Demikian juga dengan halnya saudara-saudara kita yang diusir dari tanah airnya seperti di Chechnya atau kejadian Pembantaian Umat Islam di Bosnia-Herzegovina dulu tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata tragedi umat manusia itu.

 

Atau kejadian yang menimpa Kaum Muslimin Maluku yang sedang shalat dan merayakan kemenangan sesudah puasa sebulan pada tanggal 19 Januari 1998, tiba-tiba diserbu oleh segerombolan orang-orang yang penuh kebencian dihati mereka membantai orang lain yang sedang beribadah. Begitu berat cobaan yang dialami oleh saudara-saudara kita tersebut, malah ada muslimat yang disuruh buka jilbabnya kemudian �maaf� diperkosa rame-rame ditengah jalan dan ada juga yang muslimat hamil dibunuh setelah diperkosa dan perutnya dibelah dan anaknya dikeluarkan. Begitu pula halnya dengan kejadian pembantaian santri-santri di Poso dan kejadian lainnya. Masyaallah. Mengenai gangguan dari Ahli Kitab dan kaum musyrik ini telah dijelaskan oleh Allah dalam kitab-Nya yang merupakan ketetapan berupa cobaan dari-Nya, sejak dari masa rasul-rasul dahulu.

 

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrik), gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. 3:186)

 

Tetapi Allah Maha Penolong terhadap hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman kepada-Nya yakni dengan mengikuti segenap petunjuk yang diturunkan-Nya bagi kebahagian umat manusia. Allah menolong Umat Islam Maluku melalui Lasykar Jihad yang membangkitkan kembali semangat Umat Islam Maluku dengan memberikan pengajaran bahwa pertolongan Allah sangat dekat dan Allah berkewajiban menolong hamba-hamba-Nya, jika mereka tetap berpegang teguh kepada petunjuk Allah dengan memenuhi segala perintah-Nya dan menghentikan larangan-Nya. Akibat pertolongan Allah, keadaan medan peperangan jadi berbalik. Umat Islam mendapat kemenangan dimana-mana dan Lasykar Kristuspun kocar-kocar berteriak-teriak keluar negeri meminta pertolongan, padahal merekalah memulai peperangan. Akhirnya terjadilah perdamaian seperti sekarang. Jika mereka sungguh-sungguh condong kearah perdamaian, maka kitapun diperintah untuk condong kepada perdamaian tersebut, karena Umat Islam adalah pemaaf.

 

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawwakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 8:61)

 

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah". Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. 2:214)

 

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS. 10:103)

 

Inilah janji Allah kepada orang-orang yang beriman jika ditimpa bahaya, jika mereka tetap berpegang teguh kepada-Nya dan berlindung kepada-Nya. Kalau pun terjadi sesuatu yang menyakitkan, mereka menganggap itu hanyalah cobaan dari-Nya.

 

 

Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. 30:47)

 

Kejadian di Maluku dan Poso tersebut persis sama yang terjadi saat  Umat Islam memenangkan pertempuran dalam Perang Badar yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW dan peperangan lainnya, padahal Umat Islam dalam perang Badar hanya berjumlah 300 orang dibanding dg Musrykin Mekkah yang berjumlah 1000 orang, karena mereka dibantu oleh Allah berupa tentara malaikat yang tidak tampak oleh mata.  

 

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (QS. 3:123)

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mu'min: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?" (QS. 3:124)

ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS. 3:125)

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 3:126)

(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa. (QS. 3:127)

 

Sesungguhnya semua itu adalah berkat pertolongan Allah dan tetap berlaku sabar dan tawakkal menghadapi semua itu.

 

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. 3:146)

 

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS. 8:65)

 

(al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 3:138)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. 3:139)

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan�, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 6:48)

 

 

Akan tetapi jika seseorang bersikap congkak sesudah datang kemudahan bagi dia akibat rahmat Allah maka Allah menegur dia dengan mencabut rahmat itu (karena memang Allah tidak menyukai sifat seperti itu), seperti halnya yang dialami Umat Islam pada saat Perang Uhud dan Hunain yang menceritakan bahwa jumlah yang besar tidak menolong jika mereka melupakan Allah dan bersikap sombong.

 

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai orang-orang mu'minin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu,maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa'at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dan bercerai-berai. (QS. 9:25)

 

���.Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. 57:23)

bersambung....

_________________________________________________
IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

Kirim email ke