Assalamualaikum.Wr.Wb.

Masya Allah,..berita2 di Indonesia,saya baca via
internet,benar2 sdh mendekati " Gila ",mulai dr harga
BBM naik,..kisah
nyata..penipuan,pemerkosaan,Germo,pelecehan sexual
dimana2,TKW yg tertindas..Tabrakan,..sampai2 kejadian
yg pernah terjadi " Bandung Lautan Asmara ",kini spt
nya mulai terulang kembali.

Ada apa dgn  kota Bandung.Lagu yg biasa dinyanyikan,"
Halo...halo Bandung,.....sekarang telah menjadi lautan
Api,..",berubah kata2nya menjadi,.." Lautan..."

Wassalam.Rahima


Heboh Foto Bugil Tiga Mahasiswi Unisba
Waktu "Casting", Kamera Tidak Tampak
Laporan Widaningsih, Bandung
08 Januari 2003

 
 
 
Dunia kampus di Bandung kembali heboh. Setelah kasus
VCD Itenas beberapa waktu lalu, kini ganti tiga
mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba) berpose
bugil, dan fotonya diedarkan. Bagaimana kasus ini
bermula? 
Pihak Unisba telah mengakui, bahwa tiga mahasiswi
Fakultas Hukum �Sa, Yn, dan Put� telah berpose bugil
dan fotonya telah beredar. Mereka melakukan itu di
depan rekan sekampusnya, Guntur. Pihak universitas
juga telah menyelesaikan persoalan �anak-anak
didiknya� itu secara intern. Namun, kasus ini justru
makin berkembang. 

Cerita ini dimulai awal Ramadan 2002 lalu. Kabar itu
muncul dari pengakuan seorang alumni Fakultas Hukum
Unisba bernama Indra. Dia mengaku mendengar keluhan
Sa, pacar seorang temannya. Sa merasa dibohongi oleh
Guntur, temannya sendiri, yang menjanjikan membantunya
menjadi bintang iklan. Dan ujung-ujungnya, Sa mengaku
diperlakukan tidak senonoh alias adanya pelecehan
seksual. 

Sekitar bulan November 2002, Guntur Prio Budi Utomo,
tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unisba
angkatan 1996, mengajak Sa untuk di-casting menjadi
calon bintang iklan sebuah merek baju. Guntur, 24,
mengaku telah bekerja di sebuah agency di Jakarta. 

Guntur sebenarnya mencari enam orang gadis. Dan karena
Sa merupakan seorang kembang kampus, Sa pun ditawari.
Tanpa pikir panjang, Sa mengiyakan permintaan itu.
Bukan hanya Sa, Yn dan Put juga menerima ajakan
Guntur. �Siapa sih yang tidak mau tenar. Mereka pasti
mau ditawari begitu,� ungkap Indra, yang dijadikan
saksi oleh almamaternya untuk mengusut kejadian itu. 

Karena sudah ada kesepakatan, jadilah ketiga gadis
cantik ini diuji casting. Guntur mengundang mereka ke
Jalan Reog, tempat kos Herdi, temannya, yang dijadikan
lokasi casting. Syarat pertamanya, para calon model
iklan ini harus membawa beberapa pakaian sebagai model
awalnya. 

Mulai dari busana kasual, pesta, hingga bikini alias
pakaian renang. Para calon-calon bintang ini juga
harus berani berpose semanis mungkin. Setelah
masing-masing model berdandan, satu per satu siap
di-casting. Uniknya, di tempat kos Herdi ini tidak
satu pun tampak alat-alat pengambilan casting, seperti
kamera atau handycam. Entah di mana peralatan itu
disimpan, Guntur hanya mempersilakan calon model
mengisi formulir dan identitas yang lengkap. Lalu, dia
pun menerangkan �layaknya seorang sutradara� bagaimana
seharusnya berpose. 

Lucunya, menurut Indra, pacar Sa saat itu sebenarnya
sempat hadir di lokasi casting. Tapi entah mengapa,
setelah persiapan Sa selesai, dia pergi dan
meninggalkan lokasi casting. 

