Title: R Sharing sheringan


    ----------
    From:   Ahmad Rizal[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
    Reply To:       [EMAIL PROTECTED]
    Sent:   Saturday, March 15, 2003 6:31 AM
    To:     [EMAIL PROTECTED]; Surau
    Subject:        Re: [RantauNet.Com] Amien Rais: Pemerintah Sharing Kekuasaan dengan Mafioso



    Saya menjunjung tinggi komentar Bp. Amin Rais Sekarang harus dipush. "Kita
    tidak perlu takut pada TW maupun T - T yang lainnya,"
     
    Cara premanisme yang juga terjadi bagi penguasa lain spt. yang terjadi pada sebuah Serikat Pekerja di PT. Kadera Kawasan Industri Pulo gadung beberapa waktu yang lalu yang didalangi dengan cara2 Reman, apalagi didalamnya terdapat aparat berbaju Dinas.

    sekalipun baru merupakan praduga2, dan tentu harus dibuktikan pengadilan.

    Kita pikir sebaiknya dimulai dari pihak penegak hukum yang Premanisme.akan lebih parah lagi kalau seseorang anggota penegak hukum juga sudah dikalahkan oleh reman2  atau kataknlah seorang anggota Polisi Reman (bukan anggota polisi berpakaian preman) begitu juga kalau ada  Pemerintah yang Sharing Kekuasaan dengan Mafioso.

    Sebagai gambaran wakil rakyat  tidak hanya lempar batu sembunyi tangan tidak boleh diam dengan kejadian2  yang berlangsung dalam tubuh aparat penegak hukum dimana terjadinya kasus dalam merekrut seseorang calon anggota polisi  harus mengeluarkan uang sampai 20 Jt.Rp. agar bisa lolos dalam suatu pencalonan hanya untuk seseorang yg. akan mendapat pangkat palang pintu, secara kejujuran berapa lama mereka dapat menebus uang sebesar 20 Jt. Rp. dengan Gaji yang wajar, kalau seseorang calon penegak penegak hukum yang mempuny ai motivasi Spt. itu.bagaimana ?? dan bagaimana??

    hal2 spt. ini mungkin terjadi pada perangkap hukum lainnya.
    inilah mungkin salah satu penyebab2 lain sehingga terjadi lingkaran setan.
    sehingga terjadilah suatu fakta yang terbalik balik karena ada yang membulak balik fakta, fakta kebenaran menjadi salah dan kesalahan menjadi suatu kebenaran.

      Paraduga lain yang mungkin juga ujut dari pendekar pesisir, bagaimana
      cara mengalahkan usaha potensial pribumi (sebagai cina berkepala
      hitam) satu2nya suku yang mampu bersaing ketat dengan  generasi
      penerus  pendekar pesisir.

     
    ----- Original Message -----
    From: harman <[EMAIL PROTECTED]>
    To: Rantau <[EMAIL PROTECTED]>; Surau <[EMAIL PROTECTED]>
    Sent: Friday, March 14, 2003 12:08 AM
    Subject: [RantauNet.Com] Amien Rais: Pemerintah Sharing Kekuasaan dengan
    Mafioso


