Assalamualaikum Ww Terima kasih AA & GM, suatu ID nan rancak, kebetulan kami juo bajalan kasitu. Kini sadang diinstall pusat informasi awak di Pasar Minggu (server dan 10 komputer alah tapasang, sadang maurus lease line internet), sudah itu ambo alah pulo mancubo negosiasi jo Warnet di Pakanbaru, Dumai dan Padang untuak manjajaki pemanfaatan mereka sbg slave info
Tks/Brgds Darul > -----Original Message----- > From: -- (*o*) -- [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Wednesday, January 29, 2003 8:26 AM > To: RantauNet.com; [EMAIL PROTECTED] > Cc: RD > Subject: Harapan Terhadap MI -Re: [RantauNet.Com] [surau] > > Assalamualaikum, > > Terima kasih banyak atas gagasannya doen AA. Setelah saya baca, gagasan > Anda banyak miripnya dengan gagasan Moderator milis [EMAIL PROTECTED], > jadi tidak berlebihan dong jika saya perkenalkan kalian berdua (mudah2an > bukan orang yang sama :-)). Kanda DD, ini doen AA yang saya temukan di > Minangnet pertama kali dan tulisannya di bawah dimuat di milis Surau. Dan > doen AA, ini Ardi Usman, moderator ekonomi. > > Well doen AA, apa yang Anda gagas untuk MI, secara garis besar tidak ada > yang menyimpang dari master plan yang disiapkan oleh ketua MI, bapak MC > Baridjambek.Sepanjang saya cermati, memang MI tidak disiapkan sebagai > organisasi untuk membuat yang kaya menjadi tambah kaya tapi sebaliknya, > mengangkat perekonomian rakyat.Bahwa kemudian terpikir untuk membuat usaha > seperti konsep perusahaan2 di bawah payung MI, saya menangkapnya dalam > titik pandang simple saja: menurut mereka itu lebih praktis. Pengurus > ingin berbuat sesuatu dulu, setelah berhasil baru di tawarkan kepada para > investor retail. > > Kita juga semua berharap MI akan keluar sebagai organisasi yang sangat > transparant. Kalau Anda dan saya saat ini masih menangkap kesan tertutup, > mari kita maklumi unsur manusiawinya, tidak semua orang punya kemampuan > menampung ide-ide brilian lalu mengambilnya untuk membangun organisasi > tangguh. Ada orang yang mengaku berjiwa egaliter tapi menganggap kritik > sangat personal. Ada lagi yang mengaku siap di koreksi tapi begitu > koreksinya tiba, mereka menguncup bak putri malu. > > Ngomong-ngomong, apa doen AA sudah mengintip foto para God Fathers yang > ditayang pak Abrar Yusuf untuk membujuk Ronal yang baru ngambek? > Hehehe...barusan saya sudah! Memandangi mereka saya menemukan pemahaman > baru dan rasa-rasanya saya mulai ngerti mengapa MI berpenampilan hope less > seperti ini. Mereka sudah terlalu banyak makan asem dan garem! Terlalu > banyak malah! Akibatnya mereka kurang cair berhadapan dengan generasi > "srandang-srundul" seperti kita. > > Sudah dulu ya. E-mailnya tidak saya potong, biar Doens yang tidak > bergabung di Surau tidak kehilangan kontak subjek pembicaraan kita. > > Wassalam, > > --GM-- > > > ----- Original Message ----- > From: "Amru Abdillah" <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > > > > Btw, katanya punya ide bagus untuk MI, manaaaa? > > > > > > --GM-- > > > > > > > Co-iko :-) > > Mungkin bahasonyo agak ba-tele tarutamo bilo dibaco dek Doens nan cadiak > pandai (nan ba-titel), tapi intinyo sajo nan diambiak :-) > > > > ------ > > > > Saya teringat bagaimana kerajaan Inggris dahulu yang mempunyai armada > kapal laut yang tangguh. Mereka merajai lautan. Pada saat itu, negara yang > merajai lautan, maka negara itu yang berada di depan. > > > > Teknologi makin berkembang. Sekarang negara yang mempunyai > angkatan/pertahanan udara yang kuat, maka negara tersebut yang merajai > dunia. > > > > Kalau MI menjalankan ide seperti perusahaan-perusahaan kebanyakan, saya > khawatir yang terlibat dan bergabung dengan MI justru orang yang ada di > kota besar dimana