Salam Idul Adha
 
Kalau kita diperintah oleh Yang Menciptakan semua ini, termasuk harus makan kotoran sekalipun, tak usahlah membantah. Kerjakan sajalah. Jangan karena ilmu kita belum nyampe ke sana, lantas perintah itu disepelekan. Saya sedikit koreksi bahwa kurban kambing tidak hanya dipraktekkan oleh Muslim, tapi juga oleh Yahudi yang katanya logikanya sangat kritis itu dan kecerdasan mereka saya yakin jauh di atas rata2 kita, walaupun ada Yahudi yang idiot.
 
Sejauh yang saya tangkap dari kisah Ibrahim, yang dipotong adalah qibas (kambing, rusa, pelanduk, biri2, domba dan sejenisnya). Salah satu rahasia yang terkandung di dalamnya ada.....ssst...informasi ini hanya terbatas untuk kalangan Muslim lho.....adalah libido seksual. Artinya, jangan karena miskin dan tak mampu mengkonsumsi qibas, orang Muslim lemah jantan...gitu. Belum lagi kalau kita bicara reproduksi...penelitian menunjukkan vegetarian cenderung mandul. Orang Islam kan tidak boleh mandul..he..e..he..kecuali kalau dianya cacat produksi. Itupun karena kehendak ALlah.
 
Anda pilih mana...darah tinggi atau mandul? Kalau buat saya, daging kambing sudah tidak wajib lagi. Tapi saya mewajibkan Nofendir Lareh yang masih 'kekar' dan 'kencang" itu  untuk makan daging kambing...biar......topcer..nantinya. Selamat mengaji.
 
Love
Elzo St Baribeh (Baribeh=sejenis beruang yang hanya ditemukan hidup di rimbo Bateh Gadang, Palembayan)
Depok
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, February 11, 2003 16:29
Subject: Re: [RantauNet.Com] [surau] esensi berqurban ( inovative view )

Assalamu�laikum wr.wb.,

Tercenung saya. Benarkah? Semua bisa kita 'jabar'kan. Perintah berqurban dalam al Quran tidak merinci apa yang harus dipotong untuk di qurbankan. Tapi hadits-hadits Rasulullah SAW bercerita dengan jelas bahwa yang di qurbankan itu adalah binatang ternak, kambing, sapi atau unta. Untuk yang sedang melaksanakan haji, mereka mambawa 'hadyu'', berupa kambing.

Lalu kalau kita hitung-hitung seperti itu? Tentulah seolah-olah ajaran Rasulullah itu tidak up to date lagi. Tidak perlu di contoh lagi.

Mungkin bukan itu saja. Pergi berhaji ke tanah haram. Dengan biaya US $ 2500 per orang, 200,000 rakyat Indonesia yang pergi setiap tahun. US $ 500,000,000 yang terbuang percuma untuk pergi berhaji, yang kalau di rupiahkan menjadi Rp 4.4 triliun. Apakah begitu kita menilainya?

Kenapa kita tidak melihat bagaimana petani/peternak kambing di kampung-kampung bisa memetik untung dari penjualan kambing di musim qurban?

Ah, agama kadang-kadang memang seringkali sulit diinovasi.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu�laikum wr.wb.

Lembang Alam

 

 

Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]>

10/02/2003 05:23 PM

Please respond to surau

To: [EMAIL PROTECTED]

cc:

Subject: [surau] esensi berqurban ( inovative view )

 

 

Bapak dan Ibu sekalian

Beberapa hari lagi kita akan tiba pada Hari Raya Iedul

Adha.

Yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadah kurban.

Pada ceramah di masjid masjid dan juga di

pengajian-pengajian akan dibahas

Secara intens topik mengenai kurban ini.

Dimulai dari cerita tentang pengorbanan Nabi Ismail

untuk menyembelih putranya, yang mempunyai makna

pengorbanan terhadap segala sesuatu yang paling

dicintai.

Bercermin pada kejadian tersebut, maka setiap idul

adha umat muslimin melakukan kurban berupa pemotongan

hewan ternak yang dagingnya dibagi-bagikan utamanya

kepada fakir miskin.

Pada kesempatan Idul kurban ini juga sering dibahas

keluhuran tatacara kurban umat Islam, dalam hal ini

dilakukan perbandingan bahwa ada beberapa agama yang

dikorbankan adalah manusia.  Atau jika yang

dikorbankan hewan maka hewan teresbut mengalami

kematian yang tersiksa seperti dicebur kelaut,

dilempar kekawah atau dibakar hidup-hidup. Dalam

Islam tidak demikian karena hewan dipotong secara

beradab.

Itulah sekelumit makna kurban yang selalu

dikumandangkan pada ceramah jumat dimasjid atau pada

pengajian majelis taklim.

 

Bapak dan Ibu sekalian

Perkenankanlah sekali waktu, hati dan pikiran kita

untuk melakukan kritisasi dan pemaknaan yang lebih

mendalam tentang kurban ini..

Pertama,  Apakah kurban itu bermakna memotong kambing?

Jika dikaitkan dengan agama lain,  pengorbanan dengan

pemotongan hewan saat ini cuman ada dalam Islam,

agama lain sudah tidak ada lagi yang berkurban dengan

cara seperti itu.  Bahkan jika ditelah secara teliti,

dizaman modern ini pengorbanan hewan dengan cara

tersiksa juga sudah  tidak ada lagi kecuali

dibeberapa suku terasing.

