Assalamualaikum,

Terima kasih banyak atas gagasannya doen AA. Setelah saya baca, gagasan Anda banyak 
miripnya dengan gagasan Moderator milis [EMAIL PROTECTED], jadi tidak berlebihan 
dong jika saya perkenalkan kalian berdua (mudah2an bukan orang yang sama :-)). Kanda 
DD, ini doen AA yang saya temukan di Minangnet pertama kali dan tulisannya di bawah 
dimuat di milis Surau. Dan doen AA, ini Ardi Usman, moderator ekonomi.

Well doen AA, apa yang Anda gagas untuk MI, secara garis besar tidak ada yang 
menyimpang dari master plan yang disiapkan oleh ketua MI, bapak MC 
Baridjambek.Sepanjang saya cermati, memang MI tidak disiapkan sebagai organisasi untuk 
membuat yang kaya menjadi tambah kaya tapi sebaliknya, mengangkat perekonomian 
rakyat.Bahwa kemudian terpikir untuk membuat usaha seperti konsep perusahaan2 di bawah 
payung MI, saya menangkapnya dalam titik pandang simple saja: menurut mereka itu lebih 
praktis. Pengurus ingin berbuat sesuatu dulu, setelah berhasil baru di tawarkan kepada 
para investor retail.

Kita juga semua berharap MI akan keluar sebagai organisasi yang sangat transparant. 
Kalau Anda dan saya saat ini masih menangkap kesan tertutup, mari kita maklumi unsur 
manusiawinya, tidak semua orang punya kemampuan menampung ide-ide brilian lalu 
mengambilnya untuk membangun organisasi tangguh. Ada orang yang mengaku berjiwa 
egaliter tapi menganggap kritik sangat personal. Ada lagi yang mengaku siap di koreksi 
tapi begitu koreksinya tiba, mereka menguncup bak putri malu.

Ngomong-ngomong, apa doen AA sudah mengintip foto para God Fathers yang ditayang pak 
Abrar Yusuf untuk membujuk Ronal yang baru ngambek? Hehehe...barusan saya sudah! 
Memandangi mereka saya menemukan pemahaman baru dan rasa-rasanya saya mulai ngerti 
mengapa MI berpenampilan hope less seperti ini. Mereka sudah terlalu banyak makan asem 
dan garem! Terlalu banyak malah! Akibatnya mereka kurang cair berhadapan dengan 
generasi "srandang-srundul" seperti kita.

Sudah dulu ya. E-mailnya tidak saya potong, biar Doens yang tidak bergabung di Surau 
tidak kehilangan kontak subjek pembicaraan kita.

Wassalam,

--GM--


----- Original Message ----- 
From: "Amru Abdillah" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> > 
> > Btw, katanya punya ide bagus untuk MI, manaaaa?
> > 
> > --GM--
> > 
> 
> Co-iko :-) 
> Mungkin bahasonyo agak ba-tele tarutamo bilo dibaco dek Doens nan cadiak pandai (nan 
>ba-titel), tapi intinyo sajo nan diambiak :-)
> 
> ------
> 
> Saya teringat bagaimana kerajaan Inggris dahulu yang mempunyai armada kapal laut 
>yang tangguh. Mereka merajai lautan. Pada saat itu, negara yang merajai lautan, maka 
>negara itu yang berada di depan.
> 
> Teknologi makin berkembang. Sekarang negara yang mempunyai angkatan/pertahanan  
>udara yang kuat, maka negara tersebut yang merajai dunia.
> 
> Kalau MI menjalankan ide seperti perusahaan-perusahaan kebanyakan, saya khawatir 
>yang terlibat dan bergabung dengan MI justru orang yang ada di kota besar dimana 
>pengurusnya berada. Justru orang kaya yang lebih banyak bergabung. Orang pinggiran 
>seperti saya tentu tidak akan terlirik sama sekali. Lebih parah lagi adalah kondisi 
>negara kita sekarang dimana golongan seperti saya yang banyak bertebaran dimana-mana.
> 
> Ibarat membangun sebuah rumah, sasaran utama MI adalah membangun fondasi yang kokoh 
>di seantero dunia.
> 
> Kita sudah mengenal bagaimana niniak moyang urang awak menyusun suatu pemerintahan 
>yang berdasarkan tigo tungku sajarangan (TTS). Baik Dt Parpatiah Nan Sabatang atau Dt 
>Katumangguangan memakai prinsip itu. Cara tigo tungku sajarangan ini sangat baik 
>untuk mensosialisasikan kebijaksanaan serta ampuh untuk mencegah korupsi. Kita sama2 
>tahu bukan, kita adalah makhluk Allah yang sangat manusiawi. 
> 
> Penerapannya di MI bisa beragam. Salah satunya adalah mendirikan perangkat TTS di 
>setiap regional seantero dunia. Anggota MI boleh bertebaran di mana saja dan bekerja 
>di perusahaan mana saja. Masing-masing TTS memayungi sejumlah anggota. Makin banyak 
>jumlah anggota, maka makin besar TTSnya. Bedanya dengan TTS Real, TTS Virtual ini 
>tidak membedakan suku. Seluruh TTS berinduk pada satu TTS Virtual Pusat, semacam 
>limbago dengan mengirimkan perwakilannya.
> 
> Masing-masing TTS wajib mempunyai jalur komunikasi (milis) dengan anggotanya. TTS 
>harus menjelaskan/mensosialisasikan setiap kebijaksanaan yang diputuskan oleh 'balai 
>adat'  atau 'limbago adat' melalui semacam newsletter. 
> 
> Fondasi MI yang saya maksud adalah wadah koperasi yang dikawinkan dengan sistem 
>pemerintahan TTS dengan menguasai jalur komunikasi. Teknologi internet zaman milenium 
>sekarang memungkinkan untuk tujuan itu. Jarak bukan lagi merupakan masalah. Rapat 
>utusan-utusan di 'limbago adat' bisa dilakukan melalui VoIP. 
> 
> For the future, MI mungkin harus memiliki satelit sendiri tapi setidaknya untuk saat 
>sekarang pendirian ISP gratis untuk anggota harus dipikirkan.
> 
> Kata kunci adalah ide saya adalah Koperasi, TTS dan Internet. Ketiga unsur diatas 
>harus dikawinkan dan masing2 unsur sudah teruji kehandalannya serta keampuhannya. 
>(Koperasi indak ba-pajak bagai do!)
> 
> Ketiga-tiga unsur, harus menganut falsafah keseimbangan dan keselarasan. Yaitu laba, 
>informasi, sosialisasi, 'right man on the right job', kesempatan, sangsi dlsb.
> 
> Dari sini MI baru bisa 'bertelor' yang salah satunya adalah sebuah perusahaan. 
> 
> Demikianlah
> Kok satitiak tolong lauikkan
> Kok sakapa tolong gunuangkan.
> 
> Wassalam 
> -AA
> 
> P.S.
> Bila jumlah anggota 1.000 kapalo dan iuran wajib per bulan 100.000,- dalam satahun 
>bara banyak kepeng kito? 
> Kalau biro iklan kito hebat dan jumlah anggota manjadi 1.000.000,- Semen Padang atau 
>Indosat pasti bisa kito bali.
> 




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR 
ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
==============================================

Kirim email ke