 0254-500080 Ext.138 Fax: 0254-500085 |