Jadi  sekarang ini, Islam adalah satu-satunya agama

yang memakai media penyembelihan hewan dalam

peribadatanya.

Ini menimbulkan pertanyaan apakah kurban dalam bentuk

penyembelihan kambing memang harga mati ?  Apakah

tidak bisa digantikan misalnya dengan uang kurban

senilai harga kambing dan uangnya diberikan pada

fakir miskin.

Seperti pada Zakat fitrah yang semula mengunakan

beras, sekarang sudah bisa diganti dengan uang.

Bukankah bisa juga Kambing diganti dengan uang ?

Silahkan Pihak yang berwenang untuk menelaah lebih

jauh.

 

 

Kedua, Apakah kurban itu bermakna memotong kambing?

Dalam cerita nabi Ibrahim, yang dikurbankan adalah

anak sendiri, sesuatu yang begitu dikasihi, 

pertanyaanya Apakah sesuatu yang amat dikasihi itu

sebanding dengan seekor kambing?

Dizaman nabi tentu saja yang dikurbankan adalah

kambing, sebab di zaman itu kambing memang suatu yang

amat sangat berharga, dan nilai seekor kambing saat

itu  memang sangat tinggi. 

Jika menangacu pada nilai dan makna untuk berkorban

adalah mengorbankan harta yang paling dicintai, di

zaman sekarang ini mestinya tidak layak lagi untuk

memakai potong kambing sebagai ukuran..

Kurban Zaman sekarang ini, semestinya adalah , yang

punya mobil enam, kurbankanlah satu mobil miliknya,

yang punya rumah lima, kurbankan salah satu rumah

miliknya, yang punya deposito sepuluh, kurbankanlah

satu atau dua deposito miliknya, demikian

seterusnya..

Memang pasti banyak yang tidak setuju dan akan

keberatan, kalo diterapkan seperti itu. Jangan-jangan

nanti tidak ada lagi yang mau berkurban, jadi biarlah

tetap berkurban seharga seekor kambing saja....

begitulah syariat mengatur....

 

Ketiga,  Apakah kurban itu bermakna memotong kambing?

Selesai kambing dipotong, dagingnya dibagi-bagikan

utamanya pada fakir miskin. Kemudian malamnya di

mulailah acara bikin sate, hampir di setiap rumah

sibuklah untuk mengolah daging kurban untuk bikin

sate, Meskipun tidak resmi, jadilah hari itu hari

bikin sate nasional,

Nah, coba sekarang kita hitung berapa biaya yang

diperlukan untuk perayaan Hari Bikin Sate Nasional

ini.

Kita melakukan perhitungan seperti ini:

Jumlah penduduk Indonsia adalah sekitar 220 juta. Kita

ambil asumsi ada sekitar 2% saja penduduk Indonesia

yang berkurban  yaitu sekitar 4,4 juta orang.

Kenyataanya mungkin lebih.

Harga kambing rata-rata saat ini adalah 700 ribu maka

dana yang digunakan umat muslimin untuk membeli

kambing kurban adalah

700 ribu x 4,4 juta =  3,08 triliun Rupiah !!!!!!!!!

Itulah , Tiga triliun besarnya dana yang digunakan

untuk membeli kambing dalam rangka  ber-Kurban.

Coba diganti redaksi bahasanya

Itulah , Tiga triliun besarnya dana yang dihamburkan

untuk membeli kambing dalam rangka Hari Bikin Sate

Nasional

Bayangkan jika dana sebesar itu digunakan untuk

memperbaiki perekonomoian fakir miskin, tentu akan

jauh lebih bermanfaat ketimbang mereka mendapat

sekilo daging kambing untuk dibikin sate.

Lalu mari kita coba juga untuk menghitung dana yang

digunakan oleh Arab Ssaudi dalam rangka pengadaan

kambing untuk jemaah haji,  konon kambingnya didapat

dari Australia.. Besarnya mencapai 1,6 triliun

rupiah.

Bayangkan jika dana sebesar itu disumbangkan saja ke

Indonesia, Bangladesh  Indonesia atau negara miskin

lain, ketimbang dipakai untuk pembayaran kepada

Australia.

Bapak dan Ibu sekalian,

Bagaimanapun juga ada pihak-pihak yang  berwenang

untuk mengatur, ada juga  syariat yang  mengatur, 

jadi biarlah beliau-beliau yang berkompeten untuk

mengkaji secara arif  dan memutuskan secara

bijaksana....

Sementara beliau-beliau yang berkompeten masih sibuk

mengkaji masalah ini,  mari kita ikut saja untuk

merayakan HarTeNas, ....Hari Bikin Sate Nasional....

 

Wassalam

__________________________________________________

Do you Yahoo!?

Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.

http://mailplus.yahoo.com

------------------------------------------------------------------------

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu

melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian

maka mereka itulah orang-orang yang rugi" <AL MUNAAFIQUUN (63:9)>

========================================================================

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/

 

 

 



St. Lembang Alam



Do you Yahoo!?
Yahoo! Shopping - Send Flowers for Valentine's Day

Kirim email ke