Wassalumalaikum Ww
Mak Buyuang, sanak Darwin Bahar serta jamaah RN nan terhormat. Walau saya sdh pernah menjalankan ibadah haji, juga sangat tertarik untuk memiliki buku catatan perjalanan haji sanak Darwin ini. Saya juga mengusulkan supaya dibukukan.
Mengenai pakaian Ihram yang tidak berjahit. Saya yang baru sekali menjalan ibadah haji, juga bertanya inten tentang pakaian umrah. Syaratnya kan pakaian tidak berjahit. Jadi waktu itu saya ya agak memutar kepala untuk memakai pakaian dalam. Karena khawatir seperti yang diceritakan oleh sanak Darwin Bahar dan juga peristiwa Mina nan diangkat ajo Buyuang.
Saya saat itu membuat pakaian dalam dari sehelai kain putih, dimana kain putih tersebut saya buat sedekian rupa sehingga dapat mengikat perut dan kedua kaki saya. Caranya kain 1 meter saya bagi dua, jadi dapat dua pakaian dalam.
Cara pembuatannya begini: Lipat kain putih tersebut, lipat dua menurut panjang, dan dilipat dua lagi menurut lebar. Tarok bagian yang terlipat disebelah kiri, tepat ditengah-tengah, potong sejajar pinggir kiri, sampai setengah kain tersebut, Jadi potong langsung empat lapis.
Kemudian, dari tengah bekas gunting tersebut, dikiri/kanannya selebar 1.5 cm potong lagi kearah luar sampai kira-kira 2 cm dari pinggirnya. Potongan terakhir ini adalah tali pengikat di perut dan kedua paha nantinya.
Kemudian dikedua pinggir sebelah kanan dari arah tengah potong lagi 1.5 cm sampai kira-kira 2 cm dari pinggir didepan kita. ini tali untuk pengikat dipaha yang kedua.
Coba buka semua lipatan akan terbentuk seperti celana. Langkahi kain tersebuk dengan kaki dikedua ujung panjangnya. Ambil yang didepan dan belakang, sehingga dapat diikatkan membungkus perut dan punggung. Dan kedua ujungnya dapat diikatkan kekedua paha.
Bagi calon jemaah haji pria, silakan dicoba, dan patennya belum ada jadi bebas diproduksi siapa saja. Mudahan ide dan yang telah saya praktekan ini dapat jadi amal saya. Amiin. Tentu sebelum berangakat supaya afdal dikonsultasikan dengan pembimbing hajinya.
Wass. Ww
Darul 49 Jkt.
Zubir Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum wr.wb.
Saya agak tertarik dengan,salah satu tulisan sanak tentang "adanya"jamaa
ah Haji nan ketiduran dalam berpakaian "ihram".Kalau Darwin perhatikan
jamaah Haji nan berpakaian Ihram ini(laki)tapi,ada mereka sebagian nan
TIDAK dapat menjaga"kehormatan" dirinya,sehingga kadang-kadang"maaf" ke-
lihatan auratnya.Maklum jamaah laki2 kan indak pakai sarawa dalam.
Berkaitan dengan ini juga,waktu "peristiwa Mina",ratusan jamaah laki
laki menyelamatkan dirinya dari jembatan,bergantung dengan kain ihramnya
turun kebawah jembatan,akibatnya totalitas Auratnya tanpa penutup alias
telanjang bulek.
Permasalahan nan ingin saya kemukakan dan ini ingin saya bersama sa-
nak Darwin mencari pemecahannya,adalah perlu kiranya "peninjauan"ketentu
an pakaian ihram laki2 nan indak "berjahit" yang menutup pinggang keba-
wah.Keadaan tsb selama ini"sering"menimbulkan kecolongan jamaah laki2
seperti tersebut diatas.Sampai sejauh mana"larangan"tidak boleh memakai
pakaian nan berjahit(pakaian ihram itu) bagi laki2.Saya ber
pendapat dan
ini masih bisa dipedebatkan,ada baiknya kita para jamaah laki2 memakai
kain cawat didalam kain ihram,dengan assumsi"menjaga"kehormatan dan ter-
peliharanya aurat laki-laki,dikala melaksanakan ibadah Haji.Itu dulu
komen dari jo Buyuang atas tulisan sanak Darwin itu.Wass.wr.wb.AB(63)Mar
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================
Do you Yahoo!?
Free
online calendar with sync to Outlook(TM).