Di tambah saangin sajo, yang mano kini di riau alah di sidik jari LoI Singapore / Riau mega projek batanam sayuran di riau daratan. Dan cameh awak nantinyo djo sayua BTinggi kalau indak paham projek nanko. Sasuai saangin. Wass PMMA
-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, January 21, 2003 12:58 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [RantauNet.Com] Info proyek bisnis di Riau Ambo ado kawan, yg berbisnis kontraktor sipil, beberapa minggu yg lalu, ia ditawari untuk "ngesub" , mengerjakan subkontraktor proyek bangunan di daerah Riau , ngesub dari kontraktor setempat. kawan ambo tsb, belum mengenal betul seluk beluk bisnis di Riau, mungkin ado dunsanak nan tahu ? Konon saat ini Pemda Riau , lagi kelabakan mau dikemanakan duit APDB yg melimpah tsb, sehingga akhirnya semua dibangun dg cepat, sebab kalau lebih dari batas waktu , dana proyeknya hangus ?? ( mungkin ado nan tahu ? ) dibangun lah jalan, kantor pemerintahan , bupati , DPRD dll , bayangkan dari APDB biasanya 700 M, jadi 7 Triliun setahun , kaget juga nampaknya. Tapi dari sisi peluang bisnis bangunan, ini peluang bisnis yg besar , di tengah loyonya bisnisnya property di pulau Jawa. Ada hal yg menarik, untuk proyek tsb pemda setempat ingin banyak melibatkan penduduk setempat ( putra daerah ) tapi kenyataan membuktikan bahwa, mereka tak terbiasa bekerja keras, sehingga sering konflik dg pimpro yg menganggap mereka malas bekerja/manja ( kerja sedikit, makan, ngopi, istirahat dll ) . Sehingga akhirnya di import pula lah para pekerja dari pulau Jawa, yg terbukti mau kerja keras. saya tanya kenapa nggak cari juga di Sumbar yg konon banyak pengangguran , ia bilang , sama saja orang Padang mah, susah kalau disuruh suruh.. ? , dan karakternya mirip orang melayu riau yg menurutnya , agak malas juga bekerja ( ingin nya jadi bos saja ) Tapi kalau nggak diajakan proyek , penduduk setempat marah, sehingga akhirnya dibuat semacam ketentuan bahwa penduduk setempat dilibatkan tapi dalam kerja yg ringan atau kerja santai lainnya. ( repot bagi pimpro ) kawan ambo sabananya butuh banyak orang , ingin rasanya mengajak pula orang sumbar untuk ikutan jadi pekerja pada proyek tsb, tapi teman saya berpikir juga , wah repot nih punya pekerja orang padang, sehingga akhirnya diajak jugalah para pekerja dari pulau jawa ( misal orang Garut yg memang terkenal di kerja proyekan di jakarta ), sedih juga peluang tsb tak dapat diraih dunsanak awak di sumbar , yg konon kabarnya pengangguran nya cukup tinggi. terus menarik pula, ternyata pemda setempat lebih memilih bekerjasama dg pengusaha cina daripada pengusaha rang awak misalnya , saya nggak ngerti juga , kok mereka (melayu riau ) lebih memilih bekerjasama dg cina dari pada dg orang minang, apa ada rasa minder ( takut dikalahkan ) dg orang minang ? Dg APBD yg besar sebenarnya Riau menyimpan potensi bisnis dan perputaran uang yg besar , setidaknya sumbar bisa mendapatkan efek juga karena nya , tapi nampaknya harus dicari cara yg cerdik untuk hal tsb. Karena sangat disayangkan akhirnya para pengusaha dari pulau jawa pula ( jakarta, dll ) yg akan mengambil potensi proyek tsb , sedangkan orang sumbar sbg tetangga hanya menonton saja. Kasus lain lagi , pada proyek Bandara Ketaping , banyak pula bagian proyek nya yg digarap pengusaha dari pusat, , salah satu nya tampek ambo karajo yg kebagian menggarap proyek konstruksi alat listrik nya. Nah sekian sekedar dongengnya , mungkin ado dunsanak yg lebih faham seluk beluk bisnis di riau dan isu putra daerah dan pungli yg meraja lela punya trik bisnis khusus thd masalah ini. wasssalam Hendra M Jakarta RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