    > Amien Rais: Pemerintah Sharing Kekuasaan dengan Mafioso
    > Reporter : Suwarjono
    >
    > detikcom - Jakarta, Ketua MPR Amien Rais menilai, pemerintah sekarang
    > terlibat sharing kekuasaan dengan mafioso. Meski begitu, jangan mundur
    untuk
    > memerangi aksi-aksi premanisme.
    >
    > Demikian disampaikan oleh Ketua Amien Rais saat menerima sejumlah tokoh
    yang
    > tergabung dalam Gerakan Antipremanisme Tomy Winata, di lantai 5, Gedung
    > Nusantara 3, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/3/2003).
    >
    > Menurut Amien, aksi-aksi premanisme sebetulnya sudah terjadi agak lama.
    "Dan
    > tidak berlebihan bila pada akhirnya saya berpendapat, bahwa pemerintah
    > sekarang terlibat sharing kekuasaan dengan para mafioso yang menguasai
    > negeri kita."
    >
    > Amien tidak menjelaskan lebih jauh tentang sharing kekuasaan antara
    > pemerintah dengan para mafioso. Namun dengan melihat secara seksama
    kejadian
    > kekerasan yang menimpa Tempo dan kejadian-kejadian serupa sebelumnya, maka
    > sharing kekuasaan itu menjadi jelas.
    >
    > Sebelumnya para tokoh yang menemui Amien Rais mengatakan, bahwa kasus
    Tempo
    > menunjukkan adanya sharing kekuasaan antara birokrasi dan preman, aparat
    > keamanan dan preman, dan bahkan antara dewan dan preman. Hal ini jelas
    > mengancam masa depan republik.
    >
    > Menurut Amien, kasus Tempo ini ibarat gunung es. "Dimana ada kaitan antara
    > modal, ada persoalan premanisme, ada ancaman kebebasan pers, sampai soal
    isu
    > sara, yang bisa meledak."
    >
    > Kasus ini hendaknya dijadikan momentum untuk terus menerus secara
    konsisten
    > memerangi premanisme yang digalang para mafioso. "Jangan sampai kita
    mundur
    > memerangi aksi-aksi premanisme ini," tegas Amien
    >
    > Menurut Amien, kita harus memerangi premanisme secara terus-menerus dan
    > serempak. Jangan hanya secara parsial, kaena sebelumnya ada banyak kasus.
    > Dulu itu reaksinya hanya suam-suam kuku. Sekarang harus dipush. "Kita
    tidak
    > perlu takut pada TW maupun T - T yang lainnya," kata Amien.
    >
    > Sebagai Ketua MPR, Amien juga akan ikut memberikan pressure untuk
    memerangai
    > premanisme dan aktivitas mafioso. "Meskipun saat ini MPR sedang menuju ke
    > gulung tikar, tapi kita bisa melewati pintu samping."
    > (diks)
    >
    > ====================
    >
    >
    > Tokoh Gerakan Antipremanisme Bertemu Amien Rais Pukul 10.00
    > Reporter : Didik Supriyanto
    >
    > detikcom - Jakarta, Setelah bertemu Kapolri, sejumlah tokoh yang prihatin
    > dengan kasus Tempo akan bertemu dengan Ketua MPR Amien Rais, Jumat
    > (14/3/2004) pukul 10.00 WIB. Mereka minta komitmen lembaga tertinggi
    negara
    > itu untuk memerangi premanisme.
    >
    > Demikian disampaikan oleh Nugroho Dewanto, redaktur Tempo yang tergabung
    > dalam Gerakan Antipremanisme Tomy Winata kepada detikcom, Jumat
    (14/9/2004)
    > pagi.
    >
    > Menurut Dewanto, beberapa tokoh yang hendak menemui Ketua MPR Amien Rais
    > adalah mereka yang sangat konsen atas kasus kekerasan yang menimpa Tempo,
    > Sabtu (8/3/2004) lalu. Mereka itulah yang kemudian tergabung dalam Gerakan
    > Antipremanisme Tomy Winata.
    >
    > Selain dari kalangan pers, seperti Gunawan Mohamad (mantan Pimpred Tempo),
    > Fikri Jufri (Pemimpin Umum Tempo), Bondan Winarno (Pimred Suara Pembaruan)
    > dll, juga terdapat pengacara terkenal, seperti Adnan Buyng, Todung Mulaya
    > Lubis dan Luhut Pengaribuan. Tak ketinggalan Hendardi dan Teten Masduki.
    >
    > Pengamat sosial dari CSIS, seperti Clara Yuwono dan Hary Tjan Silalahi,
    dan
    > pengamat ekonomi Feisal Basri serta pengamat pasar modal Lin Che Wei, juga
    > akan bergabung menemui Amien Rais. Tak ketinggalan beberapa anggota dewan,
    > seperti Meilono Soewando, Dwi Ria Latifa, Effendy Choirie.
    >
    > Mereka yang tergabung dalam Gerakan Antipremanisme Tomy Winata itu akan
    > diterima oleh Ketua MPR Amien Rais bersama beberapa pimpinan MPR lainnya,
    di
    > Gedung MPR Jln Gatot Subroto, Senayan Jakarta Pusat.
    >
    > Menurut Dewanto, selain akan melaporkan terjadinya kekerasan terhadap awak
    > Tempo, mereka juga akan memaparkan dampak lanjut dari kegiatan premanisme
    > yang dibiarkan oleh aparat keamanan.
    >
    > "Karena itu, kami minta komitmen lembaga tertinggi negara itu untuk
    > memberantas premanisme. Ini bukan soal kebebasan pers semata. Juga bukan
    > hanya soal proses demokratisasi, tapi ini sudah menyangkut masa depan
    > republik ini," tandas Dewanto
    >
    > (diks)
    >
    >
    >
    >
    > Start Langganan:  [EMAIL PROTECTED]
    > Stop  Langganan:  [EMAIL PROTECTED]
    > URL to this page: http://groups.yahoo.com/group/yisc_al-azhar
    > Kunjungi website YISC Al-Azhar di http://yisc.al-azhar.or.id
    > VISI : MENUJU KOMUNITAS BELAJAR DAN BERAKHLAK
    >
    > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
    >
    >
    > RantauNet http://www.rantaunet.com
    > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
    > ===============================================
    > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
    > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
    >
    > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
    http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
    > ===============================================
    >

Kirim email ke