Terang saja mereka menolak, sebab itu artinya menutup peluang kristenisasi terhadap siswa muslim. Seperti diketahui, di sekolah katolik.kristen, siswa muslim wajib mengikuti pelajaran agama kristen/katolik, termasuk ritualnya di gereja, dengan harapan siswa tsb akan meyakini ajaran Yesus. Misi pendidikan kristen untuk mengkristenkan siswa terancam karena pasal 12 tersebut.
wassalam Rin Bandung Quoting Muhammad Arfian <[EMAIL PROTECTED]>: > Assalaamu'alaikum wr wb > > Walaupun tidak jelas identitasnya, dapat diketahui bahwa pihak-pihak > yang > tidak menginginkan pelajar muslim yang bersekolah di sekolah non-Islam > mendapatkan pelajaran agama yang sepantasnya, makin gencar melakukan > intimidasi ke DPR. > > Organisasi-organisasi Islam yang concern dengan pendidikan anak-anak > muslim > sudah sepantasnya bergerak meng-counter gerakan-gerakan seperti ini > agar > yang benar tetap berada di posisinya yang benar dan yang salah > kelihatan > belangnya. Jika dibiarkan mereka akan mengubah keadaan yang benar ini > ke > arah yang salah. > > Wassalaamu'alaikum wr wb > Muhammad Arfian > [EMAIL PROTECTED] > 090-6149-4886 > "Isy Kariman Aw Mut Syahidan" > > Ribuan Massa Penentang RUU Diknas Satroni Gedung DPR > Publikasi 18/03/2003 10:32 WIB > > eramuslim - Ribuan massa yang mengaku sebagai masyarakat prihatin > pendidikan > nasional serempak menyambangi Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa > (18/03) pagi ini. Massa dari wilayah Jabotabek itu, menyuarakan > penolakan > mereka terhadap RUU Diknas untuk dijadikan Undang-Undang. Karena > dinilai > masih banyak pasal-pasal yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat > dan > UUD ’45. > > Saat ini, massa penolak RUU Diknas tersebut telah memenuhi jalan > sepanjang > bawah jembatan layang Taman Ria Senayan hingga gerbang Gedung DPR. Tak > ayal > aksi itu memacetkan lalu lintas yang menuju arah Grogol. Menurut > seorang > peserta aksi yang tidak mau disebutkan namanya, fihaknya menolak > pengesahan > RUU itu karena bertentangan dengan hati nurani rakyat. > > Ketika eramuslim bertanya pasal mana yang dimaksud, ia tidak > menyebutkannya > secara fisik. Yang unik, hampir seluruh massa menggunakan payung > bertuliskan > “Tolak RUU pendidikan nasional” warna merah metalik dan > kotak-kotak > seperti seragam sekolah Tarakanita. Selain itu mereka umumnya tidak > menyebutkan dari organisasi mana mereka berasal. Hampir semua peserta > ketika > ditanya, hanya mengaku bergerak atas nama pribadi. > > Kemacetan lalu lintas saat ini masih berlasung ke arah jalan menuju > Grogol, > sehingga kendaraan roda empat dan motor terpaksa dialihkan ke jalan > yang > menuju Palmerah. Tampak juga Polda Metro Jaya menurunkan beberapa unit > satuan polisi untuk mengamankan jalannya aksi. > > Puluhan spanduk yang diusung massa, di antaranya berbunyi “Tolak > RUU > Pendidikan, Karena Merusak Kepastian Hukum”. “Kami > prihatin atas RUU > Pendidikan.” Di tengah kerumunan massa aksi itu, ikut juga > Serikat Pekerja > Carolus, berikut ambulan RS St. Carolus. (stn/din) > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