Dengan memberikan arahan yang manis, Guntur terus
mengutak-atik pose para modelnya. Mereka satu per satu
harus berganti-gatni pakaian di depan matanya.
Kemudian, mereka juga harus berlenggak-lenggok di
depan matanya pula. Instruksi terakhir, Guntur meminta
para modelnya untuk menanggalkan bra-nya. 

Disuruh seperti itu, salah seorang model sempat
menolak. �Apa-apaan, kok begini?� kata model itu.
Guntur hanya menjawab, �Kalau kamu nggak mau, berarti
kamu tidak akan lolos jadi model. Kamu tidak
profesional.� 

Tak lama kemudian, selesailah acara casting tersebut.
Dalam perjalanan pulang, Sa mengadu pada pacarnya, dan
didengar oleh Indra. Tersulut rasa marah, Indra dan
pacar Sa langsung mendatangi Guntur dan sempat
menghajarnya. 

Setelah itu, Guntur menghilang. Menurut kabar, dia
pulang ke rumah orang tuanya di Jakarta. Tapi
kemudian, dia kembali lagi di rumah kosnya di kawasan
Jalan Dipatiukur, Bandung. Dari tetangganya, diketahui
bahwa Guntur jarang pulang. tapi setelah beberapa kali
didatangi, akhirnya Guntur ditemukan di rumah tantenya
yang tak jauh dari rumah kosnya itu. 

Begitu ditemukan, Guntur langsung diciduk oleh
teman-temannya sendiri, dan dihadiahi beberapa bogem
mentah sebelum dilaporkan ke pihak universitas. Malah,
Guntur sempat disekap di ruang Senat Fakultas karena
takut melarikan diri lagi. 

Pihak universitas memang tidak tinggal diam. Guntur
disidang, dimintai pertanggungjawaban soal
perbuatannya itu. Kepada teman-temannya, Guntur
mengaku pernah bekerja di sebuah agen iklan di
Jakarta. Bahkan, dia sering membawa foto-foto model
cantik dan diperlihatkan pada temannya, untuk
menunjukkan bahwa dia benar-benar seorang pencari
bakat. Tapi, dalam pengakuan lain, Guntur pernah
menyebutkan bahwa dia adalah wartawan sebuah tabloid
di Jakarta. 

�Guntur sudah kita tanya. Dari beberapa jawabannya dan
pengakuan para korban, ternyata Guntur memang telah
melakukan pelecehan seksual. Jadi kami pun menindak
tegas, meski belum menjatuhkan sanksi,� ujar Dey
Ravena, Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Unisba saat
dikonfirmasi. 

Meski sudah diakui, pihak universitas sendiri belum
menemukan bukti-bukti tentang foto-foto bugil
mahasiswinya itu. Hanya kalau benar itu dilakukan
Guntur, maka dia bisa diberi sanksi pemecatan, karena
sudah mempermalukan almamaternya. 

Para korban sendiri saat ini seperti disembunyikan.
Menurut rekan-rekannya, ketiga korban masih terlihat
trauma. Mereka sama sekali tidak mau keluar dan masuk
kampus. 

Lalu, di mana Guntur merekamnya? Padahal di tempat
casting itu tidak terlihat peralatannya. �Orang kalau
sudah pikirannya kotor dan jahat, akalnya banyak,�
kata Bobby, seorang mahasiswa yang mengaku pernah
melihat foto-foto ketiga korban. �Tapi modelnya saja
bodoh. Sudah banyak contoh kasus, mau saja dikibulin,�
tambahnya. 

Menurut Dedi, seorang pengurus Senat Fakultas Hukum
Unisba, pengambilan gambar dilakukan menggunakan
handycam. Tapi filmnya tidak ditransfer ke VCD,
melainkan dicetak. 

Menanggapi kasus tersebut, Kasatserse Polwiltabes
Bandung, AKBP Masgutur Laope menyebutkan, kasus itu
memang masuk delik aduan. Kalaupun tidak ada korban,
sebenarnya pelaku bisa dijerat dengan pasal mengenai
gangguan ketertiban umum atau meresahkan masyarakat.
��Tapi sejauh mana kasus ini meresahkannya. Untuk
kasus mahasiswi Unisba ini, kami baru mendengar saja.
Masih belum ada bukti-bukti yang menguatkannya,�
ungkap Masguntur. *** 


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke