Dari milist tetangga...

/rinalvi





>Anda jualan tripleks? Plywood?
>
>Kalau ya, bersiaplah untuk ikut mengekspornya ke Irak.
>
>Irak?
>
>Betul. Irak bakal butuh banyak tripleks. Tapi, itu kalau AS
>menang perang.
>
>Tripleknya buat apa?
>
>Buat tambal jendela yang kacanya pecah karena diguncang
>bom atau disambar peluru. Buat mengganti banyak pintu rumah
>yang rusak atau jebol.
>
>Berminat?
>
>Kalau ya, Anda mesti lebih dulu bersaing dengan Army Corps
>of Engineers-nya AS. Soalnya, mereka ini yang dijagokan
>bakal memenangkan tender pengadaan dan pemasangan
>tripleks itu di seantero Irak.
>
>Proyek triplekisasi Irak itu memang sudah ditenderkan. Juga
>proyek-proyek lain yang akan diumumkan pemenangnya pekan
>ini. Semua proyek ini akan dilakukan untuk rekonstruksi atau
>membangun kembali Irak. Itu pun, sekali lagi, kalau AS
>sukses menjalankan invasinya.
>
>Proyek tripleks, kata New York Times edisi Ahad kemarin,
>adalah proyek ''recehan.''  Tak seberapa nilainya jika
>dibandingkan dengan total anggaran rekonstruksi Irak yang
>tengah digodok George Bush.
>
>Bush dan gerombolannya menaksir proyek rekonstruksi Irak
>butuh dana antara 80 - 100 miliar dolar. Jumlah itu luar
>biasa besar. Lebih besar dari yang dulu dipakai untuk
>Marshall Plan: rekonstruksi Eropa pasca PD II.
>
>Yang memakan dana besar dan mesti segera dilaksanakan adalah
>proyek pemulihan Pelabuhan Umm Qasr. Tujuannya tak lain untuk
>menyiapkan arena bongkar muat bagi palet dan kontainer
>yang memuat aneka barang keperluan rekonstruksi Irak.
>
>Proyek pemulihan pelabuhan itu, yang mestinya dimulai minggu
>depan, harus selesai dalam waktu 8 minggu. Bisakah? Tak
>jelas. Soalnya, meski tentara Inggris Jumat lalu mengklaim
>sudah menguasainya, hari Sabtu tiba-tiba pasukan Irak muncul
>lagi dan melancarkan serangan balasan.
>
>Berapa biaya buat proyek itu, New York Times tak menyebut
>dengan jelas. Yang pasti, pendanaannya dibagi dua. Separoh
>oleh kas AS, separoh lagi pakai duit minyak Irak.
>
>Pola pendanaan serupa juga dilakukan untuk membiaya proyek
>cepat lainnya, yakni perlucutan dan netralisasi senjata kimia
>dan nuklir.
>
>Beres dengan kedua proyek awal itu, barulah si tukang kredit
>AS, USAID alias United States Agency for International
>Development, ambil bagian. USAID bakal mengucurkan dana
>untuk membangun kembali dua bandara internasional dan tiga
>bandara regional. Juga untuk pengadaa air minum, pembangkit
>listrik, jalan raya, jalur kereta, sekolah, rumah sakit, dan
>irigasi. Irak pun bakal terjerat utang luar negeri baru.
>
>Rentetan proyek awal ini ditaksir menghabiskan dana tak
>kurang dari 1 miliar dolar. Siapa saja yang bakal kebagian
>tender proyek itu? New York Times dengan jelas menyebut
>nama Dick Cheney, mantan menhan yang sekarang ini
>jadi orang tertinggi nomor dua di AS: Wapres.
>
>Dick Cheney memang tak masuk secara langsung. Tapi lewat
>Halliburton Group, perusahaan yang ia pimpin pada era
>1995-2000. Untuk menjalan proyek ini, Halliburton menugaskan
>anak perusahaannya yang berspesialisasi di bidang konstruksi,
>engineering, dan bisnis lain: Kellogg Brown & Root.
>
>Uniknya, meski perusahaannya bakal menang tender, Dick
>Cheney tergolong orang yang menentang invasi ke Irak.
>Karenanya tak usah heran kalau sang wapres ini jarang
>tampil bersama Bush dalam perkara invasi ke Irak.
>
>Kalau karena ketakcocokan ini Halliburton kalah, sudah ada
>perusahaan lain yang bakal menggantikannya: Louis Berger
>Group. Group yang satu ini sekarang tengah sibuk melakukan
>rekonstruksi di Afghanistan. Antara lain membangun kembali
>jalan raya sepanjang 600 km dari Kabul ke Herat. Nilai
>proyek ini mencapai 300 juta dolar.
>
>Selain Haliburton, perusahan lain yang bakal menang adalah
>Bechtel Group. Siapa orang di belakangnya? Mantan menlu
>George P Schultz dan mantan menhan Casper W Weinberger.
>Keduanya sekarang duduk di kursi komisaris.
>
>Perusahaan lainnya adalah Flour Group. April tahun silam,
>group ini merekrut Kenneth J. Oscar, yang ketika itu baru saja
>melepas jabatannya sebagai asisten KSAD, setelah ia
>menggolkan anggaran prokuremen Pentagon senilai 35 miliar
>dolar.
>
>Selain Keneth, yang juga duduk di kursi komisaris Flour
>adalah Bobby R Inman, Laksamana (purn) yang dulu menjabat
>direkturi National Security Agency, dan pernah menjadi deputi
>direktur CIA.
>
>Kesimpulannya, bilang New York Times, perusahaan yang
