Kalau preman nasional sebelum membangun pasar bakar pasar dulu,
Kalau preman Internasional sebelum membangun suatu negara menghancurkan negara itu terlebih dulu. Dananya pun hasil rampasan dari negara penderita.
On Mon, 31 Mar 2003 11:34:38 +0700 "rinalvi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari milist tetangga...
/rinalviAnda jualan tripleks? Plywood?
Kalau ya, bersiaplah untuk ikut mengekspornya ke Irak.
Irak?
Betul. Irak bakal butuh banyak tripleks. Tapi, itu kalau AS
menang perang.
Tripleknya buat apa?
Buat tambal jendela yang kacanya pecah karena diguncang
bom atau disambar peluru. Buat mengganti banyak pintu rumah
yang rusak atau jebol.
Berminat?
Kalau ya, Anda mesti lebih dulu bersaing dengan Army Corps
of Engineers-nya AS. Soalnya, mereka ini yang dijagokan
bakal memenangkan tender pengadaan dan pemasangan
tripleks itu di seantero Irak.
Proyek triplekisasi Irak itu memang sudah ditenderkan. Juga
proyek-proyek lain yang akan diumumkan pemenangnya pekan
ini. Semua proyek ini akan dilakukan untuk rekonstruksi atau
membangun kembali Irak. Itu pun, sekali lagi, kalau AS
sukses menjalankan invasinya.
Proyek tripleks, kata New York Times edisi Ahad kemarin,
adalah proyek ''recehan.'' Tak seberapa nilainya jika
dibandingkan dengan total anggaran rekonstruksi Irak yang
tengah digodok George Bush.
Bush dan gerombolannya menaksir proyek rekonstruksi Irak
butuh dana antara 80 - 100 miliar dolar. Jumlah itu luar
biasa besar. Lebih besar dari yang dulu dipakai untuk
Marshall Plan: rekonstruksi Eropa pasca PD II.
Yang memakan dana besar dan mesti segera dilaksanakan adalah
proyek pemulihan Pelabuhan Umm Qasr. Tujuannya tak lain untuk
menyiapkan arena bongkar muat bagi palet dan kontainer
yang memuat aneka barang keperluan rekonstruksi Irak.
Proyek pemulihan pelabuhan itu, yang mestinya dimulai minggu
depan, harus selesai dalam waktu 8 minggu. Bisakah? Tak
jelas. Soalnya, meski tentara Inggris Jumat lalu mengklaim
sudah menguasainya, hari Sabtu tiba-tiba pasukan Irak muncul
lagi dan melancarkan serangan balasan.
Berapa biaya buat proyek itu, New York Times tak menyebut
dengan jelas. Yang pasti, pendanaannya dibagi dua. Separoh
oleh kas AS, separoh lagi pakai duit minyak Irak.
Pola pendanaan serupa juga dilakukan untuk membiaya proyek
cepat lainnya, yakni perlucutan dan netralisasi senjata kimia
dan nuklir.
Beres dengan kedua proyek awal itu, barulah si tukang kredit
AS, USAID alias United States Agency for International
Development, ambil bagian. USAID bakal mengucurkan dana
untuk membangun kembali dua bandara internasional dan tiga
bandara regional. Juga untuk pengadaa air minum, pembangkit
listrik, jalan raya, jalur kereta, sekolah, rumah sakit, dan
irigasi. Irak pun bakal terjerat utang luar negeri baru.
Rentetan proyek awal ini ditaksir menghabiskan dana tak
kurang dari 1 miliar dolar. Siapa saja yang bakal kebagian
tender proyek itu? New York Times dengan jelas menyebut
nama Dick Cheney, mantan menhan yang sekarang ini
jadi orang tertinggi nomor dua di AS: Wapres.
Dick Cheney memang tak masuk secara langsung. Tapi lewat
Halliburton Group, perusahaan yang ia pimpin pada era
1995-2000. Untuk menjalan proyek ini, Halliburton menugaskan
anak perusahaannya yang berspesialisasi di bidang konstruksi,
engineering, dan bisnis lain: Kellogg Brown & Root.
Uniknya, meski perusahaannya bakal menang tender, Dick Cheney tergolong orang yang menentang invasi ke Irak. Karenanya tak usah heran kalau sang wapres ini jarang tampil bersama Bush dalam perkara invasi ke Irak.
Kalau karena ketakcocokan ini Halliburton kalah, sudah ada
perusahaan lain yang bakal menggantikannya: Louis Berger
Group. Group yang satu ini sekarang tengah sibuk melakukan
rekonstruksi di Afghanistan. Antara lain membangun kembali
jalan raya sepanjang 600 km dari Kabul ke Herat. Nilai
proyek ini mencapai 300 juta dolar.
Selain Haliburton, perusahan lain yang bakal menang adalah
Bechtel Group. Siapa orang di belakangnya? Mantan menlu
George P Schultz dan mantan menhan Casper W Weinberger.
Keduanya sekarang duduk di kursi komisaris.
Perusahaan lainnya adalah Flour Group. April tahun silam,
group ini merekrut Kenneth J. Oscar, yang ketika itu baru saja
melepas jabatannya sebagai asisten KSAD, setelah ia
menggolkan anggaran prokuremen Pentagon senilai 35 miliar
dolar.
Selain Keneth, yang juga duduk di kursi komisaris Flour
adalah Bobby R Inman, Laksamana (purn) yang dulu menjabat
direkturi National Security Agency, dan pernah menjadi deputi
direktur CIA.
