FYI
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, February 10, 2003 11:11 PM
Subject: [rimbawan-interaktif] Bisnis Indonesia 11-Feb-2003 - 8000 ha Hutan Bakau Sumbar Rusak Berat


Sup. Agribisnis
Selasa, 11/02/2003
 
8.000 Ha hutan bakau di Sumbar rusak berat
 
PADANG (Antara): Sekitar 22,67% atau 8.000 hektare dari 39.892 hektare hutan bakau (mangrove) di Sumatra Barat kini dalam kondisi rusak berat, sehingga daerah itu diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp4 triliun setiap tahunnya akibat berkurangnya pendapatan nelayan.

"Artinya, potensi sumber daya pesisir Sumbar kehilangan 10 ton ikan dan udang selama setahun dalam satu hektare hutan mangrove," ujar Ketua Pusat Studi Mangrove dan Kawasan Pesisir Universitas Bung Hatta Padang, Eni Kamal di Padang kemarin.

Menurut dia, kerusakan hutan bakau di daerah itu makin parah, sehingga kelestarian ratusan flora dan fauna terancam akibat kegiatan pembangunan di laut, termasuk akibat pencemaran minyak, sedimentasi dan dampak dari kegiatan di darat seperti pembuangan limbah industri serta erosi.

Selain itu, lanjutnya, faktor-faktor sosial ekonomi yang juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hutan bakau secara langsung dan tidak langsung adalah latar belakang pendidikan penduduk nelayan yang relatif rendah.

"Penduduk pantai termasuk golongan yang berpendidikan rendah, sehingga mereka belum sepenuhnya menerima pembaharuan teknologi perikanan, sementara pola pemanfaatan sumber daya yang tidak merata terutama pada daerah yang padat nelayan akan mengakibatkan makin kritisnya sumber daya hayati perikanan," katanya.

Hutan bakau makin rusak karena pola ketergantungan masyarakat sekitar kawasan hutan tersebut yang menjual kayu bakau untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Untuk itu, papar Eni, perlu pembakuan terhadap pengertian dan istilah yang digunakan dalam semua ketentuan pada pengelolaan wilayah bakau, sehingga pengelolaan wilayah pesisir akan terselenggara dengan baik.

"Upaya peningkatan pemanfaatan sebaiknya diarahkan untuk mengembangkan bakau sebagai wilayah lindung, objek pariwisata, budi daya serta permukiman sekaligus melakukan pembinaan terhadap masyarakat pedesaan yang tinggal di dalam dan sekitar wilayah hutan bakau."

Eni menambahkan kondisi kerusakan hutan bakau di Sumbar seperti Kabupaten Pasaman mencapai 30%, Pesisir Selatan 70%, Kabupaten Padang Pariaman 80%, Kabupaten Agam 50%, Kota Padang 70%, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai mencapai 20%.

 
Copyright 2001 Bisnis Indonesia. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

Silahkan lihat file r-i di:
http://yahoogroups.com/group/rimbawan-interaktif
klik messages
terimakasih


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

Kirim email ke