>dipastikan menang itu semuanya menang karena perkoncoan.
>Karena punya kedekatan politik dengan Bush.
>
>Itulah Amerika. Dan selain bisnis perkoncoan
>masih kuat, mereka juga cuek saja bagi-bagi proyek
>selagi temannya sedang sibuk mengebom Irak.
>
>Curang? Tidak juga.
>
>Temannya yang lain sudah lebih dulu mendapat jatah. Proyek
>apa? Ya proyek meng-hancur-lebur-kan Irak. Pra maupun
>sekarang ini, saat menghancurkan Irak.
>
>Bahkan boleh dibilang, perang di Irak kali ini lebih banyak
>dimainkan oleh kalangan bisnis ketimbang tentara AS.
>Masak sih? Ya begitu kata majalah Fortune terbaru.
>
>Selama dasawarsa terakhir, tulis Fortune, Pentagon memang
>terus mengurangi jumlah tentara dan stafnya. Bisa begitu
>lantaran pekerjaan yang dulu biasa dikerjakan sendiri, kini
>disubkontrakkan ke berbagai perusahaan swasta.
>
>Untuk perang Irak kali ini, misalnya, boleh dibilang angkatan
>bersenjata AS cuma ''menyetor'' tentara dan persenjataan
>saja. Sedangkan hal lainnya --mulai dari pihak yang
>menyiapkan bahan peledak, perangkat elektronik, mengurus
>pengungsi, dan juga simulasi perang-- disubkontrakkan
>ke pihak swasata. Ke siapa? Kepada Cubic, perusahaan yang
>sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange.
>
>Pekerjaan yang dilakukan Cubic termasuk di antaranya melatih
>cara menghadapi orang sipil saat bertugas di Irak. Termasuk
>mengajarkan cara menggunakan bahasa isyarat andai mereka
>tak bisa pakai bahasa Arab.
>
>Tapi jangan dikira cuma itu yang dilakukan Cubic. Januari
>lalu, misalnya, Cubic mendatangkan ratusan pengungsi Bosnia
>yang ada di AS, ke pusat latihan AD AS di Fort Polk, Louisiana.
>
>Para pengungsi itu diminta merekonstuksi pengalaman perang
>mereka, dan pengalaman itu kemudian disulap Cubic menjadi
>sebuah war game. Untuk latihan ini, Cubic mengerahkan 600
>pegawainya untuk melatih 6.500 tentara AS.
>
>Walhasil, kalau Anda sekarang ini melihat perilaku tentara AS
>di Irak lewat layar televisi, itu antara lain hasil kerja Cubic.
>
>Cubic ikut main langsung di Irak? Tidak. Giliran perusahaan
>lain yang ambil peran. DynCorp diserahi tugas mememelihara
>pesawat dan helikopter tempur, menyiapkan areal yang akan
>dijadikan markas, dan.... membuang sampah.
>
>Tapi jangan dikiran DynCorp cuma melakukan pekerjaan remah.
>Sekarang ini DynCorp masih menjalankan kontrak untuk menjadi
>''bodyguard'' Hamid Kharzai, presiden Afghanistan. Jadi kalau
>besok-besok lihat Kharzai di televisi, orang di kanan kirinya
>boleh jadi pegawai DynCorp. Kalau lihat polisi Afghanistan
>sedang latihan, itu juga pekerjaan DynCorp.
>
>Bagaimana dengan urusan penyediaan makanan bagi pasukan
>AS yang sekarang berada di Irak? Bisnis yang satu ini, kali ini
>ditangani perusahaan Dick Cheney tadi: Kellogg Brown & Root.
>
>Kellogg dipakai karena kesuksesannya mengurusi tentara AS
>selama perang Balkan (Bosnis, Kroasia, dan bekas keluarga
>besar Yugoslavia lainnya) sejak 1999-an. Waktu itu mereka
>melayani urusan makan, air, surat, dan peralatan berat bagi
>tak kurang dari 20.000 pasukan AS. Nilai total kontraknya
>mencapai 3 miliar dolar.
>
>Berapa nilai kontrak yang sekarang. Fortune mengajak kita
>menghitung sendiri. Sekarang ini, jumlah pasukan AS yang
>dikerahkan ke Teluk jumlahnya hampir 10 kali lipat dari
>yang dulu dikerahkan ke Balkan. ''Sebagian besar orang
>kami tersebar di berbagi base di Kuwait,'' kata Butch Gatlin,
>project manager Kellogg di Amman.
>
>Begitulah bisnis perang ala AS. Nilai proyeknya
>luar biasa besar. Tapi, resikonya juga besar. Pentagon konon
>sekarang masih bingung, bagaimana menghadapi pertanyaan
>dunia luar kalau ada orang sipil dari perusahaan tadi yang
>tewas di medan perang. Pakai alasan konvensi Jenewa?
>
>Juga, Pentagon bingung kalau ada hal-hal tak terduga yang
>terjadi di medan liar sana. Seperti ketika pada tahun 2000 lalu,
>pegawai DynCorp bikin ulah di Bosnia. Apa? Tujuh pegawainya
>terlibat skandal seks. Mereka memelihara sejumlah pelacur.
>
>Parahnya, satu pelacur di antaranya masih berusia 12 tahun.
>
>Dasar Amerika.
>
>Semoga Bush di-impeach.
>
>
>Nurcholis
>[EMAIL PROTECTED]
>
><eFeR>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>


_________________________________________________________________
STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* 
http://join.msn.com/?page=features/junkmail



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke