|
Assalamulaikum ww,
Seperti apa yang dikatakan Allah dalam Al Quran bahwa :
1. Jin betugas untuk menipu manusia dengan bisikan yang indah2
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu
syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka
membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah
untuk menipu (manusia)�. Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka tinggalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
(QS. 6:112)
Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah
pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin�;
kebanyakan mereka beriman kepada jin itu". (QS. 34:41)
Jadi sangat sukar dipercaya apa yang dikatakan jin.
2. Jin tidak mengetahui perkara yang gaib
Karena jin berasal alam gaib, sebagian besar manusia menyangka jin
mengetahui perkara gaib.
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang
menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan
tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau
sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam
siksa yang menghinakan. (QS. 34:14)
3. Percaya pada apa yang dikatakan jin /setan dan minta
perlindungan padanya adalah perkara yang sangat zalim karena
termasuk hal mempersekutukan Allah yang sangat dilarang oleh
Nabi2 terdahulu sampai Nabi Muhammad SAW.
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta
perlindungan� kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. 72:6)
4. Sesungguhnya jin dan manusia hanya makluk yang lemah. Perlindungan
dan kemudaratan yang diberikannya hanyalah sesuai dengan yang dikehendaki
oleh Allah Swt:
Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan
tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu
berbuat (yang demikian itu) maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk
orang-orang yang zalim". (QS. 10:106)
Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada
yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki
kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia
memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.
10:107)
Inilah Iman yang sesungguhnya pada Allah yang diajarkan dalam agama
Tauhid sejak Nabi 2 terdahulu mulai Nabi Adam, Nuh, Ibrahim..... Nabi
Yesus sampai Nabi Muhammad Saw.
Wassalamulaikum
-------Original Message-------
Date: 03 Juni 2003
10:31:12
Subject: RE:
[RantauNet.Com] Ayat-ayat Allah...(tambahan )
Assalamualaikum ww
Sukran2.... terimakasih sanak R/R atas 2
postingan pencerahannya, have a good day
Saya
pernah baca buku terjemahan tentang hakikat jin karangan seorang
penulis Mesir(saya lupa judul bukunya) bahwa kita setiap manusia ini disamping diawasi 2
malaikat yang mencatat kebaikan dan keburukan, ada satu jin yang selalu
mendampingi kita, karena jin tersebut hidup sepanjang masa, maka
besar kemungkinan jin tersebut bisa diajak
berkomunikasi
Sukur2
bisa ketemu satu jin yang pernah bertugas mendampingi Datuak
Katumangguangan, Datuak Parpatiah Nan Sabatang, Bundo
Kanduang, Dang
Tuangku, Aditiyawarman etc. tuh tokoh2 yang
pernah memimpin "Minangkabau tempo doeloe
Kita2
ini gerah juga sementara orang mengklaim bahwa sejarah Minangkabau tempo
dulu itu begitu kabur yang katanya tenggelam dalam 98% mitos yang berarti
hanya 2% saja yang bisa dinyatakan sebagai bukti
sejarah
Apa akal?
Mau dicari bukti autentik sumber kita terbatas,
lhaa kalau bisa memanfaatkan jin tersebut kan lumayan juga, pengarang
yang orang Mesir tersebut katanya
sering berkomunikasi dengan jin, alangkah baiknya meminjam jasa2
beliau atau orang2 yang seperti beliau untuk hal ini, minimum kita bisa
nanya2 gimana kehidupan tokoh2 masa lampau
dizamannya
Kalau
sanak R/R punya waktu luang, nggak salah dong
coba2 cari info, mana tahu tanah Mesir yang memiliki peradaban
tertua ini masih menyimpan orang2 yang memiliki kemampuan
demikian
abpiliang
Wah
pak,...Klu dunia perdukunan itu saya sgt..sgt..menjauhinya sekali
Pak.Saya kurang percaya akan dukun,tapi saya percaya bhw ada org
pintar dgn izin Allah bisa mengusir syetan2 jahat,dgn ayat2
Allah.
Dulu saya
ngak percaya ada manusia yg bisa melihat makhluk halus itu,dan ada
manusia yg bisa kena jampi2,atau apa kek namanya itu.Tapi saat saya
di Dinput,memang benar2 saya saksikan sendiri teman saya
itu. Yg sialnya,kebetulan namanya Rahima,tapi ia embel2 Rahima
Ibrahim.Ia berbicara dgn suara laki2,mengerikan sekali.Ia bahkan
memang bisa memanjat dinding.Ini penyebabnya,krn ia menolak lelaki
yg mau sama dia di Sulawesi itu (org Sulawesi)
Klu saya di
kenal rahima Sikumbang.Sehingga saat itu bagi org yg tdk kenal
Rahima Ibrahim itu,setiap saya jln keluar,di kirain saya yg
kesyetanan,sehingga pd takut semua org pd saya.(benar2
sial).
Disaat itu
memang seorang dr guru Dinput,membacakan ayat2 Allah,dan disemburkan
ke seluruh tubuhnya,dan alhamdulillah ia sembuh.Mulai saat itulah
saya sedikit mempercayai hal2 kayak gituan.Dan saya ingat masa
Rasulullah sakit,para sahabat membacakan ayat Qul ..yg dua
itu.
jadi,sepanjang ayat2 Allah di lakukan utk hal2 yg
baik,saya kira,ngak ada salahnya,asal jgn spt org yg menulis ayat2
Allah dlm kertas,lantas di masukkan dlm gelas,lalu di minum .
Kertas koq di makan..yg dimakan makanan ?
Kita dilarang mengamalkan ayat2 Allah dlm tujuan yg
jelek tentunya pak.Juga spi menyebabkan Syirik.Kita hrs yakin
benar,bgmn pun yg menyembuhkan penyakit manusia hanyalah Allah
semata.
Sewaktu kecil saya msh ingat di Indo itu
sering kali anak bayi dikalungkan di leher,atau di
tangannya dgn hal2 penolak syetan katanya.Klu itu saya ngak
percaya.Syetan koq di tolak dgn kalung kayak begituan.Syetan di
tolak dgn keimanan dan ayat2 Allah,setahu saya.Sering2 aja baca Al
Qur'an di rmh itu,InsyaAllah syetan akan takut masuk ke rumah
kita.
Sebaiknya kita menghindari hal2 yg membawa
kita pd Syirik.Klu sdh Al Qur'an di dlm dada seseorang,kita
yakin,syetan ngak berani buat yg macam2 dgn kita.Paling2 kita di
godanya dgn hal2 lain lagi.tapi spi mati kita tetap akan mendapat
godaan syetan itu,krn itu sdh janji syetan tatkala beliau akan
diusir dr syorga.
" saya akan menggoda anak2 Adam
(Manusia),dr segala penjuru kanan,kiri,depan belakang ",kecuali yg
tdk disebutkan hanya dr atas dan bawah.
Atas bawah,tdk disebutkan,kajiannya
mempunyai makna tersendiri,kenapa tdk disebutkan di goda dr
atas dan bawah.
wassalam,Rahima
|