Kesimpulannya, bilang New York Times, perusahaan yang dipastikan menang itu semuanya menang karena perkoncoan. Karena punya kedekatan politik dengan Bush.
Itulah Amerika. Dan selain bisnis perkoncoan masih kuat, mereka juga cuek saja bagi-bagi proyek selagi temannya sedang sibuk mengebom Irak.
Curang? Tidak juga.
Temannya yang lain sudah lebih dulu mendapat jatah. Proyek
apa? Ya proyek meng-hancur-lebur-kan Irak. Pra maupun
sekarang ini, saat menghancurkan Irak.
Bahkan boleh dibilang, perang di Irak kali ini lebih banyak
dimainkan oleh kalangan bisnis ketimbang tentara AS.
Masak sih? Ya begitu kata majalah Fortune terbaru.
Selama dasawarsa terakhir, tulis Fortune, Pentagon memang
terus mengurangi jumlah tentara dan stafnya. Bisa begitu
lantaran pekerjaan yang dulu biasa dikerjakan sendiri, kini
disubkontrakkan ke berbagai perusahaan swasta.
Untuk perang Irak kali ini, misalnya, boleh dibilang angkatan
bersenjata AS cuma ''menyetor'' tentara dan persenjataan
saja. Sedangkan hal lainnya --mulai dari pihak yang
menyiapkan bahan peledak, perangkat elektronik, mengurus
pengungsi, dan juga simulasi perang-- disubkontrakkan
ke pihak swasata. Ke siapa? Kepada Cubic, perusahaan yang
sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange.
Pekerjaan yang dilakukan Cubic termasuk di antaranya melatih
cara menghadapi orang sipil saat bertugas di Irak. Termasuk
mengajarkan cara menggunakan bahasa isyarat andai mereka
tak bisa pakai bahasa Arab.
Tapi jangan dikira cuma itu yang dilakukan Cubic. Januari
lalu, misalnya, Cubic mendatangkan ratusan pengungsi Bosnia
yang ada di AS, ke pusat latihan AD AS di Fort Polk, Louisiana.
Para pengungsi itu diminta merekonstuksi pengalaman perang
mereka, dan pengalaman itu kemudian disulap Cubic menjadi
sebuah war game. Untuk latihan ini, Cubic mengerahkan 600
pegawainya untuk melatih 6.500 tentara AS.
Walhasil, kalau Anda sekarang ini melihat perilaku tentara AS
di Irak lewat layar televisi, itu antara lain hasil kerja Cubic.
Cubic ikut main langsung di Irak? Tidak. Giliran perusahaan
lain yang ambil peran. DynCorp diserahi tugas mememelihara
pesawat dan helikopter tempur, menyiapkan areal yang akan
dijadikan markas, dan.... membuang sampah.
Tapi jangan dikiran DynCorp cuma melakukan pekerjaan remah.
Sekarang ini DynCorp masih menjalankan kontrak untuk menjadi
''bodyguard'' Hamid Kharzai, presiden Afghanistan. Jadi kalau
besok-besok lihat Kharzai di televisi, orang di kanan kirinya
boleh jadi pegawai DynCorp. Kalau lihat polisi Afghanistan
sedang latihan, itu juga pekerjaan DynCorp.
Bagaimana dengan urusan penyediaan makanan bagi pasukan
AS yang sekarang berada di Irak? Bisnis yang satu ini, kali ini
ditangani perusahaan Dick Cheney tadi: Kellogg Brown & Root.
Kellogg dipakai karena kesuksesannya mengurusi tentara AS
selama perang Balkan (Bosnis, Kroasia, dan bekas keluarga
besar Yugoslavia lainnya) sejak 1999-an. Waktu itu mereka
melayani urusan makan, air, surat, dan peralatan berat bagi
tak kurang dari 20.000 pasukan AS. Nilai total kontraknya
mencapai 3 miliar dolar.
Berapa nilai kontrak yang sekarang. Fortune mengajak kita
menghitung sendiri. Sekarang ini, jumlah pasukan AS yang
dikerahkan ke Teluk jumlahnya hampir 10 kali lipat dari
yang dulu dikerahkan ke Balkan. ''Sebagian besar orang
kami tersebar di berbagi base di Kuwait,'' kata Butch Gatlin,
project manager Kellogg di Amman.
Begitulah bisnis perang ala AS. Nilai proyeknya
luar biasa besar. Tapi, resikonya juga besar. Pentagon konon
sekarang masih bingung, bagaimana menghadapi pertanyaan
dunia luar kalau ada orang sipil dari perusahaan tadi yang
tewas di medan perang. Pakai alasan konvensi Jenewa?
Juga, Pentagon bingung kalau ada hal-hal tak terduga yang
terjadi di medan liar sana. Seperti ketika pada tahun 2000 lalu,
pegawai DynCorp bikin ulah di Bosnia. Apa? Tujuh pegawainya
terlibat skandal seks. Mereka memelihara sejumlah pelacur.
Parahnya, satu pelacur di antaranya masih berusia 12 tahun.
Dasar Amerika.
Semoga Bush di-impeach.
Nurcholis [EMAIL PROTECTED]
<eFeR>
[Non-text portions of this message have been removed]
_________________________________________________________________
STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================
Yan Caniago<[EMAIL PROTECTED]> =========================================================================================== Malas antri buat mendapatkan print-out tagihan telepon ? Klik aja http://billinfo2.plasa.com Gratis Perpanjangan dan Pendaftaran Nama Domain http://idc.plasa.com khusus di bulan Maret ! ===========================================================================================
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