pengurusnya berada. Justru orang kaya yang lebih banyak > bergabung. Orang pinggiran seperti saya tentu tidak akan terlirik sama > sekali. Lebih parah lagi adalah kondisi negara kita sekarang dimana > golongan seperti saya yang banyak bertebaran dimana-mana. > > > > Ibarat membangun sebuah rumah, sasaran utama MI adalah membangun fondasi > yang kokoh di seantero dunia. > > > > Kita sudah mengenal bagaimana niniak moyang urang awak menyusun suatu > pemerintahan yang berdasarkan tigo tungku sajarangan (TTS). Baik Dt > Parpatiah Nan Sabatang atau Dt Katumangguangan memakai prinsip itu. Cara > tigo tungku sajarangan ini sangat baik untuk mensosialisasikan > kebijaksanaan serta ampuh untuk mencegah korupsi. Kita sama2 tahu bukan, > kita adalah makhluk Allah yang sangat manusiawi. > > > > Penerapannya di MI bisa beragam. Salah satunya adalah mendirikan > perangkat TTS di setiap regional seantero dunia. Anggota MI boleh > bertebaran di mana saja dan bekerja di perusahaan mana saja. Masing-masing > TTS memayungi sejumlah anggota. Makin banyak jumlah anggota, maka makin > besar TTSnya. Bedanya dengan TTS Real, TTS Virtual ini tidak membedakan > suku. Seluruh TTS berinduk pada satu TTS Virtual Pusat, semacam limbago > dengan mengirimkan perwakilannya. > > > > Masing-masing TTS wajib mempunyai jalur komunikasi (milis) dengan > anggotanya. TTS harus menjelaskan/mensosialisasikan setiap kebijaksanaan > yang diputuskan oleh 'balai adat' atau 'limbago adat' melalui semacam > newsletter. > > > > Fondasi MI yang saya maksud adalah wadah koperasi yang dikawinkan dengan > sistem pemerintahan TTS dengan menguasai jalur komunikasi. Teknologi > internet zaman milenium sekarang memungkinkan untuk tujuan itu. Jarak > bukan lagi merupakan masalah. Rapat utusan-utusan di 'limbago adat' bisa > dilakukan melalui VoIP. > > > > For the future, MI mungkin harus memiliki satelit sendiri tapi > setidaknya untuk saat sekarang pendirian ISP gratis untuk anggota harus > dipikirkan. > > > > Kata kunci adalah ide saya adalah Koperasi, TTS dan Internet. Ketiga > unsur diatas harus dikawinkan dan masing2 unsur sudah teruji kehandalannya > serta keampuhannya. (Koperasi indak ba-pajak bagai do!) > > > > Ketiga-tiga unsur, harus menganut falsafah keseimbangan dan keselarasan. > Yaitu laba, informasi, sosialisasi, 'right man on the right job', > kesempatan, sangsi dlsb. > > > > Dari sini MI baru bisa 'bertelor' yang salah satunya adalah sebuah > perusahaan. > > > > Demikianlah > > Kok satitiak tolong lauikkan > > Kok sakapa tolong gunuangkan. > > > > Wassalam > > -AA > > > > P.S. > > Bila jumlah anggota 1.000 kapalo dan iuran wajib per bulan 100.000,- > dalam satahun bara banyak kepeng kito? > > Kalau biro iklan kito hebat dan jumlah anggota manjadi 1.000.000,- Semen > Padang atau Indosat pasti bisa kito bali. > > > > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > ================ > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > ================ ********** DISCLAIMER: Privileged/Confidential information may be contained within this message. If you are not the intended recipient, you must not use, copy, retain, distribute, or disclose any of its content to others. Instead, please notify the sender immediately and then delete this e-mail entirely. We have checked this e-mail for any viruses and harmful components however; we cannot guarantee it to be secured or virus free. PT Perusahaan Pelayaran EQUINOX does not accept any responsibility for any damages or any consequences therefrom. RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 ==============================================Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ==============================================

