http://www.kompas.com/kompas-cetak/0303/22/utama/201531.htm


Jalur Padang-Bukittinggi Longsor



Padang, Kompas - Jalan lintas Sumatera jalur Padang-Bukittingi, Kamis (20/3) malam hingga kemarin, longsor. Tepatnya di kawasan Bukit Tambun Tulang atau Lembah Anai, Kilometer 68 dari Padang, menyusul hujan lebat hari Kamis sejak pukul 16.00 hingga pukul 24.00. Ratusan kendaraan terjebak macet total sejak hari Kamis itu pukul 20.00.


Sampai kemarin siang petugas dari Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih menyingkirkan tanah longsoran. Sebagian kendaraan menuju Bukittinggi memutar arah melalui jalur Sicincin-Padang Pariaman-Lubuk Basung-Maninjau-Padanglua-Bukittinggi. Sedangkan kendaraan dari arah Bukittinggi memutar dari Padangpanjang melalui Solok dan seterusnya ke Padang.

Wakil Kepala Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sumbar Dody Ruswandi mengatakan, meski satu titik sudah dapat ditanggulangi, kini ada tiga titik rawan yang sangat potensial terancam longsor.

"Bila hujan turun lagi, dipastikan ketiga titik tersebut longsor. Tiga titik itu berada di wilayah sepanjang 500 meter-membujur dari KM 68 sampai KM 68,5," katanya.

Pengemudi yang melalui rute tersebut diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati. Lebih-lebih curah hujan di daerah tersebut relatif tinggi dibanding kawasan lainnya. Kini, untuk berjaga-jaga telah disiagakan sejumlah alat berat. "Untuk kawasan rawan longsor lainnya, pengendara juga diminta hati-hati, terutama jalur Padang-Solok di kawasan Bukit Sirah, kawasan Bukittinggi- Medan di Palupuh," kata Dody.

Tidak hanya longsor, banjir juga melanda sejumlah lokasi di Padang, semalam. Sehari sebelumnya, banjir besar melanda Kota Solok dan Kabupaten Solok. Ribuan rumah di Padang dimasuki air setinggi 30 sampai 100 sentimeter (cm).

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumbar H Ismet ME, yang dihubungi terpisah di Padang, Jumat, mengatakan, banjir hanya melanda kawasan Padang bagian utara dan sejumlah daerah pantai.

"Curah hujan yang sangat tinggi bertepatan pula dengan pasang naik air laut membuat mulut muara Batang (sungai) Air Dingin, Panyalaian, dan Batang Tabing tak mampu lagi menyalurkan air ke bagian muara," katanya.

Pemilik rumah di Wisma Indah III, V, dan VII, serta permukiman penduduk di Kuala Nyiur, Perumahan Singgalang, sampai Lubuk Nyiur Permai, semalam kalang kabut mengungsi. Sebab, air naik relatif cepat. Pada saat bersamaan listrik pun padam.

Menurut Ismet, air meluap relatif tinggi disebabkan di bagian hulu hujan lebat pula.


====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ======================================================================




_________________________________________________________________
The new MSN 8: smart spam protection and 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail



RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke