"Zubir Amin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    Berkaitan dengan hal nan diateh,masalah mansosialisasikan AD et ART
MI nanti akan jaleh"baa bantuak dan roman"MI itu,apo model koperasi Mara
palam Indah atau model koperasi nan mondial seperti nan banyak hidup su-bur di negara2 
Skandinafia  et Amerik's(model Datuak Dalu).Model Datuak Dalu ini adalah model nan 
anggotanya Bebas kebangsaannya,dia tidak disk-
riminatif,nan pendeké lai namuah bakarajo samo asa lai untuk kapantingan
Minangkabau,itulah nan sabananyo modelkoperasi nan Harus kita kembangkan
untuak manjawab tantangan menjadikan Minang sebagai pusat nan waaah,et
kelak malahirkan manusia-manusia unggul(SDM) nan dicito-citokan.-----

---- Assalamualakum.

Dear Mamanda,

Untuk memperjelas model koperasi versi-versian ini, mari kita hadapi realita dan  
fakta di bawah:

1. Syarat untuk jadi anggota koperasi di Indonesia adalah warga negara indonesia. 

2.Koperasi Marapalam "sudah" mendapat legalisasi di Indonesia.

3. Pengurus, Mak Is, dan T9 sudah menghabiskan waktu liburnya hampir 3 bulan dan 
berkuhempas membuat bizplan, ART dan biz flow chart untuk Koperasi Marapalam.

4. Tenaga, pikiran, korban perasaan yang diberikan para pengurus memang bersifat 
subjektif, tapi adalah fakta kita tidak bisa mengganti kerja mereka dengan sejumlah 
angka-angka dalam rupiah.

5. DLL (belum terpikirkan).

Sekarang mari kita pertanyakan:

1. Apakah layak, bila hal-hal diatas kita anggap tidak ada, misal dengan membuat 
koperasi model baru ala Skandinafia yang tidak mensyaratkan kewarganegaraan bagi 
anggotanya?

2. Apakah MI akan berhenti pada satu-satunya usaha yaitu merekrut anggota melalui 
legalisasi Koperasi Marapalam? Emang MI tidak bisa membuat subdiary yang akan 
menampung dunsanak2 kita yang bukan WNI?

3. Saya pertegas pertanyaan no.2. Apakah satu-satunya yang terpikirkan oleh uda DD 
adalah membuat koperasi model yang ada dalam kepala beliau?

4. Apakah validitas prosisi, "eliminate your ego" hanya berlaku satu arah, yaitu pada 
para pengurus MI yang ada di Jakarta?

Begitu lah Mamanda, bila salah-salah tanya maafkan nakanda. Yang paling saya harap 
dari pertanyaan ini adalah mencapai satu pengertian bahwa kita beragam dalam pemikiran 
tapi adalah fakta bahwa kita hidup dalam satu bumi.Demi keberhasilan MI, kita tidak 
punya pilihan, selain bekerja sama, dan berfikir jauh melampau egoisme kita 
masing-masing. 


Wassalam,

--GM--









RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR 
ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
==============================================

Kirim email ke